Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Rabu, 30/12/2009 12:40 WIB
Waduh, Baru 4 Bulan Menjabat Ketua Dewan Sudah Mengeluh
Andri Haryanto - detikBandung
Bandung -
Sejak dilantik empat bulan sebagai Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanegara mengeluh soal posisinya yang dinilainya selalu dipojokkan. Ia mengeluh isu mencuatnya pengadaan mobil bagi anggota dewan akhir-akhir ini, yang dinilainya tak adil.
"Kadang-kadang air mata saya sudah habis untuk menanggapi masalah ini. Kenapa posisi dewan selalu dipojokkan," keluh Irfan dalam hearing pendapat dengan instansi dan masyarakat Jabar di Gedung Paripurna DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Rabu (30/12/2009).
Menurutnya, mobil pinjam-pakai yang dianggarkan dalam APBD 2010 adalah bentuk penunjang kinerja dewan dalam memaksimalkan kinerja yang saat ini memimpin dan mewakili Rp 42 juta lebih masyarakat Jabar.
"Kalau setiap hari diberi ongkos Rp 200 ribu maka akan menghabiskan dana sebesar Rp 40-50 miliar, tapi ini kan bisa ditekan sampai Rp 20 miliar," tegasnya.
Selain mobil dinas yang dinilainya bisa mengoptimalkan kinerja dewan, gedung dewan saat ini pun dikeluhkan pimpinan. Ia menilai dari beberapa gedung dewan hanya beberapa anggota dewan saja yang memiliki ruang kerja sendiri. Sementara lainnya harus duduk di meja bundar yang ada di setiap ruang fraksi.
"Tidak mungkin dalam satu meja bundar, yang ada bukan kerja tapi malah ngerumpi," keluhnya lagi.
Selain isu mobil dinas yang hangat dibicarakan dan mengeluh kurangnya ruangan kerja anggota dewan, Irfan juga mengeluhkan kinerja aparat penegak hukum yang selalu menohok pada permasalahan dugaan korupsi Bansos.
"Kenapa bansos terus yang dihadapi, padahal yang besar banyak di luar sana," tegas laki-laki yang mengaku digembleng oleh TNI sebelum terjun ke dewan.
Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi yang hadir dalam kesempatan itu, menyayangkan statement yang diucapkan Irfan dalam hearing saat itu. "Saya agak terhenyuh mengapa ketua DPRD saya tidak percaya diri," katanya menanggapi ucapan Irfan.
Senada dengan Nyoman Sekretaris MUI Jabar Rafani Ahyar juga menyayangkan keluhan yang disampaikan Irfan. "Jadi anggota dewan harus tahan banting, kalau tidak tahan banting tidak kuat menjadi anggota dewan," katanya di depan podium.
(ahy/ern)
Waduh, Baru 4 Bulan Menjabat Ketua Dewan Sudah Mengeluh
Andri Haryanto - detikBandung
"Kadang-kadang air mata saya sudah habis untuk menanggapi masalah ini. Kenapa posisi dewan selalu dipojokkan," keluh Irfan dalam hearing pendapat dengan instansi dan masyarakat Jabar di Gedung Paripurna DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Rabu (30/12/2009).
Menurutnya, mobil pinjam-pakai yang dianggarkan dalam APBD 2010 adalah bentuk penunjang kinerja dewan dalam memaksimalkan kinerja yang saat ini memimpin dan mewakili Rp 42 juta lebih masyarakat Jabar.
"Kalau setiap hari diberi ongkos Rp 200 ribu maka akan menghabiskan dana sebesar Rp 40-50 miliar, tapi ini kan bisa ditekan sampai Rp 20 miliar," tegasnya.
Selain mobil dinas yang dinilainya bisa mengoptimalkan kinerja dewan, gedung dewan saat ini pun dikeluhkan pimpinan. Ia menilai dari beberapa gedung dewan hanya beberapa anggota dewan saja yang memiliki ruang kerja sendiri. Sementara lainnya harus duduk di meja bundar yang ada di setiap ruang fraksi.
"Tidak mungkin dalam satu meja bundar, yang ada bukan kerja tapi malah ngerumpi," keluhnya lagi.
Selain isu mobil dinas yang hangat dibicarakan dan mengeluh kurangnya ruangan kerja anggota dewan, Irfan juga mengeluhkan kinerja aparat penegak hukum yang selalu menohok pada permasalahan dugaan korupsi Bansos.
"Kenapa bansos terus yang dihadapi, padahal yang besar banyak di luar sana," tegas laki-laki yang mengaku digembleng oleh TNI sebelum terjun ke dewan.
Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi yang hadir dalam kesempatan itu, menyayangkan statement yang diucapkan Irfan dalam hearing saat itu. "Saya agak terhenyuh mengapa ketua DPRD saya tidak percaya diri," katanya menanggapi ucapan Irfan.
Senada dengan Nyoman Sekretaris MUI Jabar Rafani Ahyar juga menyayangkan keluhan yang disampaikan Irfan. "Jadi anggota dewan harus tahan banting, kalau tidak tahan banting tidak kuat menjadi anggota dewan," katanya di depan podium.
(ahy/ern)


Sending your message
