Cari Penawaran Terbaik di Sini


Berita Lain

Indeks Berita

Jumat, 10/02/2012 17:05 WIB
Nol Kilometer di Bandung Jadi Paket Wisata yang Dijual
Baban Gandapurnama - detikBandung


Bandung - Bila patok nol kilometer di Surabaya diabaikan dan tak diurus, keberadaaan patok nol kilometer Bandung sudah menjadi daya tarik wisatawan. Para guide atau pramuwisata di Bandung diwajibkan untuk mengajak wisatawan menyambangi patok dan prasasti nol kilometer.

Letaknya yang berada di Jalan Asia Afrika atau berada depan Kantor Dinas Bina Marga Jabar, yang notabene dekat kawasan heritage Gedung Merdeka dan Jalan Braga membuat lokasinya mudah ditemukan.

"Selain membawa ke kawasan Braga dan melihat Gedung Merdeka, selama ini pramuwisata sekalian mengajak wisatawan ke patok nol kilometer. Wisman dan wisnu merasa senang melihat peninggalan bersejarah ini. Mereka antusias dengan berfoto-foto di lokasi nol kilometer," kata Ketua Himpunan Pramuwisata Jawa Barat Budi Triyono saat dihubungi detikbandung, Jumat (10/2/2012).

Budi mengatakan, kunjungan wisatawan ke patok nol kilometer itu masuk dalam rangkaian paket wisata bagi orang-orang yang ingin mengenali peninggalan bersejarah di Kota Bandung. Pihaknya bekerjasama dengan biro perjalanan untuk urusan penyediaan guide.

"Nah, nantinya guide itu wajib membawa wisatawan ke patok nol kilometer," ungkapnya.

Berkunjung ke patok nol kilometer tergantung paket wisata yang diambil. Kalau paket walking tour, wisatawan nanti bisa langsung melihat dan berfoto di nol kilometer. Kalau paket lainnya, wisatawan hanya melihat di dalam mobil saat melintas di nol kilometer.

"Tapi tetap, kami akan bercerita kepada wisatawan soal patok nol kilometer itu di dalam mobil," ucap Budi.

Budi menambahkan, wisman yang tertarik pada patok nol kilometer itu antara lain berasal dari Belanda, Perancis, Belgia, dan Jerman. Wisatawan lokal hampir dari seluruh Indonesia diajak ke patok yang tampak terurus dan terpasang prasasti itu.

"Banyak sudut-sudut di Kota Bandung ini yang bisa 'dijual' dalam paket wisata. Tinggal kitanya saja yang harus memiliki jiwa entrepreneur," jelas Budi yang menambahkan pramuwisata di Kota Bandung berjumlah 84 orang.


(bbn/ern)


Share

Foto Lain

Fotolain

Baca juga :