Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 09:50 WIB
Sepatu Eksklusif Besutan Flameon -
Senin, 30/04/2012 08:03 WIB
Hurrycane, Tawarkan Aksesori Berbahan Acrylic -
Kamis, 12/04/2012 11:16 WIB
Aksi Vintage Dress untuk Si Centil -
Kamis, 12/04/2012 10:20 WIB
Rop 'n Ruppies, Usung Korean Style Bagi Anak -
Jumat, 02/03/2012 11:10 WIB
Semi Raincoat Unkle 347, Stylish di Kala Hujan -
Jumat, 02/03/2012 09:06 WIB
Unkle347 Lebih Variatif dengan Apparel Otomotif
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Rabu, 10/03/2010 10:46 WIB
Sepatu Seba
Buatan Lokal Disangka Impor
Ema Nur Arifah - detikBandung
Sepatu Seba/ema
Bandung -
Satu lagi kreativitas anak muda Bandung yang patut dibanggakan. Tak hanya eksplorasi seputar clothing dan kaos, sebuah brand lokal bernama Seba, mencoba menawarkan sepatu khusus pria yang bisa diperhitungkan.
Bahkan pernah disangka produk impor. Dirintis oleh lulusan Desain Produk ITB Sebastianus Reza. Dari nama itulah merek Seba diambil. Reza, menurut Store Manager Seba, Ricky Budiono, terinspirasi dari tugas akhirnya yang membuat sepatu untuk orang cacat.
Sejak lima tahun lalu Reza menawarkan pembuatan sepatu secara door to door pada teman-temannya. Perjuangan yang dijalani memang tidak mudah. Namun karena Reza cukup konsisten dengan desain dan kualitas dan berkat promosi dari mulut ke mulut sepatu buatannya mulai dikenal.
"Pokoknya dia berjuang dan banting tulang saat merintis usaha," ujar ricky bercerita.
Melihat potensi yang ada, sepuluh bulan yang lalu, Reza bekerjasama dengan kawannya membuka toko di Jalan Ciumbuleuit, Bandung.
Konsep Seba sendiri lebih pada sepatu fashion tidak menitikbertakan ada komunitas tertentu. Berbahan baku kulit, dipadukan dengan sol karet atau anti slip. Baik untuk formal, semi formal maupun kasual. Dengan 75 persen konsumen dewasa muda, 15 persen remaja dan 10 persen orang tua.
Dipilihnya sepatu pria karena menurut Ricky untuk sepatu wanita pesaingnya sudah sangat banyak. Produsen sepatu wanita juga banjir di pasaran. Meski banyak juga permintaan Seba untuk membuatkan sepatu wanita.
"Akhirnya kita buat mulai bulan ini sepatu dengan size 38 tanpa merubah model," tuturnya.
Konsumen Seba tak hanya datang dari lokal Bandung, dari luar kota seperti Jakarta juga termasuk konsumen aktif. Penjualan secara online juga memudahkan konsumen luar Kota Bandung untuk membeli. "Sebanyak 20-25 persen penjualan dari online," ujar Ricky.
Dalam satu bulan setidaknya 500 pasang sepatu bisa diproduksi dengan melibatkan 50 perajin sepatu. Namun secara keseluruhan dari desain, pemilihan bahan hingga quality kontrol, Reza sebagai pemilik masih terjun secara langsung. Sehingga kualitas masih terus terjaga.
"Bahkan pernah ada yang nyangka kalau Seba buatan dari luar," tutur Ricky sambil tertawa.
(ema/avi)
Sepatu Seba
Buatan Lokal Disangka Impor
Ema Nur Arifah - detikBandung
Sepatu Seba/ema
Foto Terkait
Bahkan pernah disangka produk impor. Dirintis oleh lulusan Desain Produk ITB Sebastianus Reza. Dari nama itulah merek Seba diambil. Reza, menurut Store Manager Seba, Ricky Budiono, terinspirasi dari tugas akhirnya yang membuat sepatu untuk orang cacat.
Sejak lima tahun lalu Reza menawarkan pembuatan sepatu secara door to door pada teman-temannya. Perjuangan yang dijalani memang tidak mudah. Namun karena Reza cukup konsisten dengan desain dan kualitas dan berkat promosi dari mulut ke mulut sepatu buatannya mulai dikenal.
"Pokoknya dia berjuang dan banting tulang saat merintis usaha," ujar ricky bercerita.
Melihat potensi yang ada, sepuluh bulan yang lalu, Reza bekerjasama dengan kawannya membuka toko di Jalan Ciumbuleuit, Bandung.
Konsep Seba sendiri lebih pada sepatu fashion tidak menitikbertakan ada komunitas tertentu. Berbahan baku kulit, dipadukan dengan sol karet atau anti slip. Baik untuk formal, semi formal maupun kasual. Dengan 75 persen konsumen dewasa muda, 15 persen remaja dan 10 persen orang tua.
Dipilihnya sepatu pria karena menurut Ricky untuk sepatu wanita pesaingnya sudah sangat banyak. Produsen sepatu wanita juga banjir di pasaran. Meski banyak juga permintaan Seba untuk membuatkan sepatu wanita.
"Akhirnya kita buat mulai bulan ini sepatu dengan size 38 tanpa merubah model," tuturnya.
Konsumen Seba tak hanya datang dari lokal Bandung, dari luar kota seperti Jakarta juga termasuk konsumen aktif. Penjualan secara online juga memudahkan konsumen luar Kota Bandung untuk membeli. "Sebanyak 20-25 persen penjualan dari online," ujar Ricky.
Dalam satu bulan setidaknya 500 pasang sepatu bisa diproduksi dengan melibatkan 50 perajin sepatu. Namun secara keseluruhan dari desain, pemilihan bahan hingga quality kontrol, Reza sebagai pemilik masih terjun secara langsung. Sehingga kualitas masih terus terjaga.
"Bahkan pernah ada yang nyangka kalau Seba buatan dari luar," tutur Ricky sambil tertawa.
(ema/avi)


Sending your message
