Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Selasa, 02/08/2011 14:09 WIB
Hijabers Community Terbuka Bagi Muslimah yang Ingin Berjilbab -
Selasa, 02/08/2011 12:51 WIB
Hijabers Community Bandung, Gaul dan Gaya Meski Berkerudung -
Rabu, 06/07/2011 12:15 WIB
Bernostalgia dengan Komik dan Buku Jadul di Pitimoss -
Rabu, 06/07/2011 08:53 WIB
8 Tahun Buka, Pitimoss Punya Koleksi 60 Ribu Buku -
Jumat, 29/04/2011 09:16 WIB
Siang Nanti Ikut Sharing Bareng Blog dan Penulis Gokil Yuk! -
Kamis, 28/04/2011 11:56 WIB
Ikutan Sharing Yuk Bareng Blog dan Penulis Gokil Besok!
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Rabu, 07/04/2010 12:22 WIB
Sepeda Onthel di Bandung Akan Disertifikasi
Baban Gandapurnama - detikBandung
Bandung -
Unik, langka serta nilai sejarah yang menempel pada sepeda onthel, membuatnya semakin diburu kolektor dan meroket harganya. Agar hiruk-pikuk peronthelan lebih tertib, komunitas sepeda onthel di Bandung pun menerbitkan sertifikat.
Langkah ini dimotori Paguyuban Sapedah Baheula Bandung yang memiliki sekitar 500 anggota. Kebanyakan nggotanya punya lebih dari satu sepeda, bahkan sampai belasan. Jika ditotal, jumlah sepeda onthel di Bandung mencapai 5.000 sepeda.
Dituturkan Ketua Paguyuban Sapedah Baheula Bandung Yahya Johari atau akrab dipanggil Aboy (41), ide sertifikasi ini dimaksudkan untuk mendata sejarah kepemilikan, menjadi bukti kepemilikian dan juga mengontrol transaksi jual-beli.
"Ide ini muncul karena saat ini banyak penggemar dan kolektor onthel. Sertifikasi ini sebagai data kepemilikan sepeda dan demi keamanan pemilik sepeda," ujar Aboy saat ditemui detikbandung di tempat nongkrongnya di Jalan Laswi, Rabu (7/4/2010).
Selain itu, sertifikasi juga berguna untuk mencegah aksi pencuri yang menjual sepeda onthel ke kolektor. "Kalau ada sertifikat, nanti ketahuan. Kita akan dapat informasi, bahkan jika sepeda itu dijual di tempat sepeda bekas," tuturnya.
Tidak semua sepeda onthel yang disertifikat. Syarat unik dinilai terpenuhi jika sepeda tersebut diproduksi sebelum tahun 1970.
Aboy menambahkan, sertifikasi yang akan dimulai April ini, merupakan proyek yang pertama dilakukan, dan diharapkan bisa diikuti seluruh komunitas sepeda onthel di Indonesia.
"Di setiap kota, ada Komunitas Sepeda Tua Indonesia. Kita sudah menghubungi KOSTI Jabar, dan mereka menyambut baik untuk segera dilakukan," tuturnya.
Informasi sertifikasi ini sudah disebar di situs jejaring sosial para penggemar sepeda antik. Respon yang didapat pun cukup tinggi. "Ada yang dari Jakarta, Cirebon, Malang, dan lain-lain. Mereka tertarik, tetapi sejauh ini kami masih di lingkungan Bandung. Kalau dari luar kota mau, yang harus datang dengan sepedanya," ujar Aboy.
Pendaftar sertifikasi akan dianggap sebagai tangan pertama. Biayanya Rp 50 ribu per sepeda, dengan masa berlaku 1 tahun. Akan ada badan sertifikasi yang mengklarifikasi sejarah sepeda, berdasarkan sumber data yang sudah disiapkan komunitas, terkait produksi dan jalur distribusinya. Sertifikasi juga berlaku untuk umum, tinggal datang ke Paguyuban SB, Sabtu dan Minggu, Jalan Ahmad Yani No.558.(lom/lom)
Sepeda Onthel di Bandung Akan Disertifikasi
Baban Gandapurnama - detikBandung
Langkah ini dimotori Paguyuban Sapedah Baheula Bandung yang memiliki sekitar 500 anggota. Kebanyakan nggotanya punya lebih dari satu sepeda, bahkan sampai belasan. Jika ditotal, jumlah sepeda onthel di Bandung mencapai 5.000 sepeda.
Dituturkan Ketua Paguyuban Sapedah Baheula Bandung Yahya Johari atau akrab dipanggil Aboy (41), ide sertifikasi ini dimaksudkan untuk mendata sejarah kepemilikan, menjadi bukti kepemilikian dan juga mengontrol transaksi jual-beli.
"Ide ini muncul karena saat ini banyak penggemar dan kolektor onthel. Sertifikasi ini sebagai data kepemilikan sepeda dan demi keamanan pemilik sepeda," ujar Aboy saat ditemui detikbandung di tempat nongkrongnya di Jalan Laswi, Rabu (7/4/2010).
Selain itu, sertifikasi juga berguna untuk mencegah aksi pencuri yang menjual sepeda onthel ke kolektor. "Kalau ada sertifikat, nanti ketahuan. Kita akan dapat informasi, bahkan jika sepeda itu dijual di tempat sepeda bekas," tuturnya.
Tidak semua sepeda onthel yang disertifikat. Syarat unik dinilai terpenuhi jika sepeda tersebut diproduksi sebelum tahun 1970.
Aboy menambahkan, sertifikasi yang akan dimulai April ini, merupakan proyek yang pertama dilakukan, dan diharapkan bisa diikuti seluruh komunitas sepeda onthel di Indonesia.
"Di setiap kota, ada Komunitas Sepeda Tua Indonesia. Kita sudah menghubungi KOSTI Jabar, dan mereka menyambut baik untuk segera dilakukan," tuturnya.
Informasi sertifikasi ini sudah disebar di situs jejaring sosial para penggemar sepeda antik. Respon yang didapat pun cukup tinggi. "Ada yang dari Jakarta, Cirebon, Malang, dan lain-lain. Mereka tertarik, tetapi sejauh ini kami masih di lingkungan Bandung. Kalau dari luar kota mau, yang harus datang dengan sepedanya," ujar Aboy.
Pendaftar sertifikasi akan dianggap sebagai tangan pertama. Biayanya Rp 50 ribu per sepeda, dengan masa berlaku 1 tahun. Akan ada badan sertifikasi yang mengklarifikasi sejarah sepeda, berdasarkan sumber data yang sudah disiapkan komunitas, terkait produksi dan jalur distribusinya. Sertifikasi juga berlaku untuk umum, tinggal datang ke Paguyuban SB, Sabtu dan Minggu, Jalan Ahmad Yani No.558.(lom/lom)


Sending your message