Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 10/03/2010 09:33 WIB
Bandung Blues Society
Dekatkan Musik Blues ke Anak Muda -
Selasa, 09/03/2010 09:43 WIB
Angklung Toel
Tak Perlu Digoyang, Cukup Disentuh -
Sabtu, 06/03/2010 16:32 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Bunga Antorium untuk Gubernur -
Sabtu, 06/03/2010 15:46 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Adu Harga di Gedung Bekas Pengadilan -
Sabtu, 06/03/2010 14:33 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Suara Lantang di Antara Lukisan -
Sabtu, 06/03/2010 12:14 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Kala Lukisan Jadi Sarana Bantu Saudara
Indeks Berita
Minggu, 08/11/2009 10:18 WIB
AWI Ciptakan Bisnis dari Angklung
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Pecinta kesenian angklung tidak hanya datang di dalam negeri. Terbukti dengan tercatatnya 1.000 lebih anggota Angklung Web Institute (AWI) yang datang dari berbagai negara.
Budi Supardiman, pimpinan AWI memaparkan, AWI berdiri tahun 2003 dalam bentuk web yakni www.angklung-web-institute.com. Berdirinya situs ini dilatarbelakangi keinginan untuk mengembangkan musik angklung.
"Anggota kita 1.000 lebih dari berbagai negara. Misalnya grup angklung orang Indonesia di sebuah negara, bahkan ada juga grup angklung yang anggotanya warga Jerman semua," tutur Budi usai konser angklung 'Crossing Borders' di Balai Sartika, Jumat (6/11/2009) malam.
Namun tidak hanya bergerak dalam pelestarian seni, melalui situs ini Budi menuturkan AWI ingin menciptakan bisnis. Ada tiga tahapan yakni konten berupa artikel tentang angklung dan partitur-partitur angklung kemudian ada komunikasi dengan anggota dan ketiga e-commerce yang berujung pada dunia bisnis.
Bisnis dalam hal ini bisa tertuju pada kursus angklung, tawaran bermain angklung, hingga pemesanan angklung. "Pelatih kita bahkan dipanggil untuk melatih angklung di Singapura," ujar Budi.
Anggota AWI di Bandung sendiri tidaklah tetap. Menurut Budi, siapapun diperbolehkan jika ingin belajar angklung di AWI, bahkan tidak mengikat dan gratis. "Mereka bisa datang kapan saja, kalau tidak betah mau keluar silahkan saja," tutur Budi.
Tapi di AWI lah satu-satunya grup yang menampung anggota dari berbagai kalangan. Tidak harus terbatas kampus atau instansi. Dalam satu grup Temen AWI Angklung Orcesthra misalnya, paling kecil usia SD dan paling tua usia 60-an.
Temen AWI Angklung Orchestra sendiri, menurut Angklung Team Relation Manager, Roswita Amelinda, mulai dirintis Februari 2009 lalu dengan jumlah anggota awal hanya 50. Tapi kemudian berkembang menjadi 150 orang.
Roswita pun mengakui kebebasan keanggotaan AWI menjadi salah satu kendala, namun AWI tetap konsisten dengan menggulirkan strategi yang bisa membuat anggota bertahan. Antara lain dengan membangun atmosfer kekeluargaan dan memberikan semangat dengan diberikan kesempatan untuk tampil.
"Selain itu kita juga kuat diadministrasi sehingga bisa diketahui siapa saja yang latihan di AWI," tambah Roswita.
Ingin bergabung di AWI? Silahkan buka situsnya atau datang ke Sekretariat AWI di Braga City Walk lantai 2 FII-07K Jalan Braga.(ema/ahy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
AWI Ciptakan Bisnis dari Angklung
Ema Nur Arifah - detikBandung
Foto Terkait
Budi Supardiman, pimpinan AWI memaparkan, AWI berdiri tahun 2003 dalam bentuk web yakni www.angklung-web-institute.com. Berdirinya situs ini dilatarbelakangi keinginan untuk mengembangkan musik angklung.
"Anggota kita 1.000 lebih dari berbagai negara. Misalnya grup angklung orang Indonesia di sebuah negara, bahkan ada juga grup angklung yang anggotanya warga Jerman semua," tutur Budi usai konser angklung 'Crossing Borders' di Balai Sartika, Jumat (6/11/2009) malam.
Namun tidak hanya bergerak dalam pelestarian seni, melalui situs ini Budi menuturkan AWI ingin menciptakan bisnis. Ada tiga tahapan yakni konten berupa artikel tentang angklung dan partitur-partitur angklung kemudian ada komunikasi dengan anggota dan ketiga e-commerce yang berujung pada dunia bisnis.
Bisnis dalam hal ini bisa tertuju pada kursus angklung, tawaran bermain angklung, hingga pemesanan angklung. "Pelatih kita bahkan dipanggil untuk melatih angklung di Singapura," ujar Budi.
Anggota AWI di Bandung sendiri tidaklah tetap. Menurut Budi, siapapun diperbolehkan jika ingin belajar angklung di AWI, bahkan tidak mengikat dan gratis. "Mereka bisa datang kapan saja, kalau tidak betah mau keluar silahkan saja," tutur Budi.
Tapi di AWI lah satu-satunya grup yang menampung anggota dari berbagai kalangan. Tidak harus terbatas kampus atau instansi. Dalam satu grup Temen AWI Angklung Orcesthra misalnya, paling kecil usia SD dan paling tua usia 60-an.
Temen AWI Angklung Orchestra sendiri, menurut Angklung Team Relation Manager, Roswita Amelinda, mulai dirintis Februari 2009 lalu dengan jumlah anggota awal hanya 50. Tapi kemudian berkembang menjadi 150 orang.
Roswita pun mengakui kebebasan keanggotaan AWI menjadi salah satu kendala, namun AWI tetap konsisten dengan menggulirkan strategi yang bisa membuat anggota bertahan. Antara lain dengan membangun atmosfer kekeluargaan dan memberikan semangat dengan diberikan kesempatan untuk tampil.
"Selain itu kita juga kuat diadministrasi sehingga bisa diketahui siapa saja yang latihan di AWI," tambah Roswita.
Ingin bergabung di AWI? Silahkan buka situsnya atau datang ke Sekretariat AWI di Braga City Walk lantai 2 FII-07K Jalan Braga.(ema/ahy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)




