Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 18/11/2009 11:08 WIB
Lebih Mantap Tanpa Kecap dan Saus -
Rabu, 18/11/2009 09:53 WIB
Hhhmm...Empuknya Bakso Kepala Sapi -
Selasa, 13/10/2009 12:02 WIB
Renyahnya Bakso Ayam Udang Goreng Kampung Bakso -
Minggu, 13/09/2009 10:25 WIB
Asam Pedas Saos Sambal Strawberry -
Kamis, 13/08/2009 11:06 WIB
Menikmati Bakso Sambil Nonton Sulap
Indeks Berita
Selasa, 13/10/2009 10:46 WIB
20 Olahan Mie dan Bakso di Kampung Bakso
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Berlokasi di Jalan Setiabudi 316, Kampung Bakso menawarkan sajian berbeda dari warung bakso umumnya. Di sini tidak dijumpai meja panjang kayu khas warung bakso, tapi saung-saung bambu yang begitu tradisional.
"Konsep kita memang ingin mengangkat pamor makanan tradisional. Khususnya makanan tradisional Jawa Barat, yang selama ini lebih banyak dikonsumsi masyarakat daerah pedesaan agar juga bisa dinikmati masyarakat kota. Untuk spesialisasi makanan tradisionalnya sendiri
kita memilih bakso dan mie," tutur Bambang Setiadi, Staff Operasional Kampung Bakso.
Bambang menambahkan, dipilihnya mie dan bakso menjadi makanan tradisional andalan Kampung Bakso karena porsinya yang tidak terlalu mengenyangkan, namun cukup untuk mengganjal perut.
"Kita memang lebih mengekspos makanan setengah berat. Kalau nasi, orang habis makan tidak mungkin makan lagi. Kalau mie atau bakso, usai bersantap pun orang masih bisa makan bakso," imbuhnya.
Sejak berjalan mulai Juni 2009, Kampung Bakso memiliki tak kurang dari 20 olahan mie dan bakso. Selain itu juga menyediakan puluhan macam minuman tradisional yang umumnya berasal dari Jawa Barat.
"Kita juga menyajikan penganan-penganan yang langka dijumpai di siang hari. Seperti misalnya mie tektek, Bandrek dan Bajigur yang sekarang semakin langka dijumpai," tambah Bambang.
Nuansa 'ngampung' semakin kental dengan dibuatnya kios makanan tradisional seperti cendol, aneka gorengan, hingga dodol. Semuanya dibangun di atas tanah berbukit-bukit.
"Ini menjadi ciri khas kita yang mungkin jarang atau bahkan tidak bisa ditemui di tempat lainnya. Di sini pengunjung bebas memilih ingin makan diatas meja atau lesehan di dalam saung. Untuk anak- anak kita sediakan beberapa wahana permainan. Selain itu, pengunjung juga bisa menyaksikan pembuatan mie tarik secara langsung oleh sang koki. Hingga pada saat pengunjung akan pulang pun kami menyediakan tempat membeli oleh-oleh," ujar Bambang.
Aneka hidangan yang dipasarkan berkisar mulai Rp 9 ribu hingga Rp 32 ribu. "Namanya juga tempat makan keluarga. Tentu harganya juga harus menyesuaikan," tandas Bambang.(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
20 Olahan Mie dan Bakso di Kampung Bakso
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
"Konsep kita memang ingin mengangkat pamor makanan tradisional. Khususnya makanan tradisional Jawa Barat, yang selama ini lebih banyak dikonsumsi masyarakat daerah pedesaan agar juga bisa dinikmati masyarakat kota. Untuk spesialisasi makanan tradisionalnya sendiri
kita memilih bakso dan mie," tutur Bambang Setiadi, Staff Operasional Kampung Bakso.
Bambang menambahkan, dipilihnya mie dan bakso menjadi makanan tradisional andalan Kampung Bakso karena porsinya yang tidak terlalu mengenyangkan, namun cukup untuk mengganjal perut.
"Kita memang lebih mengekspos makanan setengah berat. Kalau nasi, orang habis makan tidak mungkin makan lagi. Kalau mie atau bakso, usai bersantap pun orang masih bisa makan bakso," imbuhnya.
Sejak berjalan mulai Juni 2009, Kampung Bakso memiliki tak kurang dari 20 olahan mie dan bakso. Selain itu juga menyediakan puluhan macam minuman tradisional yang umumnya berasal dari Jawa Barat.
"Kita juga menyajikan penganan-penganan yang langka dijumpai di siang hari. Seperti misalnya mie tektek, Bandrek dan Bajigur yang sekarang semakin langka dijumpai," tambah Bambang.
Nuansa 'ngampung' semakin kental dengan dibuatnya kios makanan tradisional seperti cendol, aneka gorengan, hingga dodol. Semuanya dibangun di atas tanah berbukit-bukit.
"Ini menjadi ciri khas kita yang mungkin jarang atau bahkan tidak bisa ditemui di tempat lainnya. Di sini pengunjung bebas memilih ingin makan diatas meja atau lesehan di dalam saung. Untuk anak- anak kita sediakan beberapa wahana permainan. Selain itu, pengunjung juga bisa menyaksikan pembuatan mie tarik secara langsung oleh sang koki. Hingga pada saat pengunjung akan pulang pun kami menyediakan tempat membeli oleh-oleh," ujar Bambang.
Aneka hidangan yang dipasarkan berkisar mulai Rp 9 ribu hingga Rp 32 ribu. "Namanya juga tempat makan keluarga. Tentu harganya juga harus menyesuaikan," tandas Bambang.(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)




