Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Selasa, 07/02/2012 18:23 WIB
Suspect Flu Burung asal Mengger Girang Meninggal di RSHS
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - SA (37), warga Kampung Mengger Girang Kelurahan Pasirluyu Kecamatan Regol yang diduga suspect flu burung (H5N1) meninggal di Ruang Isolasi Flamboyan RS Hasan Sadikin pukul 16.35 WIB, Selasa (7/2/2012).
SA hanya sempat dirawat sehari di ruang Flamboyan. Ia masuk ke ruang isolasi pada pukul 11.00, Senin (6/2/2012). Sebelum dibawa ke RSHS, AS sempat dirawat di Sartika Asih.
Menurut Juru Bicara Tim Penanganan Flu Burung RSHS dr Primal Sudjana saat datang kondisi pasien sudah kritis. Ia mengalami gangguan pernapasan berat.
"Pasien dikirim dalam kondisi radang paru-paru. Dalam perjalanannya radang paru-paru itu menurun dengan cepat. Ia alami gagal napas. Di ruang isolasi, dia sempat dipasang ventilator," tuturnya.
Menurut riwayat, pasien tidak sempat kontak dengan unggas ataupun ada unggas mati mendadak di sekitar rumahnya. Namun memang di belakang rumah pasien, tetangga memelihara itik. Meski belum dipastikan sempat kontak dengan unggas, burung, AS ditetapkan sebagai suspect flu burung.
"Pasien alami radang paru-paru dan agal napas. Kita tetapkan sebagai suspect. Tapi hasil pastinya baru diketahui dari hasil sampel apus yang baru kita kirim kemarin," katanya.
Soal tidak kontak dengan unggas, diperkuat keterangan kakak SA, Juju Komarudin. "Enggak pernah pegang unggas atau pelihara. Tapi di belakang rumah memang ada tetangga yang pelihara entog," ungkapnya.
(ern/ern)
Suspect Flu Burung asal Mengger Girang Meninggal di RSHS
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - SA (37), warga Kampung Mengger Girang Kelurahan Pasirluyu Kecamatan Regol yang diduga suspect flu burung (H5N1) meninggal di Ruang Isolasi Flamboyan RS Hasan Sadikin pukul 16.35 WIB, Selasa (7/2/2012).
SA hanya sempat dirawat sehari di ruang Flamboyan. Ia masuk ke ruang isolasi pada pukul 11.00, Senin (6/2/2012). Sebelum dibawa ke RSHS, AS sempat dirawat di Sartika Asih.
Menurut Juru Bicara Tim Penanganan Flu Burung RSHS dr Primal Sudjana saat datang kondisi pasien sudah kritis. Ia mengalami gangguan pernapasan berat.
"Pasien dikirim dalam kondisi radang paru-paru. Dalam perjalanannya radang paru-paru itu menurun dengan cepat. Ia alami gagal napas. Di ruang isolasi, dia sempat dipasang ventilator," tuturnya.
Menurut riwayat, pasien tidak sempat kontak dengan unggas ataupun ada unggas mati mendadak di sekitar rumahnya. Namun memang di belakang rumah pasien, tetangga memelihara itik. Meski belum dipastikan sempat kontak dengan unggas, burung, AS ditetapkan sebagai suspect flu burung.
"Pasien alami radang paru-paru dan agal napas. Kita tetapkan sebagai suspect. Tapi hasil pastinya baru diketahui dari hasil sampel apus yang baru kita kirim kemarin," katanya.
Soal tidak kontak dengan unggas, diperkuat keterangan kakak SA, Juju Komarudin. "Enggak pernah pegang unggas atau pelihara. Tapi di belakang rumah memang ada tetangga yang pelihara entog," ungkapnya.
(ern/ern)


Sending your message