Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Kamis, 26/11/2009 18:32 WIB
Badai Matahari Tak Bahaya Bagi Manusia
Tya Eka Yulianti - detikBandung
ilustrasi
Bandung -
Badai Matahari adalah peristiwa pelepasan energi matahari dimana partikel matahari akan terlontar dan mengakibatkan radiasi. Meski demikian, hal itu tidak akan membahayakan kelangsungan hidup manusia hingga mengakibatkan kemusnahan massal.
Menurut peneliti Lapan Bidang Matahari dan Antariksa Clara Yono Yatini, efek radiasi akibat badai matahari terparah yaitu akan merusak satelit dan membuat komunikasi terganggu.
"Partikel matahari dapat merusak badan satelit sehingga jalur komunikasi seperti radio, sinyal dan lainnya akan terganggu atau terputus," ujar Clara dalam acara Bedah Buku Mystery of 2012, di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Kamis (26/11/2009).
Selain itu partikel tersebut juga akan menambah kerapatan atmosfer di sekitar satelit sehingga hambatan untuk kebutuhan pengiriman sinyal juga melambat.
"Seperti mengemudi di jalan raya yang sepi lalu jalannya jadi macet," ujar Clara.
Namun dijelaskan Clara, partikel matahari tersebut tidak akan masuk seluruhnya ke bumi, karena ada lapisan pelindung bumi yang akan menyaringnya terlebih dahulu.
"Magnetosfer akan menjadi tamen penahan agar partikel tersebut tidak masuk semua, tapi pasti ada yang masuk, tergantung karakter planetnya," tuturnya.
Dampak badai matahari yang pernah terjadi diantaranya di tahun 2000 terjadi black out akibat satelit lost contact, dan juga pada 2003 dimana di swedia terjadi mati listrik selama 6 jam.
Tapi menurut Clara, badai matahari ini tidak akan mengakibatkan struktur bumi apalagi inti bumi terpengaruh hingga mengakibatkan bencana yang dapat memusnahkan manusia secara massal dalam waktu yang sekejap.
(tya/avi)
Badai Matahari Tak Bahaya Bagi Manusia
Tya Eka Yulianti - detikBandung
ilustrasi
Menurut peneliti Lapan Bidang Matahari dan Antariksa Clara Yono Yatini, efek radiasi akibat badai matahari terparah yaitu akan merusak satelit dan membuat komunikasi terganggu.
"Partikel matahari dapat merusak badan satelit sehingga jalur komunikasi seperti radio, sinyal dan lainnya akan terganggu atau terputus," ujar Clara dalam acara Bedah Buku Mystery of 2012, di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Kamis (26/11/2009).
Selain itu partikel tersebut juga akan menambah kerapatan atmosfer di sekitar satelit sehingga hambatan untuk kebutuhan pengiriman sinyal juga melambat.
"Seperti mengemudi di jalan raya yang sepi lalu jalannya jadi macet," ujar Clara.
Namun dijelaskan Clara, partikel matahari tersebut tidak akan masuk seluruhnya ke bumi, karena ada lapisan pelindung bumi yang akan menyaringnya terlebih dahulu.
"Magnetosfer akan menjadi tamen penahan agar partikel tersebut tidak masuk semua, tapi pasti ada yang masuk, tergantung karakter planetnya," tuturnya.
Dampak badai matahari yang pernah terjadi diantaranya di tahun 2000 terjadi black out akibat satelit lost contact, dan juga pada 2003 dimana di swedia terjadi mati listrik selama 6 jam.
Tapi menurut Clara, badai matahari ini tidak akan mengakibatkan struktur bumi apalagi inti bumi terpengaruh hingga mengakibatkan bencana yang dapat memusnahkan manusia secara massal dalam waktu yang sekejap.
(tya/avi)


Sending your message