Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,771.000
-
Rp 472.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Rabu, 14/12/2011 15:22 WIB
Buntut Insiden 'Suster Ngesot', Ormas PP Datangi Apartemen
Baban Gandapurnama - detikBandung
Bandung -
Kasus penendangan 'suster ngesot' oleh satpam Apartemen Galeri Ciumbuleuit Sabtu dini hari lalu (10/12/2011) berbuntut panjang. Puluhan orang dari ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Bandung mendatangi apartemen. Mereka mengaku merasa terpanggil ikut menyelesaikan masalah ini, karena ternyata Ayah Mega, Mahfud Djabir merupakan sesepuh ormas tersebut.
Sekitar lima orang perwakilan PP Kota Bandung diterima GM Apartemen Galeri Ciumbuleuit Budi, dan dihadiri Kapolsek Cidadap Kompol Arifin. Dalam dialog satu meja itu mereka tampak santai. Kedua pihak berbicara seputar insiden 'Suster Ngesot'.
Sekjen PP Kota Bandung Tubagus Shifa mengatakan pihaknya menemui manajemen apartemen ini sebagai bentuk spontanitas rasa simpatik lantaran ayah Mega Tri Pratiwi (20) yakni Mahfud Djabir adalah keluarga besar PP. "Beliau (Mahfud) sesepuh PP," ujar Tubagus usai pertemuan tersebut.
Selain itu, kata Tubagus, pihaknya juga mempertanyakan tanggung jawab manajemen terhadap keluarga Mega pascakejadian.
"Tadi kami sarankan juga kepada pihak manajemen untuk meminta maaf kepada Mega dan keluarganya. Ya, tapi lebih baik datang sendiri dan ada itikad baik untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan," terang Tubagus.
Lebih lanjut Tubagus menuturkan, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan dan ditangani Polrestabes Bandung. Pascakejadian, orang tua Mega melaporkan satpam Apartemen Galeri Ciumbuleuit soal dugaan penganiayaan.
Ketua MPC PP Kota Bandung Yayan Suherlan yang hadir dalam pertemuan tadi menyampaikan kalau pihak manajemen apartemen akan bertemu dengan keluarga keluarga Mega. "Mereka (manajemen) akan mengupayakan (meminta maaf). Berharap hal seperti lebih bagus selesai dengan cara kekeluargaan," ucap Yayan.
Sementara itu GM Apartemen Galeri Ciumbuleuit Budi, mengatakan hasil pertemuan dengan perwakilan Ormas PP itu ada hikmahnya. "Sebagai manusia, kami ingin berhubungan baik. Kami ingin damai dan mencari yang indah," jelasnya.
Budi menambahkan, beberapa saat setelah kejadian satpam Sunarya yang refleks tendang Mega lantaran berpura-pura menjadi 'Suster Ngesot' di depan pintu lift lantai 17 apartemen tersebut, Sabtu (10/12/2011) dini hari lalu, Komandan Regu (Danru) apartemen langsung meminta maaf.
"Saat itu Danru Sekurit langsung ke kamar Mega dan meminta maaf," jelas Budi.
Disinggung apakah akan segera bertemu Mega dan orang tuanya, Budi menjawab, "Insya Allah. Secepatnya."
Kedatangan Ormas PP tadi berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka datang menggunakan sekitar 15 sepeda motor dan satu unit mobil. Mayoritas memakai seragam PP. Pertemuan itu berlangsung sekitar setengah jam. Lalu massa bubar dengan tertib. Sejumlah polisi turut menjaga di apartemen tersebut.
(ern/ern)
Buntut Insiden 'Suster Ngesot', Ormas PP Datangi Apartemen
Baban Gandapurnama - detikBandung
Sekitar lima orang perwakilan PP Kota Bandung diterima GM Apartemen Galeri Ciumbuleuit Budi, dan dihadiri Kapolsek Cidadap Kompol Arifin. Dalam dialog satu meja itu mereka tampak santai. Kedua pihak berbicara seputar insiden 'Suster Ngesot'.
Sekjen PP Kota Bandung Tubagus Shifa mengatakan pihaknya menemui manajemen apartemen ini sebagai bentuk spontanitas rasa simpatik lantaran ayah Mega Tri Pratiwi (20) yakni Mahfud Djabir adalah keluarga besar PP. "Beliau (Mahfud) sesepuh PP," ujar Tubagus usai pertemuan tersebut.
Selain itu, kata Tubagus, pihaknya juga mempertanyakan tanggung jawab manajemen terhadap keluarga Mega pascakejadian.
"Tadi kami sarankan juga kepada pihak manajemen untuk meminta maaf kepada Mega dan keluarganya. Ya, tapi lebih baik datang sendiri dan ada itikad baik untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan," terang Tubagus.
Lebih lanjut Tubagus menuturkan, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan dan ditangani Polrestabes Bandung. Pascakejadian, orang tua Mega melaporkan satpam Apartemen Galeri Ciumbuleuit soal dugaan penganiayaan.
Ketua MPC PP Kota Bandung Yayan Suherlan yang hadir dalam pertemuan tadi menyampaikan kalau pihak manajemen apartemen akan bertemu dengan keluarga keluarga Mega. "Mereka (manajemen) akan mengupayakan (meminta maaf). Berharap hal seperti lebih bagus selesai dengan cara kekeluargaan," ucap Yayan.
Sementara itu GM Apartemen Galeri Ciumbuleuit Budi, mengatakan hasil pertemuan dengan perwakilan Ormas PP itu ada hikmahnya. "Sebagai manusia, kami ingin berhubungan baik. Kami ingin damai dan mencari yang indah," jelasnya.
Budi menambahkan, beberapa saat setelah kejadian satpam Sunarya yang refleks tendang Mega lantaran berpura-pura menjadi 'Suster Ngesot' di depan pintu lift lantai 17 apartemen tersebut, Sabtu (10/12/2011) dini hari lalu, Komandan Regu (Danru) apartemen langsung meminta maaf.
"Saat itu Danru Sekurit langsung ke kamar Mega dan meminta maaf," jelas Budi.
Disinggung apakah akan segera bertemu Mega dan orang tuanya, Budi menjawab, "Insya Allah. Secepatnya."
Kedatangan Ormas PP tadi berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka datang menggunakan sekitar 15 sepeda motor dan satu unit mobil. Mayoritas memakai seragam PP. Pertemuan itu berlangsung sekitar setengah jam. Lalu massa bubar dengan tertib. Sejumlah polisi turut menjaga di apartemen tersebut.
(ern/ern)


Sending your message
