Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 18/11/2009 11:08 WIB
Lebih Mantap Tanpa Kecap dan Saus -
Rabu, 18/11/2009 09:53 WIB
Hhhmm...Empuknya Bakso Kepala Sapi -
Selasa, 13/10/2009 10:46 WIB
20 Olahan Mie dan Bakso di Kampung Bakso -
Minggu, 13/09/2009 10:25 WIB
Asam Pedas Saos Sambal Strawberry -
Kamis, 13/08/2009 11:06 WIB
Menikmati Bakso Sambil Nonton Sulap
Indeks Berita
Selasa, 13/10/2009 12:02 WIB
Renyahnya Bakso Ayam Udang Goreng Kampung Bakso
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Kebanyakan olahan bakso menggunakan bahan dasar daging sapi atau ikan. Bosan dengan olahan bakso yang begitu-begitu saja? Anda bisa menjajal olahan bakso ayam campur udang yang menjadi menu andalan Kampung Bakso.
"Kami ingin menyajikan bakso dengan citarasa yang berbeda. Jika biasanya bakso terbuat dari daging sapi olahan. Kami mencoba yang berbeda dengan memakai ayam campur udang," tutur Bambang Setiadi, Staff Operasional
Kampung Bakso.
Namun, ujar Bambang, Kampung Bakso tidak lantas menghilangkan bakso berbahan daging sapi atau isian telur. "Tetap ada, tapi fokus penjualan kita tidak ke arah sana lagi," imbuhnya.
Dipilihnya ayam dan udang sebagai pengganti daging sapi, rupanya juga berdasarkan pertimbangan kesehatan dan kenikmatan kala makan.
"Kalau pakai daging sapi, rasanya cenderung lebih eneg. Selain itu olahan bakso dengan daging sapi lebih cenderung berminyak. Beda dengan olahan ayam yang cenderung lebih soft di lidah. Selain itu kaldu yang kami pakai juga olahan ayam kampung. Jauh lebih sehat ketimbang perasa kemasan," tutur Bambang.
Ketika mencicip, olahan Bakso Ayam Udang Goreng ini nampak begitu crunchy dan tidak liat. Benar-benar garing tanpa ada kesan kelebihan minyak. Cocolan saus sambalnya juga dibuat dari cabai asli. Sehingga rasa alaminya lebih padu.
Bagaimana dengan mie nya? Kampung Bakso memang tidak pernah menyajikan seporsi bakso lengkap dengan mie nya. Pengunjung bebas memilih sendiri mie apa yang akan menemani baksonya. Bisa mie tarik, mie
tarik goreng atau bahkan mie tek-tek.
Menurut Bambang, mie tek-tek menjadi andalan di siang hari. Pasalnya, penganan tradisional ini kerap hanya dijumpai di malam hari.
Mie yang dikemas 'nyemek' alias setengah basah dan setengah kering ini bumbunya begitu pas. Isiannya cukup kaya, mulai ayam, udang sampai telur ada di dalamnya.
Ketika bakso goreng dicocolkan kedalam kuah mie tektek, sensasi rasanya lebih mengigit. Renyah namun tidak garing di tenggorokan. Kuah mie tek-tek yang digunakan juga berasal dari ayam kampung.
Usai makan, saatnya menyegarkan tenggorokan. Untuk urusan ini, Kampung Bakso memiliki dua menu minuman andalan yang sama-sama menggiurkan, Kampung Bakso Blue Style dan Es Buah Durian.
Kampung Bakso Blue Style adalah minuman yang berbahan dasar campuran soda biru dan limun. Setelah itu diberi selasih, es batu dan satu scope es krim vanilla. Rasanya agak masam campur manis namun menyegarkan.
Selain itu, rasa sodanya juga tidak mendominasi.
Jika perut masih menampung, tak ada salahnya menjajal Es Buah Durian. Dilihat sepintas, memang nampak tak berbeda dengan es buah umumnya. Namun begitu diaduk, wow baru nampaklah seluruh isian minuman ini.
Komposisi buahnya lengkap, dari strawberry hingga belimbing dan tentunya durian. Semakin istimewa karena buah yang digunakan tiap hari selalu fresh.
"Tiap hari baru, karena kalau sudah layu rasa es buah akan berubah," imbuh Bambang.
Soal harga, semua menu andalan Kampung Bakso ini berada di kisaran Rp 15 ribuan. Memang cukup murah. Tak pelak, di akhir pekan, Kampung Bakso bisa manjual 6.000 porsi bakso.
Bagaimana? Tertarik mencoba bersama keluarga atau relasi?
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Renyahnya Bakso Ayam Udang Goreng Kampung Bakso
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Foto Terkait
"Kami ingin menyajikan bakso dengan citarasa yang berbeda. Jika biasanya bakso terbuat dari daging sapi olahan. Kami mencoba yang berbeda dengan memakai ayam campur udang," tutur Bambang Setiadi, Staff Operasional
Kampung Bakso.
Namun, ujar Bambang, Kampung Bakso tidak lantas menghilangkan bakso berbahan daging sapi atau isian telur. "Tetap ada, tapi fokus penjualan kita tidak ke arah sana lagi," imbuhnya.
Dipilihnya ayam dan udang sebagai pengganti daging sapi, rupanya juga berdasarkan pertimbangan kesehatan dan kenikmatan kala makan.
"Kalau pakai daging sapi, rasanya cenderung lebih eneg. Selain itu olahan bakso dengan daging sapi lebih cenderung berminyak. Beda dengan olahan ayam yang cenderung lebih soft di lidah. Selain itu kaldu yang kami pakai juga olahan ayam kampung. Jauh lebih sehat ketimbang perasa kemasan," tutur Bambang.
Ketika mencicip, olahan Bakso Ayam Udang Goreng ini nampak begitu crunchy dan tidak liat. Benar-benar garing tanpa ada kesan kelebihan minyak. Cocolan saus sambalnya juga dibuat dari cabai asli. Sehingga rasa alaminya lebih padu.
Bagaimana dengan mie nya? Kampung Bakso memang tidak pernah menyajikan seporsi bakso lengkap dengan mie nya. Pengunjung bebas memilih sendiri mie apa yang akan menemani baksonya. Bisa mie tarik, mie
tarik goreng atau bahkan mie tek-tek.
Menurut Bambang, mie tek-tek menjadi andalan di siang hari. Pasalnya, penganan tradisional ini kerap hanya dijumpai di malam hari.
Mie yang dikemas 'nyemek' alias setengah basah dan setengah kering ini bumbunya begitu pas. Isiannya cukup kaya, mulai ayam, udang sampai telur ada di dalamnya.
Ketika bakso goreng dicocolkan kedalam kuah mie tektek, sensasi rasanya lebih mengigit. Renyah namun tidak garing di tenggorokan. Kuah mie tek-tek yang digunakan juga berasal dari ayam kampung.
Usai makan, saatnya menyegarkan tenggorokan. Untuk urusan ini, Kampung Bakso memiliki dua menu minuman andalan yang sama-sama menggiurkan, Kampung Bakso Blue Style dan Es Buah Durian.
Kampung Bakso Blue Style adalah minuman yang berbahan dasar campuran soda biru dan limun. Setelah itu diberi selasih, es batu dan satu scope es krim vanilla. Rasanya agak masam campur manis namun menyegarkan.
Selain itu, rasa sodanya juga tidak mendominasi.
Jika perut masih menampung, tak ada salahnya menjajal Es Buah Durian. Dilihat sepintas, memang nampak tak berbeda dengan es buah umumnya. Namun begitu diaduk, wow baru nampaklah seluruh isian minuman ini.
Komposisi buahnya lengkap, dari strawberry hingga belimbing dan tentunya durian. Semakin istimewa karena buah yang digunakan tiap hari selalu fresh.
"Tiap hari baru, karena kalau sudah layu rasa es buah akan berubah," imbuh Bambang.
Soal harga, semua menu andalan Kampung Bakso ini berada di kisaran Rp 15 ribuan. Memang cukup murah. Tak pelak, di akhir pekan, Kampung Bakso bisa manjual 6.000 porsi bakso.
Bagaimana? Tertarik mencoba bersama keluarga atau relasi?
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




