Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Minggu, 12/02/2012 16:17 WIB
3.119 Santri Samit Al Multazam Pecahkan Rekor Muri Tulis Al-Quran
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Sebanyak 3.119 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Samit Al Multazam mengikuti penulisan Al-Qur'an dengan waktu kurang dari 10 menit di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Sabtu (11/2/2012) kemarin. Kegiatan tersebut tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri).
"Berdasarkan catatan kami, jumlah peserta menulis Alquran di Pesantren Al Multazam ini melibatkan 3.319 santri dengan waktu tercepat 4 menit 19 detik oleh Riska. Hal ini berarti telah memecahkan rekor Muri yang sebelumnya pernah diselenggarakan di Tangerang, Banten yang diikuti 604 peserta dan di Jakarta sebanyak 1.208 peserta," kata Manager MURI Jusuf Ngadri dalam rilis yang diterima detikbandung, Minggu (12/2/2012).
Secara resmi, Piagam MURI diserahkan Ngadri kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Pimpinan Ponpes Adin Nurhaedin. Heryawan menyatakan, mushaf-mushaf Alquran yang telah ditulis oleh para santri tersebut selanjutnya akan dikumpulkan untuk kemudian disusun dan disatukan menjadi mushaf Al-Quran utuh.
"Melalui Yayasan Iqro" Bil Qolam, mushaf-mushaf tersebut akan dikoreksi kembali jika ada kesalahan penulisan, kemudian akan disusun dan dijilid kembali, sehingga menjadi mushaf Alquran utuh," tegas Heryawan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut yakni dengan menulis Alquran selama 10 menit. Teknis penulisan Alquran sebanyak 30 juz tersebut dibagi per juz kepada 30 kelompok. Komando penulisan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jabar yang sebelumnya telah menulis halaman pertama yakni Surat Al-Fatihah di atas podium. Usai memberi komando penulisan, Heryawan langsung berkeliling lokasi untuk meninjau sekalgus member semangat kepada para siswa menulis Al-Quran.
Dalam sambutannya, Heryawan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kegiatan penulisan Al-Quran yang pada akhirnya dicatat sebagai sebuah Rekor oleh MURI. Dirinya berharap kegiatan ini sebagai upaya mendorong memajukan peradaban. Dengan bekal ilmu, iman dan takwa menjadi bekal masyarakat untuk membangun peradaban yang lebih baik lagi.
"Insya Allah ke depan, Indonesia akan menjadi negara yang termaju dalam peradaban dunia, karena mampu memadukan Imtaq dan Iptek," ucapnya.
(avi/avi)
3.119 Santri Samit Al Multazam Pecahkan Rekor Muri Tulis Al-Quran
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Sebanyak 3.119 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Samit Al Multazam mengikuti penulisan Al-Qur'an dengan waktu kurang dari 10 menit di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Sabtu (11/2/2012) kemarin. Kegiatan tersebut tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri).
"Berdasarkan catatan kami, jumlah peserta menulis Alquran di Pesantren Al Multazam ini melibatkan 3.319 santri dengan waktu tercepat 4 menit 19 detik oleh Riska. Hal ini berarti telah memecahkan rekor Muri yang sebelumnya pernah diselenggarakan di Tangerang, Banten yang diikuti 604 peserta dan di Jakarta sebanyak 1.208 peserta," kata Manager MURI Jusuf Ngadri dalam rilis yang diterima detikbandung, Minggu (12/2/2012).
Secara resmi, Piagam MURI diserahkan Ngadri kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Pimpinan Ponpes Adin Nurhaedin. Heryawan menyatakan, mushaf-mushaf Alquran yang telah ditulis oleh para santri tersebut selanjutnya akan dikumpulkan untuk kemudian disusun dan disatukan menjadi mushaf Al-Quran utuh.
"Melalui Yayasan Iqro" Bil Qolam, mushaf-mushaf tersebut akan dikoreksi kembali jika ada kesalahan penulisan, kemudian akan disusun dan dijilid kembali, sehingga menjadi mushaf Alquran utuh," tegas Heryawan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut yakni dengan menulis Alquran selama 10 menit. Teknis penulisan Alquran sebanyak 30 juz tersebut dibagi per juz kepada 30 kelompok. Komando penulisan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jabar yang sebelumnya telah menulis halaman pertama yakni Surat Al-Fatihah di atas podium. Usai memberi komando penulisan, Heryawan langsung berkeliling lokasi untuk meninjau sekalgus member semangat kepada para siswa menulis Al-Quran.
Dalam sambutannya, Heryawan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kegiatan penulisan Al-Quran yang pada akhirnya dicatat sebagai sebuah Rekor oleh MURI. Dirinya berharap kegiatan ini sebagai upaya mendorong memajukan peradaban. Dengan bekal ilmu, iman dan takwa menjadi bekal masyarakat untuk membangun peradaban yang lebih baik lagi.
"Insya Allah ke depan, Indonesia akan menjadi negara yang termaju dalam peradaban dunia, karena mampu memadukan Imtaq dan Iptek," ucapnya.
(avi/avi)


Sending your message