Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 11:00 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole
Koesnadi: Makin Tua Makin Takut Terbang -
Sabtu, 07/11/2009 08:56 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole -
Jumat, 30/10/2009 10:43 WIB
Iskandarsyah Berian
Tinggalkan Kick Boxing untuk Berdakwah -
Kamis, 22/10/2009 14:10 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Tidak Ada Tulisan Jelek -
Kamis, 22/10/2009 10:04 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Dokumentasikan Kehidupan di Buku Harian -
Kamis, 22/10/2009 08:52 WIB
Sundea 'Salamatahari'
'Pena dan Kertas Adalah Hidupku'
Indeks Berita
Kamis, 15/10/2009 08:59 WIB
Phaerlymaviec Musadi
Ingin Besar Bersama Yayasan
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Kebanyakan orang pasti memilih 'sesuatu' yang menghasilkan dan bisa menopang hidupnya, semisal jika berhasil merintis karir di bidang bisnis maka ia akan menjadikan bisnisnya sebagai penopang hidupnya. Namun berbeda dengan seorang punkrocker yang juga pebisnis clothing sukses Phaerlymaviec Musadi a.k.a Pei. Meski bisnis menjadi jembatan kesuksesan, ia lebih memilih untuk tidak 'besar' bersama bisnisnya.
"Memang harus diakui, dunia clothing dan sablonan membuat hidup saya bisa seperti sekarang. Namun bagi saya ada yang lebih dalam maknanya ketimbang bisnis," tutur Pei kepada detikbandung.
Setelah sempat bingung apakah yang diincar setelah berhasil sukses dengan brand-brand clothing miliknya, barulah ia menuturkan bahwa misi hidupnya adalah bisa besar bersama Adikaka, sebuah yayasan sosial yang concern terhadap anak-anak dan problematikanya.
"Apa yang saya lakukan dengan berbagai bisnis itu tak lain adalah perjuangan saya untuk terus menghidupi yayasan saya," ujar Pei.
Yang dikemukakan Pei memang tidak berlebihan. Di lahan bermain Neverland Playground yang juga tempat produksi Parental Advisory dan DB Clothing, dilengkapi dengan berbagai properti bermain anak-anak. Dari skateboard ramps, hingga komputer dan videogames.
"Namanya anak-anak harus diarahkan sesuai apa yang mereka senangi. Tidak hanya sebatas memberikan mainan, saya juga mengupayakan uang jajan untuk anak-anak Neverland yang memilki keterbatasan ekonomi. Kenapa uang jajan? Karena uang untuk sekolah sudah lahannya pemerintah. Sedangkan sampai kapanpun pemerintah tidak akan pernah memberi subsidi uang jajan dan uang untuk main pada anak," tutur Pei lagi.
Ke depan, Pei berencana untuk memindahkan lahan bermain anak-anak yang tadinya di Baranang Siang ke distro Parental Advisory di Jl Sultan Tirtayasa.
"Alasannya cukup simple, disini (Parental Advisory Distro-red) fasilitasnya lebih lengkap. Ada ruang yang nantinya bisa digunakan untuk anak-anak belajar desain, belajar sablon hingga merakit komputer. Selain itu untuk main skateboard bisa main di ramps milik Hobbies Skateboard. Untuk memindahkan mereka ke sini saya pun mengupayakan sepeda BMX. Mengapa? Selain sehat, anak-anak yang suka main sepeda juga bisa berlatih disini," ujar Pei.
Apa yang menjadi niat Pei mulai mendapat apresiasi publik. Tak pelak sejumlah penghargaan dari berbagai instansi seperti Bank Danamon hingga Indomilk pernah didapatnya.
"Tidak ada yang perlu terlalu dibanggakan, suatu kebahagiaan diapresiasi baik oleh publik. Karena dengan begitu api semangat yayasan yang saya kelola takkan pernah padam," ujar Pei merendah
(dip/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Phaerlymaviec Musadi
Ingin Besar Bersama Yayasan
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
"Memang harus diakui, dunia clothing dan sablonan membuat hidup saya bisa seperti sekarang. Namun bagi saya ada yang lebih dalam maknanya ketimbang bisnis," tutur Pei kepada detikbandung.
Setelah sempat bingung apakah yang diincar setelah berhasil sukses dengan brand-brand clothing miliknya, barulah ia menuturkan bahwa misi hidupnya adalah bisa besar bersama Adikaka, sebuah yayasan sosial yang concern terhadap anak-anak dan problematikanya.
"Apa yang saya lakukan dengan berbagai bisnis itu tak lain adalah perjuangan saya untuk terus menghidupi yayasan saya," ujar Pei.
Yang dikemukakan Pei memang tidak berlebihan. Di lahan bermain Neverland Playground yang juga tempat produksi Parental Advisory dan DB Clothing, dilengkapi dengan berbagai properti bermain anak-anak. Dari skateboard ramps, hingga komputer dan videogames.
"Namanya anak-anak harus diarahkan sesuai apa yang mereka senangi. Tidak hanya sebatas memberikan mainan, saya juga mengupayakan uang jajan untuk anak-anak Neverland yang memilki keterbatasan ekonomi. Kenapa uang jajan? Karena uang untuk sekolah sudah lahannya pemerintah. Sedangkan sampai kapanpun pemerintah tidak akan pernah memberi subsidi uang jajan dan uang untuk main pada anak," tutur Pei lagi.
Ke depan, Pei berencana untuk memindahkan lahan bermain anak-anak yang tadinya di Baranang Siang ke distro Parental Advisory di Jl Sultan Tirtayasa.
"Alasannya cukup simple, disini (Parental Advisory Distro-red) fasilitasnya lebih lengkap. Ada ruang yang nantinya bisa digunakan untuk anak-anak belajar desain, belajar sablon hingga merakit komputer. Selain itu untuk main skateboard bisa main di ramps milik Hobbies Skateboard. Untuk memindahkan mereka ke sini saya pun mengupayakan sepeda BMX. Mengapa? Selain sehat, anak-anak yang suka main sepeda juga bisa berlatih disini," ujar Pei.
Apa yang menjadi niat Pei mulai mendapat apresiasi publik. Tak pelak sejumlah penghargaan dari berbagai instansi seperti Bank Danamon hingga Indomilk pernah didapatnya.
"Tidak ada yang perlu terlalu dibanggakan, suatu kebahagiaan diapresiasi baik oleh publik. Karena dengan begitu api semangat yayasan yang saya kelola takkan pernah padam," ujar Pei merendah
(dip/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




