Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 31/10/2009 10:18 WIB
Rock n' Roll Hair Cutting
Digandrungi Band Indie dan Major Label -
Sabtu, 31/10/2009 08:56 WIB
Ubah Gaya Rambut ala Rock n' Roll -
Rabu, 28/10/2009 08:19 WIB
Distro pun Bisa Bela Diri -
Sabtu, 17/10/2009 09:10 WIB
RockHouse Festival
Berburu Clothing Murah Tapi Tidak Murahan -
Jumat, 16/10/2009 13:26 WIB
Polite
Butik Muslimah yang Peduli Lingkungan
Indeks Berita
Rabu, 28/10/2009 11:02 WIB
Pasarkan Jab Secara Door to Door
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Usia tiga bulan belumlah bisa dikatakan matang untuk sebuah usaha. Jab masih mencari-cari pasar yang potensial untuk perkembangan bisnis ke depannya.
"Kita masih lihat pasar. Sekarang belum ramai," tutur Pengelola Jab Rina (32),yang berbalut blouse warna kuning ini.
Untuk awal, hanya orang-orang terdekat yang berkunjung. Tentunya orang-orang yang berkaitan dengan bela diri seperti atlet tinju, kick boxing, karate dan lain-lain.
Tapi tidak hanya diam di tempat, untuk lebih mempromosikan Jab, sistem penjualan door to door pun dijabani. Menurut Rina, dia dibantu pengelola Jab lainnya mendatangi perguruan-perguruan tinggi di Bandung dan membagikan katalog.
"Kita ngajak kerjasama kalau mereka ingin membuat kaos atau kalung, aksesoris bela diri," tuturnya. Dengan begitu, Rina berharap, akan ada timbal balik dari setiap perguruan yang bisa menguntungkan Jab sekaligus komunitas bela diri.
Ditambahkan Rina, meski Jab terlihat membidik pasar yang segmented yaitu komunitas bela diri, tapi harapannya bisa meluas ke masyarakat umum. Toh, yang menyukai bela diri juga tidak harus orang perguruan atau yang berkecimpung dalam bidang tersebut.
Sementara itu ditemui di kediamannya Jalan Bulutangkis Arcamanik, pemilik Jab, Iskandarsyah Berian berharap dengan munculnya Jab, para anggota komunitas bela diri tidak harus terpaku dengan seragam perguruannya masing-masing.
Dengan keberadaan Jab, sambung Pak Is, sapaan akrabnya, semoga mereka bisa lebih bebas mengekpresikan jiwa bela diri mereka.(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pasarkan Jab Secara Door to Door
Ema Nur Arifah - detikBandung
"Kita masih lihat pasar. Sekarang belum ramai," tutur Pengelola Jab Rina (32),yang berbalut blouse warna kuning ini.
Untuk awal, hanya orang-orang terdekat yang berkunjung. Tentunya orang-orang yang berkaitan dengan bela diri seperti atlet tinju, kick boxing, karate dan lain-lain.
Tapi tidak hanya diam di tempat, untuk lebih mempromosikan Jab, sistem penjualan door to door pun dijabani. Menurut Rina, dia dibantu pengelola Jab lainnya mendatangi perguruan-perguruan tinggi di Bandung dan membagikan katalog.
"Kita ngajak kerjasama kalau mereka ingin membuat kaos atau kalung, aksesoris bela diri," tuturnya. Dengan begitu, Rina berharap, akan ada timbal balik dari setiap perguruan yang bisa menguntungkan Jab sekaligus komunitas bela diri.
Ditambahkan Rina, meski Jab terlihat membidik pasar yang segmented yaitu komunitas bela diri, tapi harapannya bisa meluas ke masyarakat umum. Toh, yang menyukai bela diri juga tidak harus orang perguruan atau yang berkecimpung dalam bidang tersebut.
Sementara itu ditemui di kediamannya Jalan Bulutangkis Arcamanik, pemilik Jab, Iskandarsyah Berian berharap dengan munculnya Jab, para anggota komunitas bela diri tidak harus terpaku dengan seragam perguruannya masing-masing.
Dengan keberadaan Jab, sambung Pak Is, sapaan akrabnya, semoga mereka bisa lebih bebas mengekpresikan jiwa bela diri mereka.(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




