Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 15/02/2012 08:54 WIB
Sshahh..Sensasi Mi Super Pedas ala Mie Konslet -
Selasa, 13/12/2011 11:18 WIB
Gurihnya Camilan Jepang Okonomiyaki -
Rabu, 11/05/2011 12:53 WIB
Fastfood Mobile Ala Burripop -
Rabu, 11/05/2011 10:15 WIB
Burripop
Burger Pedas dengan Olesan Sambal Durjana -
Rabu, 11/05/2011 09:39 WIB
Burripop, Makanan Cepat Saji Kontemporer -
Rabu, 27/04/2011 09:55 WIB
Serbu Aneka Makanan Seru di Serba Rame Yuk!
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Rabu, 04/11/2009 09:37 WIB
Kupat Tahu Gempol
Bumbu Berkualitas, Rasa pun Pas
Ema Nur Arifah - detikBandung
Bandung -
Bumbu menjadi faktor penentu kelezatan sebuah masakan. Begitupun dengan Kupat Tahu Gempol, kualitas bumbu dan rasanya benar-benar diperhatikan H Achdan (71), sang pengelola.
Di usia yang sudah lanjut, Achdan masih mengontrol kualitas rasa bumbu. Sepuluh pegawainya memiliki pekerjaan yang spesifik. Misalnya ada yang bagian mengerjakan bumbu kacang, bagian pembuat lontong dan lain-lain.
Untuk bumbu menjadi perhatian utama. Dibuat dari campuran kacang tanah, santan, air asam, gula putih dan gula merah. Achdan memaparkan awalnya kacang disangrai lalu dibuang kulitnya agar benar-benar bersih. Setelah itu kacang digiling sampai halus.
Selanjutnya kacang dimasak bersama santan. Untuk 15 kilogram kacang dicampur dengan 8 kilogram santan kemudian dicampur cabe merah, bawang merah dan bawang putih. Dimasak dengan air asam sebanyak 1 ons, lalu ditambah gula aren dan gula putih.
"Pemberian asam bukan untuk memberikan rasa asam pada bumbu tapi biar rasanya pas," ujar Achdan. Saat dicampurkan dengan lontong dan tahu yang agak asin, rasa kupat tahu pun berpadu begitu pas. Mungkin rasa inilah yang membuat tempat ini terus didatangi pembeli.
Tak hanya pembuatan bumbu yang diperhatikan, menurut Achdan, beras yang digunakannya pun bukan beras biasa, tapi beras khusus lontong yang harganya bisa satu setengah lipat harga beras biasa.
"Saya gunakan beras spesial tidak asal beras tapi beras untuk lontong," ujarnya. Dalam satu hari, untuk Kupat Tahu Gempol dan seluruh cabangnya menghabiskan 10 kilogram beras. Sedangkan Sabtu dan Minggu bisa tiga kali lipatnya.
Lontong yang lembut, dicampur potongan tahu Cibuntu, tauge, lalu diguyur bumbu, bawang goreng lalu kerupuk warna merah muda. Satu porsinya memang cukup tinggi dibandingkan kupat tahu kebanyakan yaitu Rp 10 ribu.
Tapi terbukti harga bukanlah pertimbangan mengingat pembeli pun terus berdatangan.
(ema/avi)
Kupat Tahu Gempol
Bumbu Berkualitas, Rasa pun Pas
Ema Nur Arifah - detikBandung
Di usia yang sudah lanjut, Achdan masih mengontrol kualitas rasa bumbu. Sepuluh pegawainya memiliki pekerjaan yang spesifik. Misalnya ada yang bagian mengerjakan bumbu kacang, bagian pembuat lontong dan lain-lain.
Untuk bumbu menjadi perhatian utama. Dibuat dari campuran kacang tanah, santan, air asam, gula putih dan gula merah. Achdan memaparkan awalnya kacang disangrai lalu dibuang kulitnya agar benar-benar bersih. Setelah itu kacang digiling sampai halus.
Selanjutnya kacang dimasak bersama santan. Untuk 15 kilogram kacang dicampur dengan 8 kilogram santan kemudian dicampur cabe merah, bawang merah dan bawang putih. Dimasak dengan air asam sebanyak 1 ons, lalu ditambah gula aren dan gula putih.
"Pemberian asam bukan untuk memberikan rasa asam pada bumbu tapi biar rasanya pas," ujar Achdan. Saat dicampurkan dengan lontong dan tahu yang agak asin, rasa kupat tahu pun berpadu begitu pas. Mungkin rasa inilah yang membuat tempat ini terus didatangi pembeli.
Tak hanya pembuatan bumbu yang diperhatikan, menurut Achdan, beras yang digunakannya pun bukan beras biasa, tapi beras khusus lontong yang harganya bisa satu setengah lipat harga beras biasa.
"Saya gunakan beras spesial tidak asal beras tapi beras untuk lontong," ujarnya. Dalam satu hari, untuk Kupat Tahu Gempol dan seluruh cabangnya menghabiskan 10 kilogram beras. Sedangkan Sabtu dan Minggu bisa tiga kali lipatnya.
Lontong yang lembut, dicampur potongan tahu Cibuntu, tauge, lalu diguyur bumbu, bawang goreng lalu kerupuk warna merah muda. Satu porsinya memang cukup tinggi dibandingkan kupat tahu kebanyakan yaitu Rp 10 ribu.
Tapi terbukti harga bukanlah pertimbangan mengingat pembeli pun terus berdatangan.
(ema/avi)


Sending your message