Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Senin, 23/11/2009 17:59 WIB
Harga Hewan Kurban Naik Sekitar 30 Persen -
Senin, 23/11/2009 17:53 WIB
Ngebacok dan Merampas Tas, Dua Anggota GBR Diringkus -
Senin, 23/11/2009 17:39 WIB
Penjual Hewan Kurban di Gatsu Minta Diperiksa Distan -
Senin, 23/11/2009 16:45 WIB
Dapat Penjelasan dari Karutan, Massa FPI Bubarkan Diri -
Senin, 23/11/2009 15:55 WIB
Mendiknas Punya Suara 35 Persen untuk Pilih Rektor ITB Baru -
Senin, 23/11/2009 15:45 WIB
Pimpinan Ponpes Miftahul Ulum Ditahan, FPI Geruduk Kebon Waru
Indeks Berita
Kamis, 05/11/2009 10:47 WIB
Iptek Berkembang, TNI Dituntut Berpikir Kritis dan Inovatif
Baban Gandapurnama - detikBandung
Bandung -
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan bisa membuat pola pikir prajurit TNI berubah menjadi kritis, inovatif, dan sistematis. Selain itu, prajurit pun diminta jangan mudah diadu domba karena akan memperlemah ketahanan bangsa.
Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, saat memberikan amanat dalam acara upacara Penutupan Pendidian Reguler ke 47 Seskoad Tahun Anggaran 2009 di Gedung A Yani Sesko AD Jalan Gatot Subroto Bandung, Kamis (5/11/2009).
"Perkembangan pengetahuan dan teknologi menjadikan perubahan terhadap pola pikir, sikap dan tindak manusia. Termasuk di antaranya ahli perang dalam mempelajari dan memprediksi ancaman satu negara," ujarnya.
Dia juga menambahkan, rendahnya daya saing serta tidak maksimalnya pelaksanaan disiplin dan mudahnya diadu domba, akan menyebabkan negara ini menjadi lemah.
"Mudahnya diadu domba serta rendahnya komitmen kebangsaan, diperparah dengan kuatnya kepentingan politik praktis beberapa komponen bangsa, yang menjadi penyebab berbagai kelemahan. Hal tersebut merupakan cikal-bakal bakal retaknya sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bertanah air," kata Agustadi.
Maka dari itu, menurut Agustadi, prajurit angkatan darat sebagai salah satu komponen bangsa, senantiasa mendukung dan mendorong upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahahan nasional, baik di bidang ekonomi politik dan sosial budaya.
"Sehingga potensi berbagai ancaman bangsa lain terhadap bangsa dan negara Indonesia dapat dieliminir seminimal mungkin," pungkasnya.
(avi/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Iptek Berkembang, TNI Dituntut Berpikir Kritis dan Inovatif
Baban Gandapurnama - detikBandung
Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, saat memberikan amanat dalam acara upacara Penutupan Pendidian Reguler ke 47 Seskoad Tahun Anggaran 2009 di Gedung A Yani Sesko AD Jalan Gatot Subroto Bandung, Kamis (5/11/2009).
"Perkembangan pengetahuan dan teknologi menjadikan perubahan terhadap pola pikir, sikap dan tindak manusia. Termasuk di antaranya ahli perang dalam mempelajari dan memprediksi ancaman satu negara," ujarnya.
Dia juga menambahkan, rendahnya daya saing serta tidak maksimalnya pelaksanaan disiplin dan mudahnya diadu domba, akan menyebabkan negara ini menjadi lemah.
"Mudahnya diadu domba serta rendahnya komitmen kebangsaan, diperparah dengan kuatnya kepentingan politik praktis beberapa komponen bangsa, yang menjadi penyebab berbagai kelemahan. Hal tersebut merupakan cikal-bakal bakal retaknya sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bertanah air," kata Agustadi.
Maka dari itu, menurut Agustadi, prajurit angkatan darat sebagai salah satu komponen bangsa, senantiasa mendukung dan mendorong upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahahan nasional, baik di bidang ekonomi politik dan sosial budaya.
"Sehingga potensi berbagai ancaman bangsa lain terhadap bangsa dan negara Indonesia dapat dieliminir seminimal mungkin," pungkasnya.
(avi/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




