Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 11:00 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole
Koesnadi: Makin Tua Makin Takut Terbang -
Sabtu, 07/11/2009 08:56 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole -
Kamis, 22/10/2009 14:10 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Tidak Ada Tulisan Jelek -
Kamis, 22/10/2009 10:04 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Dokumentasikan Kehidupan di Buku Harian -
Kamis, 22/10/2009 08:52 WIB
Sundea 'Salamatahari'
'Pena dan Kertas Adalah Hidupku'
Indeks Berita
Jumat, 30/10/2009 10:43 WIB
Iskandarsyah Berian
Tinggalkan Kick Boxing untuk Berdakwah
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Sosok Iskandarsyah Berian mungkin banyak yang belum tahu. Tapi yang pasti, pria kelahiran Beograd Yugoslavia, 22 Februari 1963 ini memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi perkembangan olahraga kick boxing di Kota Bandung.
Pria yang akrab dipanggil Pak Is ini atau Kang Is ini, sebelumnya sudah menjajal beberapa ilmu bela diri seperti wushu juga tinju, sampai akhirnya dia memilih kick boxing sebagai bela diri terakhir yang dia tekuni.
"Saya sudah belajar bela diri sejak SD. Berganti-ganti tidak hanya kick boxing, tinju juga pernah," tutur Pak Is ditemui di kediamannya di Jalan Bulutangkis No 24 Arcamanik.
Untuk mempopulerkan kick boxing di Bandung, tahun 1997, Pak Is dengan tiga rekannya yaitu Ahmed, Heri Wijaya, dan Agus Bom mendirikan Kick Boxing Indonesia.
Namun satu per satu, mereka mendirikan organisasi sendiri, termasuk Pak Is yang mendirikan Bodyguard Security Service atau Boss di tahun 2001.
Melalui Boss pula Pak is mencetak atlet-atlet yang bisa berprestasi di kejuaraan tingkat lokal, nasional bahkan internasional. Meski diakuinya, dia sendiri hanya pernah mengikuti kejuaraan tingkat lokal Bandung saja.
Dari tahun 2005-2007, perkembangan kick boxing di Bandung cukup menggembirakan. Namun Pak Is berpendapat, dua tahun terakhir ini perkembangan kick boxing di Bandung kurang bergairah.
Pak Is sendiri, dua tahun yang lalu memutuskan untuk pensiun dari Boss dan kick boxing. Dia menyerahkan kepengurusan Boss pada orang-orang kepercayaannya.
Kehidupan Pak Is pun berubah. Hatinya terpanggil untuk memperbanyak hubungannya dengan Sang Pencipta. Kesehariannya kini, lebih banyak diisi untuk berdakwah dari daerah satu ke daerah lainnya, bahkan lintas negara.
Saat ditanya keterlibatannya dengan Boss dan kick boxing saat ini, Pak Is hanya menjawab, "Sekarang saya cukup melihat saja," ujarnya sambil tertawa.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Iskandarsyah Berian
Tinggalkan Kick Boxing untuk Berdakwah
Ema Nur Arifah - detikBandung
Pria yang akrab dipanggil Pak Is ini atau Kang Is ini, sebelumnya sudah menjajal beberapa ilmu bela diri seperti wushu juga tinju, sampai akhirnya dia memilih kick boxing sebagai bela diri terakhir yang dia tekuni.
"Saya sudah belajar bela diri sejak SD. Berganti-ganti tidak hanya kick boxing, tinju juga pernah," tutur Pak Is ditemui di kediamannya di Jalan Bulutangkis No 24 Arcamanik.
Untuk mempopulerkan kick boxing di Bandung, tahun 1997, Pak Is dengan tiga rekannya yaitu Ahmed, Heri Wijaya, dan Agus Bom mendirikan Kick Boxing Indonesia.
Namun satu per satu, mereka mendirikan organisasi sendiri, termasuk Pak Is yang mendirikan Bodyguard Security Service atau Boss di tahun 2001.
Melalui Boss pula Pak is mencetak atlet-atlet yang bisa berprestasi di kejuaraan tingkat lokal, nasional bahkan internasional. Meski diakuinya, dia sendiri hanya pernah mengikuti kejuaraan tingkat lokal Bandung saja.
Dari tahun 2005-2007, perkembangan kick boxing di Bandung cukup menggembirakan. Namun Pak Is berpendapat, dua tahun terakhir ini perkembangan kick boxing di Bandung kurang bergairah.
Pak Is sendiri, dua tahun yang lalu memutuskan untuk pensiun dari Boss dan kick boxing. Dia menyerahkan kepengurusan Boss pada orang-orang kepercayaannya.
Kehidupan Pak Is pun berubah. Hatinya terpanggil untuk memperbanyak hubungannya dengan Sang Pencipta. Kesehariannya kini, lebih banyak diisi untuk berdakwah dari daerah satu ke daerah lainnya, bahkan lintas negara.
Saat ditanya keterlibatannya dengan Boss dan kick boxing saat ini, Pak Is hanya menjawab, "Sekarang saya cukup melihat saja," ujarnya sambil tertawa.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)





