Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 20:04 WIB
Tergerus Air Sungai, 3 Rumah Ambrol -
Selasa, 09/02/2010 19:49 WIB
Sengketa Lahan Gasibu
Tujuh Tergugat Menolak Eksekusi Kawasan Gasibu -
Selasa, 09/02/2010 19:33 WIB
Polisi Ditembak
Polisi Menduga Motifnya Dendam -
Selasa, 09/02/2010 19:03 WIB
Korps Kavaleri Prioritaskan Alutsista Buatan Dalam Negeri -
Selasa, 09/02/2010 18:34 WIB
Polisi Ditembak
Istri dan Kakak Ipar Endang Diperiksa Polisi -
Selasa, 09/02/2010 18:12 WIB
Polisi Ditembak
Brigadir Endang Ditembak dari Jarak 1 Meter
Indeks Berita
Senin, 16/11/2009 11:18 WIB
Insiden Kaki Gajah
DKR Jabar Minta Depkes Stop Pengobatan Massal Filariasis
Erna Mardiana - detikBandung

Pasien insiden kaki gajah
Bandung -
Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jabar meminta Departemen Kesehatan menghentikan pengobatan massal untuk cegah filariasis atau kaki gajah, menyusul hampir seribu warga Kabupaten Bandung dilarikan ke RS dan 8 orang meninggal usai minum obat kaki gajah.
Dalam rilisnya yang diterima detikbandung, Senin (16/11/2009), Halomoan Aritonang dari Dewan Kesehatan Rakyat Jabar, menilai insiden banyaknya warga yang mengeluh mual, muntah, dan pusing usai pengobatan massal, bahkan ada yang meninggal, tidak bisa dianggap sepele.
"Sangat disesalkan dan tidak dapat diterima akal sehat jika insiden ini disebabkan oleh kelalaian pendampingan dan kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat oleh Depkes," ujar Halomoan.
Namun, kata dia, jika para petugas tak mau dikatakan lalai, maka kualitas obat yang dibagikan kepada masyarakat perlu dipertanyakan kelayakannya.
"Alih-alih mengeliminasi penyakit kaki gajah, justru keracunan dan kematian tragis yang terjadi pada masyarakat, karena ternyata dari temuan di lapangan, obat yang dibagikan kepada masyarakat adalah obat buatan WHO dan berasal dari Afrika yang belum tentu cocok untuk masyarakat Indonesia baik dari segi pegobatannya maupun dosisnya," ujarnya panjang lebar.
Menurut Halomoan, kasus ini ironis karena terjadi pada masa 100 hari Menkes Endang Rahayu yang mengutamakan program preventif daripada program kuratif.
"Karena itu kami minta stop semua pengobatan massal untuk cegah filariasis di Indonesia, secara khusus di Jabar, sampai obat yang dibagikan kepada masyarakat dapat dipastikan aman," tegas Halomoan.
"Kita juga minta bu Menkes stop menghamba kepada badan keehatan dunia dengan berbagai obat dan vaksin yang belum tengtu cocok bagi rakyat Indonesia," sambungnya.
Selain itu, Dewan Kesehatan Rakyat Jabar juga mendesak DPRD Jabar dan kabupaten membentuk pansus untuk menyelidiki insiden kaki gajah ini.
(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Insiden Kaki Gajah
DKR Jabar Minta Depkes Stop Pengobatan Massal Filariasis
Erna Mardiana - detikBandung

Pasien insiden kaki gajah
Video Terkait
Foto Terkait
Dalam rilisnya yang diterima detikbandung, Senin (16/11/2009), Halomoan Aritonang dari Dewan Kesehatan Rakyat Jabar, menilai insiden banyaknya warga yang mengeluh mual, muntah, dan pusing usai pengobatan massal, bahkan ada yang meninggal, tidak bisa dianggap sepele.
"Sangat disesalkan dan tidak dapat diterima akal sehat jika insiden ini disebabkan oleh kelalaian pendampingan dan kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat oleh Depkes," ujar Halomoan.
Namun, kata dia, jika para petugas tak mau dikatakan lalai, maka kualitas obat yang dibagikan kepada masyarakat perlu dipertanyakan kelayakannya.
"Alih-alih mengeliminasi penyakit kaki gajah, justru keracunan dan kematian tragis yang terjadi pada masyarakat, karena ternyata dari temuan di lapangan, obat yang dibagikan kepada masyarakat adalah obat buatan WHO dan berasal dari Afrika yang belum tentu cocok untuk masyarakat Indonesia baik dari segi pegobatannya maupun dosisnya," ujarnya panjang lebar.
Menurut Halomoan, kasus ini ironis karena terjadi pada masa 100 hari Menkes Endang Rahayu yang mengutamakan program preventif daripada program kuratif.
"Karena itu kami minta stop semua pengobatan massal untuk cegah filariasis di Indonesia, secara khusus di Jabar, sampai obat yang dibagikan kepada masyarakat dapat dipastikan aman," tegas Halomoan.
"Kita juga minta bu Menkes stop menghamba kepada badan keehatan dunia dengan berbagai obat dan vaksin yang belum tengtu cocok bagi rakyat Indonesia," sambungnya.
Selain itu, Dewan Kesehatan Rakyat Jabar juga mendesak DPRD Jabar dan kabupaten membentuk pansus untuk menyelidiki insiden kaki gajah ini.
(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)


