Berita Lain

Indeks Berita

Kamis, 05/11/2009 11:19 WIB
Ledakan di Cimahi
Perakit Bom Hanya Pengangguran, Ibunya Buruh Cuci
Erna Mardiana - detikBandung



Bandung - Untuk kebutuhan sehari-hari, Nengsih (54) menghidupi keluarganya menjadi buruh cuci. Sementara Abda Dzikri (24), perakit bom, pengangguran. Setiap bulan sekali mereka pergi ke Jakarta untuk mengambil uang dari saudara mereka.

"Biasanya setiap hari, Ibu Nengsih menjemur banyak sekali pakaian, karena dia menjadi buruh cuci. Nyucinya di tempat mandi umum," tutur Rosyid, tetangga yang rumahnya berada di depan rumah Nengsih, Kampung Cipanawar RT 1 RW 9, Cipageran, Kota Cimahi, Kamis (5/11/2009).

Nengsih hidup bersama dua anaknya, Abda dan Faturrahman (9). "Mereka itu pindahan dari Jakarta, baru sekitar dua tahun di sini. Beli tanah 4 tumbak (56 meter persegi-red) dan bangun rumah di sini," katanya.

Meski sudah pindah dari Jakarta, namun Nengsih dan anak-anaknya satu bulan sekali selalu berkunjung ke rumah saudaranya di Jakarta. "Katanya sih ambil uang. Karena memang setiap pulang dari Jakarta, mereka selalu membawa satu karung beras," ujar Rosyid.

Rosyid menuturkan jika keluarga Nengsih memang hidup di bawah garis kemiskinan. "Listrik saja ngambil dari tetangga, itu juga malam hari saja nyalanya. Mereka juga enggak punya tivi. Radio juga enggak punya," tuturnya. Bahkan menurut salah seorang anggota polisi yang masuk ke dalam rumah, keluarga Nengsih hanya mempunyai kasur lipat yang sudah lusuh. Lemari pun tak punya.

Kondisi ekonomi yang mengimpit itulah diyakini Rosyid menjadi penyebab keluarga itu seperti terganggu mentalnya. "Abda itu sering ngoceh sendiri, trus seringkali menyiksa ibunya. Ibunya juga sama, sering ngoceh sendiri kalau lagi bawa air," ujar Rosyid.
(ern/ern)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :