Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 21/11/2009 09:30 WIB
Batik Dikukuhkan, Omset Pengusaha Batik Berlipat Ganda -
Jumat, 20/11/2009 09:33 WIB
Naikkan Batik Ciamisan ke Kelas Menengah Atas -
Jumat, 20/11/2009 09:15 WIB
Hampir Punah, YBJB Angkat Batik Ciamisan -
Kamis, 19/11/2009 09:20 WIB
Chef Asing Pesan Kostum Lewat Website -
Kamis, 19/11/2009 09:00 WIB
La Cuisine, Bikin Para Chef Lebih Fashionable -
Selasa, 17/11/2009 09:08 WIB
Pengunjung Didominasi Wisatawan Mancanegara
Indeks Berita
Rabu, 14/10/2009 08:40 WIB
Tampil Geulis dengan Kebaya
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Kebanyakan wanita kerap bingung jika harus tampil berkebaya. Entah untuk menghadiri acara keluarga atau pesta.
Berangkat dari kondisi itu, Astri Kunto mendirikan butik kebaya yang dinamainya 'Kebaya Geulis' di tahun 2006.
"Alasan saya mendirikan butik kebaya ini, terinspirasi dari suatu waktu dimana pernah saya membutuhkan kebaya untuk menghadiri kawinan teman saya. Karena tidak punya, saya memutuskan untuk menyewa. ternyata harga sewanya saja mahal sekali. Apalagi membuat, sangat tidak terjangkau. Dari sana saya yang memang suka mendesain terinspirasi membuat butik sendiri," tutur pemilik butik Kebaya Geulis di Jalan Pelajar Pejuang 45 No 22 A Bandung ini.
Menyoal pemilihan nama, Astri menuturkan ia menginginkan nama butik yang memiliki elemen Sunda sekaligus mencerminkan keindahan bagi pemakainya.
"Saya ingin nama yang nyunda banget sekaligus girly. Jadilah saya pilih nama Kebaya Geulis. Artinya dengan berkebaya wanita akan terlihat semakin cantik," ujar Astri.
Di awal berdiri, Astri menjual aneka kebaya siap pakai dan ternyata kurang memuaskan pelanggan.
"Pada awalnya, saya memasukan konsep butik biasa ke butik kebaya milik saya. Jadinya saya menstok berbagai model kebaya dengan ukuran standar, ternyata pasarnya kurang bagus. Akhirnya saya ganti konsepnya menjadi butik kebaya yang menyewakan dan melayani pembuatan kebaya," imbuh Ratih.
Membuat kebaya di Kebaya Geulis, ternyata berbeda dengan tempat pembuatan kebaya lain. Di sini, semua proses penjahitan dilakukan dengan tangan.
"Kita menjahit semua dengan tangan, apalagi pemasangan payet dan aksesoris. Selain itu kita juga melakukan fitting sesuai bentuk badan si pemesan. Dan juga
merekomendasikan model yang pas dengan bentuk badannya," ujar Ratih.
Ratih menambahkan, Kebaya Geulis melayani pesanan dengan segala bentuk dan bahan. "Motto kami, apa yang kamu inginkan di sini ada. Termasuk untuk mencarikan bahan yang sekiranya agak sulit didapat," tuturnya.
Sedangkan untuk kebaya-kebaya yang disewakan, Ratih menerapkan sistem satu model untuk satu desain. "Kalau yang disewakan, semuanya murni hasil desain Kebaya Geulis. Untuk menjaga eksklusifitas kami mengaplikasikan model desain terbatas," imbuh Ratih.
Hingga saat ini, Kebaya Geulis memiliki tak kurang dari 150 model kebaya. "Setiap bulan kami membuat model baru," ujar Ratih.
Soal harga, Kebaya Geulis mematok Rp 150 ribu untuk sewa satu set kebaya lengkap selama tiga hari. Sedangkan untuk membuat, dipatok harga mulai Rp 250 ribu untuk kebaya biasa hingga Rp 2 jutaan untuk kebaya pernikahan.
"Kita memang tidak membidik kalangan atas, sekaligus kita ingin membuktikan bahwa kebaya tidak selalu identik dengan harga yang selangit," tandas Ratih.(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tampil Geulis dengan Kebaya
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Berangkat dari kondisi itu, Astri Kunto mendirikan butik kebaya yang dinamainya 'Kebaya Geulis' di tahun 2006.
"Alasan saya mendirikan butik kebaya ini, terinspirasi dari suatu waktu dimana pernah saya membutuhkan kebaya untuk menghadiri kawinan teman saya. Karena tidak punya, saya memutuskan untuk menyewa. ternyata harga sewanya saja mahal sekali. Apalagi membuat, sangat tidak terjangkau. Dari sana saya yang memang suka mendesain terinspirasi membuat butik sendiri," tutur pemilik butik Kebaya Geulis di Jalan Pelajar Pejuang 45 No 22 A Bandung ini.
Menyoal pemilihan nama, Astri menuturkan ia menginginkan nama butik yang memiliki elemen Sunda sekaligus mencerminkan keindahan bagi pemakainya.
"Saya ingin nama yang nyunda banget sekaligus girly. Jadilah saya pilih nama Kebaya Geulis. Artinya dengan berkebaya wanita akan terlihat semakin cantik," ujar Astri.
Di awal berdiri, Astri menjual aneka kebaya siap pakai dan ternyata kurang memuaskan pelanggan.
"Pada awalnya, saya memasukan konsep butik biasa ke butik kebaya milik saya. Jadinya saya menstok berbagai model kebaya dengan ukuran standar, ternyata pasarnya kurang bagus. Akhirnya saya ganti konsepnya menjadi butik kebaya yang menyewakan dan melayani pembuatan kebaya," imbuh Ratih.
Membuat kebaya di Kebaya Geulis, ternyata berbeda dengan tempat pembuatan kebaya lain. Di sini, semua proses penjahitan dilakukan dengan tangan.
"Kita menjahit semua dengan tangan, apalagi pemasangan payet dan aksesoris. Selain itu kita juga melakukan fitting sesuai bentuk badan si pemesan. Dan juga
merekomendasikan model yang pas dengan bentuk badannya," ujar Ratih.
Ratih menambahkan, Kebaya Geulis melayani pesanan dengan segala bentuk dan bahan. "Motto kami, apa yang kamu inginkan di sini ada. Termasuk untuk mencarikan bahan yang sekiranya agak sulit didapat," tuturnya.
Sedangkan untuk kebaya-kebaya yang disewakan, Ratih menerapkan sistem satu model untuk satu desain. "Kalau yang disewakan, semuanya murni hasil desain Kebaya Geulis. Untuk menjaga eksklusifitas kami mengaplikasikan model desain terbatas," imbuh Ratih.
Hingga saat ini, Kebaya Geulis memiliki tak kurang dari 150 model kebaya. "Setiap bulan kami membuat model baru," ujar Ratih.
Soal harga, Kebaya Geulis mematok Rp 150 ribu untuk sewa satu set kebaya lengkap selama tiga hari. Sedangkan untuk membuat, dipatok harga mulai Rp 250 ribu untuk kebaya biasa hingga Rp 2 jutaan untuk kebaya pernikahan.
"Kita memang tidak membidik kalangan atas, sekaligus kita ingin membuktikan bahwa kebaya tidak selalu identik dengan harga yang selangit," tandas Ratih.(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)




