Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 15/09/2009 08:50 WIB
Kriuk-kriuk Dendeng Bakar Mang Eye -
Selasa, 23/06/2009 10:53 WIB
Citarasa Steak Asli Lasem -
Selasa, 31/03/2009 08:57 WIB
Olah Steak dari Rempah Negeri Sendiri -
Selasa, 31/03/2009 08:39 WIB
Road Cafe
Rasa Steak Hotel Berbintang di Kaki Lima -
Rabu, 04/03/2009 09:22 WIB
Gelitik Cabai Sumatera di Sop Buntut Balado
Indeks Berita
Selasa, 20/10/2009 08:39 WIB
Serba Entog di Da Raos
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Anda mungkin tidak asing dengan berbagai olahan bebek. Namun bagaimana dengan olahan entog? Sudah pernahkah anda mencicipi olahan hewan yang masih satu
keluarga dengan bebek ini?
Jika belum dan ingin mencoba, anda bisa menyambangi Da Raos resto di Jalan Lengkong Besar No 85 Bandung.
Di rumah makan ini, menu-menunya semua berbau entog. Seperti entog goreng, opor entog, hingga menu pedesan entog.
Menurut owner Da Raos Heru Agung dipilihnya entog sebagai menu utama, untuk mengangkat citra entog sebagai hewan peliharaan yang berasal dari pedesaan.
"Selama ini orang tahunya hanya bebek saja. Padahal, kita memiliki entog yang jauh lebih nikmat ketimbang bebek. Selain itu saya lihat di Bandung sendiri
hampir tidak ada restoran yang menyajikan entog sebagai menu utamanya," tutur Heru ketika ditemui detikbandung.
Menyoal nama tempatnya sendiri, Heru menginginkan nama yang benar-benar Sunda. "Bingung milih apa ya... Sudah saya pilih kata raos saja yang artinya enak. Depannya saya beri 'da' jadi ada alasan buat orang kembali ke sini, 'da raos' atau 'da enak makan di tempat ini," ujar Heru mengulum senyum.
Semenjak dibuka bulan Agustus lalu, Heru mengaku kehadiran Da Raos cukup diapresiasi masyarakat dengan baik.
"Baru jalan sebulan, sudah cukup lumayan. Dalam sehari, bisa laku 30 sampai 40 porsi per harinya," imbuh Heru.
Menurut Heru, yang membuat cita rasa entog berbeda dengan bebek adalah pakan dari entog itu sendiri.
"Kebanyakan pakan entog masih alami. Beda dengan bebek yang sudah dicampuri konsentrat. Efeknya lebih ke dagingnya.Tekstur daging entog lebih kesat dan
lembut. Selain itu juga tidak amis seperti bebek," ujar Heru lagi.
Meski olahan entog di Da Raos belum terlalu banyak, Heru berencana untuk menambah menu-menu baru seperti sate entog atau bahkan steak entog.
"Mudah-mudahan bisa segera terlaksana," ujarnya.
Untuk menikmati aneka olahan bebek ini, anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Pasalnya masing-masing olahan bebek disini bisa didapat hanya
dengan Rp 15 ribuan saja per porsinya.
Ehm... tertarik mencoba?
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Serba Entog di Da Raos
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
keluarga dengan bebek ini?
Jika belum dan ingin mencoba, anda bisa menyambangi Da Raos resto di Jalan Lengkong Besar No 85 Bandung.
Di rumah makan ini, menu-menunya semua berbau entog. Seperti entog goreng, opor entog, hingga menu pedesan entog.
Menurut owner Da Raos Heru Agung dipilihnya entog sebagai menu utama, untuk mengangkat citra entog sebagai hewan peliharaan yang berasal dari pedesaan.
"Selama ini orang tahunya hanya bebek saja. Padahal, kita memiliki entog yang jauh lebih nikmat ketimbang bebek. Selain itu saya lihat di Bandung sendiri
hampir tidak ada restoran yang menyajikan entog sebagai menu utamanya," tutur Heru ketika ditemui detikbandung.
Menyoal nama tempatnya sendiri, Heru menginginkan nama yang benar-benar Sunda. "Bingung milih apa ya... Sudah saya pilih kata raos saja yang artinya enak. Depannya saya beri 'da' jadi ada alasan buat orang kembali ke sini, 'da raos' atau 'da enak makan di tempat ini," ujar Heru mengulum senyum.
Semenjak dibuka bulan Agustus lalu, Heru mengaku kehadiran Da Raos cukup diapresiasi masyarakat dengan baik.
"Baru jalan sebulan, sudah cukup lumayan. Dalam sehari, bisa laku 30 sampai 40 porsi per harinya," imbuh Heru.
Menurut Heru, yang membuat cita rasa entog berbeda dengan bebek adalah pakan dari entog itu sendiri.
"Kebanyakan pakan entog masih alami. Beda dengan bebek yang sudah dicampuri konsentrat. Efeknya lebih ke dagingnya.Tekstur daging entog lebih kesat dan
lembut. Selain itu juga tidak amis seperti bebek," ujar Heru lagi.
Meski olahan entog di Da Raos belum terlalu banyak, Heru berencana untuk menambah menu-menu baru seperti sate entog atau bahkan steak entog.
"Mudah-mudahan bisa segera terlaksana," ujarnya.
Untuk menikmati aneka olahan bebek ini, anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Pasalnya masing-masing olahan bebek disini bisa didapat hanya
dengan Rp 15 ribuan saja per porsinya.
Ehm... tertarik mencoba?
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




