Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,771.000
-
Rp 472.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Sabtu, 04/02/2012 09:39 WIB
Anka Andika Usung Teater Musikal 'Pengadilan Monyet'
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Sebuah pertunjukan teater kerap menjadi media untuk menyampaikan protes terhadap pemerintah atau isu-isu sosial. Begitupun Teater Anka Adika, dalam pertunjukannya di Rumentang Siang, Jalan Baranangsiang, Bandung, Jumat (2/3/2012)
Panggung pertunjukan Rumentang Siang sore itu mendadak dipenuhi banyak monyet-monyet. Dekorasi panggung menciptakan suasana hutan yang penuh dengan pohon. Kehidupan monyet-monyet ini pun tentram dan nyaman.
Diceritakan, kehidupan monyet pun terusik karena sekelompok pemburu bersenjata api mengusik mereka. Salah satu monyet bernama Sarimin pun menjadi korban. Ia ditangkap dan dibawa ke kota untuk dijadikan topeng monyet.
Menurut sang Sutradara, Anton, teater musikal yang bertajuk 'Pengadilan Monyet' ini terinspirasi dari kasus pembantaian orang utan di Kalimantan.
"Saya sangat menyayangkan kasus pembantaian itu. Saat melihat pemberitaan itu, saya jadi terpikir untuk diangkat menjadi sebuah pertunjukan teater," ujar Anton.
Anton berharap, dengan diangkat menjadi sebuah pertunjukan teater, masyarakat bisa lebih menghargai hewan yang dilindungi dan menghargai alam.
Pemain yang terlibat pada pertunjukan ini sekitar 60 orang. Selain dipentaskan di Gedung Rumentang Siang, teater musikal 'Pengadilan Monyet' ini digelar di Dago Tea House, Bandung, 4-18 Maret 2012 mendatang.
(avi/bbn)
Anka Andika Usung Teater Musikal 'Pengadilan Monyet'
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Sebuah pertunjukan teater kerap menjadi media untuk menyampaikan protes terhadap pemerintah atau isu-isu sosial. Begitupun Teater Anka Adika, dalam pertunjukannya di Rumentang Siang, Jalan Baranangsiang, Bandung, Jumat (2/3/2012)
Panggung pertunjukan Rumentang Siang sore itu mendadak dipenuhi banyak monyet-monyet. Dekorasi panggung menciptakan suasana hutan yang penuh dengan pohon. Kehidupan monyet-monyet ini pun tentram dan nyaman.
Diceritakan, kehidupan monyet pun terusik karena sekelompok pemburu bersenjata api mengusik mereka. Salah satu monyet bernama Sarimin pun menjadi korban. Ia ditangkap dan dibawa ke kota untuk dijadikan topeng monyet.
Menurut sang Sutradara, Anton, teater musikal yang bertajuk 'Pengadilan Monyet' ini terinspirasi dari kasus pembantaian orang utan di Kalimantan.
"Saya sangat menyayangkan kasus pembantaian itu. Saat melihat pemberitaan itu, saya jadi terpikir untuk diangkat menjadi sebuah pertunjukan teater," ujar Anton.
Anton berharap, dengan diangkat menjadi sebuah pertunjukan teater, masyarakat bisa lebih menghargai hewan yang dilindungi dan menghargai alam.
Pemain yang terlibat pada pertunjukan ini sekitar 60 orang. Selain dipentaskan di Gedung Rumentang Siang, teater musikal 'Pengadilan Monyet' ini digelar di Dago Tea House, Bandung, 4-18 Maret 2012 mendatang.
(avi/bbn)


Sending your message