Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 21/11/2009 09:30 WIB
Batik Dikukuhkan, Omset Pengusaha Batik Berlipat Ganda -
Jumat, 20/11/2009 09:33 WIB
Naikkan Batik Ciamisan ke Kelas Menengah Atas -
Jumat, 20/11/2009 09:15 WIB
Hampir Punah, YBJB Angkat Batik Ciamisan -
Kamis, 19/11/2009 09:20 WIB
Chef Asing Pesan Kostum Lewat Website -
Kamis, 19/11/2009 09:00 WIB
La Cuisine, Bikin Para Chef Lebih Fashionable -
Selasa, 17/11/2009 09:08 WIB
Pengunjung Didominasi Wisatawan Mancanegara
Indeks Berita
Rabu, 21/10/2009 12:43 WIB
Roemah Batik
Bidik Kalangan Muda Agar Gemar Berbatik
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Sejak berbagai aset budaya bangsa mulai diklaim oleh negara tetangga, salah satunya batik. Semakin banyak pula generasi muda yang bersemangat untuk mempertahankan kekayaan negeri sendiri. Peluang ini lah yang dibidik Roemah Batik.
"Saat ini trennya malah kebalikan. Kalau dulu batik lebih sering dipakai orang dewasa, sekarang malah anak-anak muda yang menggemari batik," tutur Ali Sodikin, pengelola dan pemilik Roemah Batik ketika ditemui detikbandung di tokonya, Jalan Nataendah No 2.
Berubahnya tren ini juga dikarenakan semakin banyaknya motif-motif batik yang tidak terkesan oldies. "Sudah semakin banyak model untuk
anak muda, makanya mereka juga lebih tertarik untuk berbatik," ujar Ali.
Tren ini dijadikan peluang oleh Roemah Batik dengan memprioritaskan produk-produknya untuk generasi muda. "Lebih dari setengah produk
kami desain dan motifnya lebih mengarah untuk kaum muda," ungkap Ali.
Selain itu, Roemah Batik ingin mengarahkan anak-anak muda agar peka budaya bangsa sendiri. "Kalau dulu seringnya imej batik adalah busana yang mahal, sekarang harus dihapus pelan-pelan. Yang ada seharusnya batik adalah pakaian kebanggaan bangsa," ujar Ali.
Batik-batik yang diperuntukan untuk kaum muda desainnya lebih ceria dan casual. "Rata-rata yang datang ke sini sore, habis pulang
kerja sekalian belanja dan didominasi eksmud (eksekutif muda-red)," tutur Ali.
Dalam sehari, Roemah Batik bisa menjual hingga 15 piece batik untuk hari biasa, sedangkan di weekend dan libur bisa mencapai 40 piece.
"Peminatnya kebanyakan masih dari Bandung. Lagian kita memang mengincar pasar lokal. Utamanya agar tidak kesulitan mencari batik," katanya.(dip/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Roemah Batik
Bidik Kalangan Muda Agar Gemar Berbatik
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
"Saat ini trennya malah kebalikan. Kalau dulu batik lebih sering dipakai orang dewasa, sekarang malah anak-anak muda yang menggemari batik," tutur Ali Sodikin, pengelola dan pemilik Roemah Batik ketika ditemui detikbandung di tokonya, Jalan Nataendah No 2.
Berubahnya tren ini juga dikarenakan semakin banyaknya motif-motif batik yang tidak terkesan oldies. "Sudah semakin banyak model untuk
anak muda, makanya mereka juga lebih tertarik untuk berbatik," ujar Ali.
Tren ini dijadikan peluang oleh Roemah Batik dengan memprioritaskan produk-produknya untuk generasi muda. "Lebih dari setengah produk
kami desain dan motifnya lebih mengarah untuk kaum muda," ungkap Ali.
Selain itu, Roemah Batik ingin mengarahkan anak-anak muda agar peka budaya bangsa sendiri. "Kalau dulu seringnya imej batik adalah busana yang mahal, sekarang harus dihapus pelan-pelan. Yang ada seharusnya batik adalah pakaian kebanggaan bangsa," ujar Ali.
Batik-batik yang diperuntukan untuk kaum muda desainnya lebih ceria dan casual. "Rata-rata yang datang ke sini sore, habis pulang
kerja sekalian belanja dan didominasi eksmud (eksekutif muda-red)," tutur Ali.
Dalam sehari, Roemah Batik bisa menjual hingga 15 piece batik untuk hari biasa, sedangkan di weekend dan libur bisa mencapai 40 piece.
"Peminatnya kebanyakan masih dari Bandung. Lagian kita memang mengincar pasar lokal. Utamanya agar tidak kesulitan mencari batik," katanya.(dip/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




