Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 11:00 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole
Koesnadi: Makin Tua Makin Takut Terbang -
Sabtu, 07/11/2009 08:56 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole -
Jumat, 30/10/2009 10:43 WIB
Iskandarsyah Berian
Tinggalkan Kick Boxing untuk Berdakwah -
Kamis, 22/10/2009 14:10 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Tidak Ada Tulisan Jelek -
Kamis, 22/10/2009 10:04 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Dokumentasikan Kehidupan di Buku Harian -
Kamis, 22/10/2009 08:52 WIB
Sundea 'Salamatahari'
'Pena dan Kertas Adalah Hidupku'
Indeks Berita
Kamis, 15/10/2009 10:33 WIB
Phaerlymaviec Musadi
Mengajar Skateboard Tanpa Mahir Skating
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Pei bersama anak didiknya
Bandung -
Kebanyakan guru mengejar skill mereka semaksimal mungkin agar bisa mengajar murid-muridnya dengan baik. Namun tidak bagi seorang Phaerlymaviec Musadi. Punkrocker yang juga mengajar skateboard anak-anak ini tidak pernah mendalami ilmu khusus skateboarding, namun siapa yang sangka, anak-anak didiknya begitu mahir bermain skateboard.
"Sebenarnya ini hanya sedikit yang tahu. Termasuk anak-anak Neverland Skateboarding. Saya sebenarnya bukanlah skateboarder handal," tutur Pei ketika ditemui detikbandung.
Lalu darimana Pei mendapat ilmu mengajar skateboard yang begitu detil dan valid untuk diajarkan kepada anak-anak? Ternyata jawaban Pei cukup simpel.
"Ilmu yang saya dapat untuk mengajarskateboard didapat dengan membaca. Sebenarnya tidak hanya skate, untuk sablon, desain ataupun proyek apapun yang saya lakukan saya selalu mendasarkannya pada literatur," ujar Pei.
Lelaki yang pertama kali menyentuh papan skateboard sejak umur 10 tahun ini, mengaku dirinya hanya menguasai dasar-dasar permainan skateboard.
"Selama ini kerap keliru, orang menyangka saya anak skate. Padahal yang saya kuasai betul adalah tehnik skate dasar. Jadinya sangat pas untuk mengajar anak-anak yang baru sekali belajar meluncur di atas papan beroda ini," imbuh Pei lagi.
Lalu darimana anak asuh Pei bisa belajar teknik skateboarding tingkat lanjut? Untuk urusan ini, Pei menggandeng rekan-rekannya yang memang mahir skateboard untuk bekerja di perusahaannya.
"Saya rangkul mereka. Jadi pas mereka bilang mau kerja dengan saya, saya bilang bagus bisa skateboard, tapi ajarin anak-anak juga dan ternyata mereka mau," tutur Pei.
Keseriusan Pei mengajar skateboard membuahkan hasil. Di tahun 2008 anak-anak Neverland Skateboard mendapat tawaran untuk menjadi bintang iklan sebuah produk susu terkenal. "Lumayan sekali, bisa untuk menumbuhkan semangat anak-anak berlatih," imbuh Pei.
Demi menjaga keamanan anak-anak berlatih, Pei mengharuskan anak-anak Neverland Skateboarding untuk mengenakan body protector.
"Makanya kami pilih latihan di ramps, di sini semua wajib pakai protector seperti helm, elbow dan knee protector. Beda dengan street skateboarding yang kulturnya memang lebih jalanan dan diset tanpa pengaman. Sekaligus ingin membuktikan jika olahraga ini aman dan bukan ugal-ugalan," ujar Pei.
(dip/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Phaerlymaviec Musadi
Mengajar Skateboard Tanpa Mahir Skating
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Pei bersama anak didiknya
"Sebenarnya ini hanya sedikit yang tahu. Termasuk anak-anak Neverland Skateboarding. Saya sebenarnya bukanlah skateboarder handal," tutur Pei ketika ditemui detikbandung.
Lalu darimana Pei mendapat ilmu mengajar skateboard yang begitu detil dan valid untuk diajarkan kepada anak-anak? Ternyata jawaban Pei cukup simpel.
"Ilmu yang saya dapat untuk mengajarskateboard didapat dengan membaca. Sebenarnya tidak hanya skate, untuk sablon, desain ataupun proyek apapun yang saya lakukan saya selalu mendasarkannya pada literatur," ujar Pei.
Lelaki yang pertama kali menyentuh papan skateboard sejak umur 10 tahun ini, mengaku dirinya hanya menguasai dasar-dasar permainan skateboard.
"Selama ini kerap keliru, orang menyangka saya anak skate. Padahal yang saya kuasai betul adalah tehnik skate dasar. Jadinya sangat pas untuk mengajar anak-anak yang baru sekali belajar meluncur di atas papan beroda ini," imbuh Pei lagi.
Lalu darimana anak asuh Pei bisa belajar teknik skateboarding tingkat lanjut? Untuk urusan ini, Pei menggandeng rekan-rekannya yang memang mahir skateboard untuk bekerja di perusahaannya.
"Saya rangkul mereka. Jadi pas mereka bilang mau kerja dengan saya, saya bilang bagus bisa skateboard, tapi ajarin anak-anak juga dan ternyata mereka mau," tutur Pei.
Keseriusan Pei mengajar skateboard membuahkan hasil. Di tahun 2008 anak-anak Neverland Skateboard mendapat tawaran untuk menjadi bintang iklan sebuah produk susu terkenal. "Lumayan sekali, bisa untuk menumbuhkan semangat anak-anak berlatih," imbuh Pei.
Demi menjaga keamanan anak-anak berlatih, Pei mengharuskan anak-anak Neverland Skateboarding untuk mengenakan body protector.
"Makanya kami pilih latihan di ramps, di sini semua wajib pakai protector seperti helm, elbow dan knee protector. Beda dengan street skateboarding yang kulturnya memang lebih jalanan dan diset tanpa pengaman. Sekaligus ingin membuktikan jika olahraga ini aman dan bukan ugal-ugalan," ujar Pei.
(dip/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




