Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Jumat, 20/11/2009 10:35 WIB
YBJB Luncurkan Buku Saku Batik -
Selasa, 10/11/2009 10:10 WIB
The Teacher's Way
Saat Para Guru Berkarya -
Minggu, 08/11/2009 10:18 WIB
AWI Ciptakan Bisnis dari Angklung -
Jumat, 06/11/2009 09:11 WIB
Jasad Manggung di Thailand -
Kamis, 05/11/2009 09:24 WIB
Film Indonesia Kehilangan Ruh -
Kamis, 05/11/2009 09:10 WIB
Menonton Rendra dalam Kantata Takwa
Indeks Berita
Senin, 19/10/2009 09:59 WIB
Rockhouse Festival
Dangdut dan Sepeda Jadi Magnet Penonton
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Meski berbagai aliran musik sempat nge-hype di tatar Bandung, ternyata ada satu jenis aliran musik yang tidak mengenal kata bosan. Apa itu? Jawabannya adalah dangdut.
Di hari ketiga gelaran Rockhouse Festival Minggu (18/10/2009) setidaknya kondisi itu terbukti. Sejumlah penampil yang membawakan musik dengan kolaborasi dangdut mendapat apresiasi lebih, ketimbang penampil-penampil lainnya.
Sejak sore hari, setelah siang penonton dibuat terpukau oleh penampilan akrobatik sepeda dari komunitas BMX dan Free Trial dengan iringan musik hiphop yang dimainkan dengan apik oleh DJ E dari Cronik, sebagian besar mata yang hadir seolah tersedot oleh penampil di mini stage.
Sundanis, grup hiphop dengan attitude Sunda didaulat menjadi penampil pertama. Ratusan pengunjung Rockhouse Festival yang tadinya sedang memilih-milih pakaian di booth-booth distro, langsung menyremut dibibir panggung.
Penampilan grup yang dimotori Ghettorude cs ini memang berbeda. Jika dua hari sebelumnya mereka membawakan lagu-lagu dari album perdananya, hari ketiga ini mereka membawa nafas baru dengan memasukkan elemen dangdut dalam musik mereka.
"Sebenarnya hanya coba-coba tadinya, masak tiga hari, lagunya yang itu lagi itu lagi. Kami campurkan musik dangdut dan ini indikasi kalau selera masyarakat tetap pada musik seperti itu," ucap Rudi salah satu personel Sundanis kepada detikbandung.
Minggu malam, di awal show panggung utama penonton dibuat terpukau dengan penampilan grup heavy pop Cherry Bombshell yang hampir semua personelnya baru, kecuali sang basis Pecung berhasil menampilkan performa terbaiknya.
Berturut-turut Cherbomb membawakan single-single mereka dari album 'Waktu Hijau Dulu', 'Luka yang Dalam' dan 'Jalan Masih Panjang'. Semua lagu yang dibawakan Esti cs nyaris tanpa cacat. Setelah break Isya, masa yang datang semakin menggila. Rupanya grup orkes dangdut Pemuda Harapan Bangsa sudah bersiap naik pentas.
Setelah sempat menunggu, satu persatu personel PHB naik pentas. Diawali dengan sang penabuh tomtom Yoga, disambung Barkah pada gitar dan disusul sang pemain bas Ivan dan berujung pada pencarian vokalis dan pemain ukulele mereka yang masih asyik berputar-putar di venue.
Dengan gokilnya, Nedi, vokalis PHB menyapa penonton yang hadir. Stand mike Nedi terbuat dari senapan angin. Dari awal, yang ada hanya derai tawa sembari PHB melantunkan single-singlenya seperti 'Kamar Hitam', 'Laki-laki' dan 'Persib Maung Bandung'.
Sempat ada sedikit clash ditengah show PHB, namun lagi-lagi PHB menimpali dengan kocak sembari menghentikan show. "Kalau kalian ribut, kami ganti lagu. Sudah ganti lagu ganti personel," tutur Nedi sang vokalis. Gurauan Nedi berhasil melumerkan suasana yang sempat agak 'panas' tadi.
Tanpa diduga-duga PHB memainkan lagu Bintang Kecil, yang disambung single anyar mereka 'Anjing' yang pada saat record berkolaborasi bersama Themfuck 'Jeruji'. Penonton pun kembali bersingalong saat PHB memainkan encore KTP Babe Gue dari album kedua mereka Orkesnisasi.
Show hari terakhir Rockhouse Festival ditutup dengan penampilan apik 4 Aces dan Sakairoots yang memainkan musik tensi tingginya. Tidak ada raut kecewa dalam gelaran yang cukup besar ini. Semua kebagian, dari musik yang super cadas hingga musik rakyat berhasil membius penonton. Seperti penuturan salah satu penonton Tonyeng (22).
"Saya menonton gelaran ini dari hari pertama hingga terakhir sekarang. Seru, hampir semua komunitas ada dari hiphop, rock hingga sekarang dangdut, mudah-mudahan bisa jadi gelaran rutin," tuturnya puas.(dip/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Rockhouse Festival
Dangdut dan Sepeda Jadi Magnet Penonton
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Di hari ketiga gelaran Rockhouse Festival Minggu (18/10/2009) setidaknya kondisi itu terbukti. Sejumlah penampil yang membawakan musik dengan kolaborasi dangdut mendapat apresiasi lebih, ketimbang penampil-penampil lainnya.
Sejak sore hari, setelah siang penonton dibuat terpukau oleh penampilan akrobatik sepeda dari komunitas BMX dan Free Trial dengan iringan musik hiphop yang dimainkan dengan apik oleh DJ E dari Cronik, sebagian besar mata yang hadir seolah tersedot oleh penampil di mini stage.
Sundanis, grup hiphop dengan attitude Sunda didaulat menjadi penampil pertama. Ratusan pengunjung Rockhouse Festival yang tadinya sedang memilih-milih pakaian di booth-booth distro, langsung menyremut dibibir panggung.
Penampilan grup yang dimotori Ghettorude cs ini memang berbeda. Jika dua hari sebelumnya mereka membawakan lagu-lagu dari album perdananya, hari ketiga ini mereka membawa nafas baru dengan memasukkan elemen dangdut dalam musik mereka.
"Sebenarnya hanya coba-coba tadinya, masak tiga hari, lagunya yang itu lagi itu lagi. Kami campurkan musik dangdut dan ini indikasi kalau selera masyarakat tetap pada musik seperti itu," ucap Rudi salah satu personel Sundanis kepada detikbandung.
Minggu malam, di awal show panggung utama penonton dibuat terpukau dengan penampilan grup heavy pop Cherry Bombshell yang hampir semua personelnya baru, kecuali sang basis Pecung berhasil menampilkan performa terbaiknya.
Berturut-turut Cherbomb membawakan single-single mereka dari album 'Waktu Hijau Dulu', 'Luka yang Dalam' dan 'Jalan Masih Panjang'. Semua lagu yang dibawakan Esti cs nyaris tanpa cacat. Setelah break Isya, masa yang datang semakin menggila. Rupanya grup orkes dangdut Pemuda Harapan Bangsa sudah bersiap naik pentas.
Setelah sempat menunggu, satu persatu personel PHB naik pentas. Diawali dengan sang penabuh tomtom Yoga, disambung Barkah pada gitar dan disusul sang pemain bas Ivan dan berujung pada pencarian vokalis dan pemain ukulele mereka yang masih asyik berputar-putar di venue.
Dengan gokilnya, Nedi, vokalis PHB menyapa penonton yang hadir. Stand mike Nedi terbuat dari senapan angin. Dari awal, yang ada hanya derai tawa sembari PHB melantunkan single-singlenya seperti 'Kamar Hitam', 'Laki-laki' dan 'Persib Maung Bandung'.
Sempat ada sedikit clash ditengah show PHB, namun lagi-lagi PHB menimpali dengan kocak sembari menghentikan show. "Kalau kalian ribut, kami ganti lagu. Sudah ganti lagu ganti personel," tutur Nedi sang vokalis. Gurauan Nedi berhasil melumerkan suasana yang sempat agak 'panas' tadi.
Tanpa diduga-duga PHB memainkan lagu Bintang Kecil, yang disambung single anyar mereka 'Anjing' yang pada saat record berkolaborasi bersama Themfuck 'Jeruji'. Penonton pun kembali bersingalong saat PHB memainkan encore KTP Babe Gue dari album kedua mereka Orkesnisasi.
Show hari terakhir Rockhouse Festival ditutup dengan penampilan apik 4 Aces dan Sakairoots yang memainkan musik tensi tingginya. Tidak ada raut kecewa dalam gelaran yang cukup besar ini. Semua kebagian, dari musik yang super cadas hingga musik rakyat berhasil membius penonton. Seperti penuturan salah satu penonton Tonyeng (22).
"Saya menonton gelaran ini dari hari pertama hingga terakhir sekarang. Seru, hampir semua komunitas ada dari hiphop, rock hingga sekarang dangdut, mudah-mudahan bisa jadi gelaran rutin," tuturnya puas.(dip/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




