Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Jumat, 10/02/2012 13:11 WIB
Terpidana Korupsi Rp 3,5 M Meninggal Usai Dioperasi
Baban Gandapurnama - detikBandung
Bandung - Terpidana korupsi, Alan Abdurahman, meninggal lantaran disebabkan serangan jantung usai operasi di RS Polri Kramatjati, Jakarta, Kamis (9/2/2012), sekitar pukul 18.10 WIB. Alan yang ditahan di Rutan Salemba itu tersandung kasus korupsi dana rehabilitasi tanaman bakau Kepulauan Seribu sebesar Rp 3,5 miliar.
"Papap (Alan) meninggal karena serangan jantung. Dokter jaga yang mengatakan begitu," jelas Fajriansyah (30), anak kedua Alan, saat ditemui di rumah duka Jalan Kota Baru III No.12, RT 1 RW 4, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jumat (10/2/2012).
Aji (panggilan Fajriansyah) mengatakan kalau bapaknya tersebut kemarin menjalani operasi pemasangan pen di bagian punggung di RS Polri. "Papap memang sakit osteoporosis. Lalu kemarin dilakukan tindakan operasi dengan cara memasang pen di punggung," jelas Aji.
Aji bersama ibunya, Eli Nulaili, beserta keluarga lainnya, hadir saat operasi tersebut. Proses operasi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB. Alan keluar dari ruang operasi sekitar pukul 17.30 WIB.
Selanjutnya Alan dibawa ke ruang rawat. Saat Perawat saat itu sedang memasang infus, Alan mendadak sesak nafas. Kondisi ini membuat panik keluarga. "Papap sesak dan sempat bilang 'allahu akbar'. Saya saat itu mencoba untuk membeli selang oksigen. Baru jalan sejauh lima meter dan balik lagi ke ruangan, papap sudah meninggal," ungkap Aji.
Jenazah Alan dibawa keluarga menuju Kota Bandung menggunakan ambulans RS Drs Cipto Mangunkusumo sekitar pukul 23.00 WIB. Pada Jumat tadi, pukul 01.00 WIB, jenazah Alan tiba di rumah duka.
"Papap dimakamkan di TPU Porib Caringin sekitar jam sembilan pagi tadi. Seratusan orang turut mengatarkan ke pemakaman. Saya mencarter sekitar delapan angkot. Tadi juga ada belasan dan puluhan mobil yang ikut mengatar ke lokasi pemakaman," terang Aji.
Alan meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Pantauan detikbandung hingga pukul 11.00 WIB, puluhan orang masih berdatangan ke rumah duka. Deretan kursi lipat dipasang di halaman rumah dua lantai itu.
(bbn/ern)
Terpidana Korupsi Rp 3,5 M Meninggal Usai Dioperasi
Baban Gandapurnama - detikBandung
Bandung - Terpidana korupsi, Alan Abdurahman, meninggal lantaran disebabkan serangan jantung usai operasi di RS Polri Kramatjati, Jakarta, Kamis (9/2/2012), sekitar pukul 18.10 WIB. Alan yang ditahan di Rutan Salemba itu tersandung kasus korupsi dana rehabilitasi tanaman bakau Kepulauan Seribu sebesar Rp 3,5 miliar.
"Papap (Alan) meninggal karena serangan jantung. Dokter jaga yang mengatakan begitu," jelas Fajriansyah (30), anak kedua Alan, saat ditemui di rumah duka Jalan Kota Baru III No.12, RT 1 RW 4, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jumat (10/2/2012).
Aji (panggilan Fajriansyah) mengatakan kalau bapaknya tersebut kemarin menjalani operasi pemasangan pen di bagian punggung di RS Polri. "Papap memang sakit osteoporosis. Lalu kemarin dilakukan tindakan operasi dengan cara memasang pen di punggung," jelas Aji.
Aji bersama ibunya, Eli Nulaili, beserta keluarga lainnya, hadir saat operasi tersebut. Proses operasi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB. Alan keluar dari ruang operasi sekitar pukul 17.30 WIB.
Selanjutnya Alan dibawa ke ruang rawat. Saat Perawat saat itu sedang memasang infus, Alan mendadak sesak nafas. Kondisi ini membuat panik keluarga. "Papap sesak dan sempat bilang 'allahu akbar'. Saya saat itu mencoba untuk membeli selang oksigen. Baru jalan sejauh lima meter dan balik lagi ke ruangan, papap sudah meninggal," ungkap Aji.
Jenazah Alan dibawa keluarga menuju Kota Bandung menggunakan ambulans RS Drs Cipto Mangunkusumo sekitar pukul 23.00 WIB. Pada Jumat tadi, pukul 01.00 WIB, jenazah Alan tiba di rumah duka.
"Papap dimakamkan di TPU Porib Caringin sekitar jam sembilan pagi tadi. Seratusan orang turut mengatarkan ke pemakaman. Saya mencarter sekitar delapan angkot. Tadi juga ada belasan dan puluhan mobil yang ikut mengatar ke lokasi pemakaman," terang Aji.
Alan meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Pantauan detikbandung hingga pukul 11.00 WIB, puluhan orang masih berdatangan ke rumah duka. Deretan kursi lipat dipasang di halaman rumah dua lantai itu.
(bbn/ern)


Sending your message