Berita Lain

Indeks Berita

Selasa, 27/10/2009 09:09 WIB
Menginap di Hijaunya Panorama Lembah Ciumbuleuit
Ema Nur Arifah - detikBandung



Dokumentasi/ist
Bandung - Aroma Bandung yang segar menjadi magnet bagi para pelancong untuk bertandang. Bukan hanya melimpahnya wisata kuliner yang dikejar, tapi bagi sebagian wisatawan, kenyamanan menginap pun jadi pertimbangan.

Tidak salah jika Hotel Padma di Jalan Rancabentang 56-58 Ciumbuleuit, jadi salah satu pilihan. Hamparan bukit hijau yang terbentang terlihat dari balkon kamar atau restoran seperti menggambarkan Bandung sesungguhnya, yang 'diriung ku gunung' (dikelilingi gunung-red).

Hotel Padma bukanlah hotel baru, sebelumnya bernama Hotel Malya, lalu di pergantian tahun 2008-2009 berganti menjadi Hotel Padma. Nama Padma, seperti halnya Malya, juga diambil dari nama bunga.

Posisi Hotel Padma yang ada di Kawasan Bandung Utara (KBU), menurut Marketing Communication Manager Arief Kadaryono A.S berada tepat di lembah. Sehingga bangunan hotel pun beda dari bangunan hotel pada umumnya. Karena bentuk lembah yang menurun, jangan heran, jika makin bertambah angka lantai, bukannya naik tapi malah turun.

Tanpa embel-embel hotel berbintang, Hotel Padma menancapkan identitas sebagai butik hotel atau resort.

Arief menuturkan sejak peralihan nama, jumlah kamar Hotel Padma ditambah. "Dari semula hanya 54 kamar, kini ditambah 70 kamar jadi total 124 kamar," tutur pria yang hobi touring dengan sepeda motor ini.

Otomatis jumlah lantai pun bertambah, dari semula di bangunan lama hanya 5 lantai, kini di bangunan baru jadi 9 lantai. Pembangunan rencananya akan rampung bulan Desember 2009.

Nuansa kayu yang kental pada bangunan lama menurut Arief masih dipertahankan, namun dimodifikasi agar lebih modern dan minimalis.

Selain itu, bangunan hotel juga dilengkapi dengan pilar tahan gempa yang menyangga sampai ke dasar lembah. "Sehingga kalaupun ada gempa tidak akan ambruk," ujar Arief.

Dari luas 5 hektar lahan, hanya 2 hektar saja yang digunakan untuk bangunan hotel. Menyisakan hamparan alam yang hijau dan segar seluas 3 hektar. "Memang syaratnya harus begitu," tutur Arief.

Panorama alam tersebut tak hanya disimpan sebagai pemanis, tapi juga dimanfaatkan untuk outbond tamu hotel. Ada dua jalur trekking yang bisa dipilih, tergantung dari keinginan tamu hotel yang disesuaikan dengan kekuatan fisik.

"Ada yang menempuh waktu 30 menit dan ada juga yang 60 menit," tutur Arief. Yang membedakan adalah medan yang dilalui dimana jalur-jalur sulit termasuk jalur yang menanjak tentu membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama. Selain outbond ada juga flying fox dan wall climbing.

Tapi fasilitas outbond ini, imbuh Arief, hanya boleh digunakan untuk tamu menginap atau meeting.(ema/ern)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :