Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 11:00 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole
Koesnadi: Makin Tua Makin Takut Terbang -
Sabtu, 07/11/2009 08:56 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole -
Jumat, 30/10/2009 10:43 WIB
Iskandarsyah Berian
Tinggalkan Kick Boxing untuk Berdakwah -
Kamis, 22/10/2009 10:04 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Dokumentasikan Kehidupan di Buku Harian -
Kamis, 22/10/2009 08:52 WIB
Sundea 'Salamatahari'
'Pena dan Kertas Adalah Hidupku'
Indeks Berita
Kamis, 22/10/2009 14:10 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Tidak Ada Tulisan Jelek
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Kebanyakan orang kerap enggan menulis karena bingung akan menulis apa atau takut tulisannya dibilang tidak bagus. Padahal dengan membiasakan menulis, tidak ada tulisan yang tidak bagus.
"Sebenarnya keliru kalau orang takut menulis karena takut hasilnya jelek. Saya sendiri yakin tidak ada tulisan yang jelek. Semua tulisan bagus, tergantung darimana orang mengapresiasi tulisan itu," tutur Sundea (28), seorang penulis yang telah merintis jadi penulis sejak 23 tahun lalu.
Dea menambahkan, menulis tidak memerlukan media khusus. "Orang sekarang mikirnya nulis harus langsung di laptop dan ditulis secara serius. Padahal tidak perlu sebegitunya sebenarnya.
Menulis bisa dilakukan di mana saja, tidak perlu di atas kertas. Saya pun bisa menulis di media apapun kalau tidak ada kertas, dan lagi tidak perlu banyak berpikir untuk menulis," ujar Dea.
Menyoal perlunya menulis sejak dini, Dea menyetujuinya. "Menulis memang sebaiknya dilakukan sejak anak mengenal huruf. Tapi sebaiknya jadikan menulis adalah sebuah permainan. Bukan kewajiban atau pelajaran," imbuh Dea.
Dea yang juga mengajar anak-anak menulis kreatif ini mengaku tidak pernah mengkritisi tulisan anak yang diajarnya. "Bebas aja, setiap menulis saya selalu membaca dan malah bisa tahu apa yang ada di imajinasi anak-anak itu," ujar Dea.
Selain itu, Dea sedikit mengkritisi mengenai pembelajaran menulis di sekolah-sekolah. Menurutnya, pembelajaran mengarang di sekolah pakemnya terlalu baku dan menghambat orang untuk berani menulis.
"Saya sendiri adalah penulis yang selalu melawan pakem yang ada. Jadi buat yang ingin menulis, rasanya tidak perlu memperhatikan secara serius pola-pola pengajaran menulis yang baku di sekolah. Goreskan aja pena di atas kertas," tutup Dea.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sundea 'Salam Matahari'
Tidak Ada Tulisan Jelek
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
"Sebenarnya keliru kalau orang takut menulis karena takut hasilnya jelek. Saya sendiri yakin tidak ada tulisan yang jelek. Semua tulisan bagus, tergantung darimana orang mengapresiasi tulisan itu," tutur Sundea (28), seorang penulis yang telah merintis jadi penulis sejak 23 tahun lalu.
Dea menambahkan, menulis tidak memerlukan media khusus. "Orang sekarang mikirnya nulis harus langsung di laptop dan ditulis secara serius. Padahal tidak perlu sebegitunya sebenarnya.
Menulis bisa dilakukan di mana saja, tidak perlu di atas kertas. Saya pun bisa menulis di media apapun kalau tidak ada kertas, dan lagi tidak perlu banyak berpikir untuk menulis," ujar Dea.
Menyoal perlunya menulis sejak dini, Dea menyetujuinya. "Menulis memang sebaiknya dilakukan sejak anak mengenal huruf. Tapi sebaiknya jadikan menulis adalah sebuah permainan. Bukan kewajiban atau pelajaran," imbuh Dea.
Dea yang juga mengajar anak-anak menulis kreatif ini mengaku tidak pernah mengkritisi tulisan anak yang diajarnya. "Bebas aja, setiap menulis saya selalu membaca dan malah bisa tahu apa yang ada di imajinasi anak-anak itu," ujar Dea.
Selain itu, Dea sedikit mengkritisi mengenai pembelajaran menulis di sekolah-sekolah. Menurutnya, pembelajaran mengarang di sekolah pakemnya terlalu baku dan menghambat orang untuk berani menulis.
"Saya sendiri adalah penulis yang selalu melawan pakem yang ada. Jadi buat yang ingin menulis, rasanya tidak perlu memperhatikan secara serius pola-pola pengajaran menulis yang baku di sekolah. Goreskan aja pena di atas kertas," tutup Dea.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)





