Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Jumat, 06/11/2009 08:55 WIB
Terbang dengan Gantole
Sekali Coba, Dijamin Ketagihan -
Jumat, 06/11/2009 08:44 WIB
Siapa Mau Terbang dengan Gantole? -
Jumat, 30/10/2009 09:34 WIB
Kick Boxing Olahraga Praktis Tanpa Jurus -
Rabu, 21/10/2009 09:29 WIB
Bandung Bike Trial
Lompatan Ekstrim di Atas Sepeda Tanpa Jok -
Sabtu, 13/06/2009 09:39 WIB
Pijat Shiatsu 'Lebih Sopan'
Indeks Berita
Senin, 19/10/2009 08:43 WIB
Bandits Free Running
Mengawinkan Lari dan Akrobatik
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Bandung -
Anda pasti tak asing dengan aksi Jet Lee atau jagoan-jagoan kungfu lain, yang kerap melakukan aksi lompat dari satu objek ke objek lainnya. Tapi mungkin banyak yang belum tahu, jika anak-anak muda asal Bandung juga bisa melakukan aksi tersebut.
Itulah yang dilakukan oleh Bandits Free Running, sebuah komunitas olahraga ekstrim asal Bandung dengan spesialis keahliannya adalah lari. Tapi tidak sekadar berlari. Berbagai gerakan akrobatik seperti side roll, climb up hingga gerakan ekstrim seperti loncat dari gedung ke gedung menjadi salah satu cara mengasah kemampuan mereka.
Menurut Bayu, leader dari Bandits Free Running, komunitas ini adalah gabungan dari anak-anak yang dulunya bergerak di komunitas breakdance dan capoeira.
"Mayoritas kita memang berawal dari breakdance, lalu penasaran dengan sesuatu yang baru. Dari hasil ngumpul, kita cobalah free running di tahun 2004 dari video-video orang Perancis dan coba latihan, ternyata asyik juga," tutur Bayu kepada detikbandung.
Komunitas yang basecampnya di Jalan Tera dan latihan di ITB setiap Jumat sore ini memiliki keunikan tersendiri soal pemilihan namanya. "Tadinya kalau kita diundang tampil, kita selalu menggunakan kupluk bandit. Tujuannya untuk menyamarkan identitas, jadilah Bandits Free Running," ujar Bayu.
Untuk melakukan berbagai teknik free running yang ekstrim, ternyata tidak dibutuhkan syarat yang berat. Syarat utamanya hanya dua, yaitu punya sepatu lari dan memiliki niat untuk melawan rasa takut.
"Sepatu lari mutlak adanya, tentu untuk kenyamanan juga. Kalau untuk melatih keberanian kita punya program mental block. Untuk latihan mental block waktunya bisa sampai enam bulan. Jauh lebih lama ketimbang latihan backroll yang cukup lima belas menitan sajam," ujar Bayu lagi.
Meski dilakukan tanpa pengaman, olahraga ekstrim ini tidak menimbulkan risiko yang cukup parah. "Separah parahnya hanya luka ringan saja, yang penting medannya aman," tandas Bayu.
Siapa bergabung dengan mereka?(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bandits Free Running
Mengawinkan Lari dan Akrobatik
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Itulah yang dilakukan oleh Bandits Free Running, sebuah komunitas olahraga ekstrim asal Bandung dengan spesialis keahliannya adalah lari. Tapi tidak sekadar berlari. Berbagai gerakan akrobatik seperti side roll, climb up hingga gerakan ekstrim seperti loncat dari gedung ke gedung menjadi salah satu cara mengasah kemampuan mereka.
Menurut Bayu, leader dari Bandits Free Running, komunitas ini adalah gabungan dari anak-anak yang dulunya bergerak di komunitas breakdance dan capoeira.
"Mayoritas kita memang berawal dari breakdance, lalu penasaran dengan sesuatu yang baru. Dari hasil ngumpul, kita cobalah free running di tahun 2004 dari video-video orang Perancis dan coba latihan, ternyata asyik juga," tutur Bayu kepada detikbandung.
Komunitas yang basecampnya di Jalan Tera dan latihan di ITB setiap Jumat sore ini memiliki keunikan tersendiri soal pemilihan namanya. "Tadinya kalau kita diundang tampil, kita selalu menggunakan kupluk bandit. Tujuannya untuk menyamarkan identitas, jadilah Bandits Free Running," ujar Bayu.
Untuk melakukan berbagai teknik free running yang ekstrim, ternyata tidak dibutuhkan syarat yang berat. Syarat utamanya hanya dua, yaitu punya sepatu lari dan memiliki niat untuk melawan rasa takut.
"Sepatu lari mutlak adanya, tentu untuk kenyamanan juga. Kalau untuk melatih keberanian kita punya program mental block. Untuk latihan mental block waktunya bisa sampai enam bulan. Jauh lebih lama ketimbang latihan backroll yang cukup lima belas menitan sajam," ujar Bayu lagi.
Meski dilakukan tanpa pengaman, olahraga ekstrim ini tidak menimbulkan risiko yang cukup parah. "Separah parahnya hanya luka ringan saja, yang penting medannya aman," tandas Bayu.
Siapa bergabung dengan mereka?(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)




