Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 04/11/2009 08:36 WIB
Acung Jempol untuk Kupat Tahu Gempol -
Jumat, 30/10/2009 09:00 WIB
Sepiring Gado-gado yang Bikin Kenyang -
Jumat, 30/10/2009 08:45 WIB
Terkenang Gado-gado Tengku Angkasa -
Sabtu, 22/08/2009 10:41 WIB
Yuk,Cari Tempat Buka Puasa di Bandung! -
Sabtu, 08/08/2009 10:34 WIB
Es Duren Online
Bisa Pesan Sambil Chatting -
Sabtu, 08/08/2009 09:25 WIB
Melepas Dahaga Dengan Es Duren Online
Indeks Berita
Rabu, 04/11/2009 09:37 WIB
Kupat Tahu Gempol
Bumbu Berkualitas, Rasa pun Pas
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Bumbu menjadi faktor penentu kelezatan sebuah masakan. Begitupun dengan Kupat Tahu Gempol, kualitas bumbu dan rasanya benar-benar diperhatikan H Achdan (71), sang pengelola.
Di usia yang sudah lanjut, Achdan masih mengontrol kualitas rasa bumbu. Sepuluh pegawainya memiliki pekerjaan yang spesifik. Misalnya ada yang bagian mengerjakan bumbu kacang, bagian pembuat lontong dan lain-lain.
Untuk bumbu menjadi perhatian utama. Dibuat dari campuran kacang tanah, santan, air asam, gula putih dan gula merah. Achdan memaparkan awalnya kacang disangrai lalu dibuang kulitnya agar benar-benar bersih. Setelah itu kacang digiling sampai halus.
Selanjutnya kacang dimasak bersama santan. Untuk 15 kilogram kacang dicampur dengan 8 kilogram santan kemudian dicampur cabe merah, bawang merah dan bawang putih. Dimasak dengan air asam sebanyak 1 ons, lalu ditambah gula aren dan gula putih.
"Pemberian asam bukan untuk memberikan rasa asam pada bumbu tapi biar rasanya pas," ujar Achdan. Saat dicampurkan dengan lontong dan tahu yang agak asin, rasa kupat tahu pun berpadu begitu pas. Mungkin rasa inilah yang membuat tempat ini terus didatangi pembeli.
Tak hanya pembuatan bumbu yang diperhatikan, menurut Achdan, beras yang digunakannya pun bukan beras biasa, tapi beras khusus lontong yang harganya bisa satu setengah lipat harga beras biasa.
"Saya gunakan beras spesial tidak asal beras tapi beras untuk lontong," ujarnya. Dalam satu hari, untuk Kupat Tahu Gempol dan seluruh cabangnya menghabiskan 10 kilogram beras. Sedangkan Sabtu dan Minggu bisa tiga kali lipatnya.
Lontong yang lembut, dicampur potongan tahu Cibuntu, tauge, lalu diguyur bumbu, bawang goreng lalu kerupuk warna merah muda. Satu porsinya memang cukup tinggi dibandingkan kupat tahu kebanyakan yaitu Rp 10 ribu.
Tapi terbukti harga bukanlah pertimbangan mengingat pembeli pun terus berdatangan.
(ema/avi)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kupat Tahu Gempol
Bumbu Berkualitas, Rasa pun Pas
Ema Nur Arifah - detikBandung
Di usia yang sudah lanjut, Achdan masih mengontrol kualitas rasa bumbu. Sepuluh pegawainya memiliki pekerjaan yang spesifik. Misalnya ada yang bagian mengerjakan bumbu kacang, bagian pembuat lontong dan lain-lain.
Untuk bumbu menjadi perhatian utama. Dibuat dari campuran kacang tanah, santan, air asam, gula putih dan gula merah. Achdan memaparkan awalnya kacang disangrai lalu dibuang kulitnya agar benar-benar bersih. Setelah itu kacang digiling sampai halus.
Selanjutnya kacang dimasak bersama santan. Untuk 15 kilogram kacang dicampur dengan 8 kilogram santan kemudian dicampur cabe merah, bawang merah dan bawang putih. Dimasak dengan air asam sebanyak 1 ons, lalu ditambah gula aren dan gula putih.
"Pemberian asam bukan untuk memberikan rasa asam pada bumbu tapi biar rasanya pas," ujar Achdan. Saat dicampurkan dengan lontong dan tahu yang agak asin, rasa kupat tahu pun berpadu begitu pas. Mungkin rasa inilah yang membuat tempat ini terus didatangi pembeli.
Tak hanya pembuatan bumbu yang diperhatikan, menurut Achdan, beras yang digunakannya pun bukan beras biasa, tapi beras khusus lontong yang harganya bisa satu setengah lipat harga beras biasa.
"Saya gunakan beras spesial tidak asal beras tapi beras untuk lontong," ujarnya. Dalam satu hari, untuk Kupat Tahu Gempol dan seluruh cabangnya menghabiskan 10 kilogram beras. Sedangkan Sabtu dan Minggu bisa tiga kali lipatnya.
Lontong yang lembut, dicampur potongan tahu Cibuntu, tauge, lalu diguyur bumbu, bawang goreng lalu kerupuk warna merah muda. Satu porsinya memang cukup tinggi dibandingkan kupat tahu kebanyakan yaitu Rp 10 ribu.
Tapi terbukti harga bukanlah pertimbangan mengingat pembeli pun terus berdatangan.
(ema/avi)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)




