Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Senin, 06/07/2009 08:30 WIB
Ultah Ke 7 BBV
Kemeriahan di Tengah Hutan -
Senin, 15/06/2009 19:46 WIB
Gunakan Blackberry Dengan Bijak -
Jumat, 29/05/2009 10:14 WIB
Investasi Awal Aeoroponik Mahal -
Jumat, 29/05/2009 09:42 WIB
Menanam Kentang di Udara Dengan Aeroponik -
Jumat, 01/05/2009 10:52 WIB
Timur Indonesia Tak Punya Radar, PPET Garap Pasar Dalam Negeri
Indeks Berita
Senin, 12/10/2009 08:59 WIB
Menerawang Aksara dari Kacamata Anak-anak
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Sejak belajar membaca dan menulis hingga kita menjadi dewasa kita sudah begitu akrab dengan huruf. Namun pernahkah kita sadar ada makna dibalik huruf-huruf? Bagaimana juga sebuah huruf dalam kacamata anak-anak?
Isu-isu ini diangkat oleh S.C.A.N.D.A.L, sebuah studio project dibawah UNKL 347 lewat eksibisi 'Types Are Fun' di Gedung Indonesia Menggugat, Minggu (11/10/2009).
"Kita memiliki beberapa misi dari eksibisi ini. Pertama mengajak anak-anak untuk senang menulis dan membuat karya kreatif lewat font (jenis huruf). Kedua, memperkenalkan font-font asli Indonesia kepada publik. Selain itu juga mengajak masyarakat untuk bisa memahami apa makna yang ada dibalik font-font itu. Selain itu acara ini juga menjadi seremoni peluncuran Still Lo ving Youth Volume 2 yang merupakan semibuku S.C.A.N.D.A.L," tutur Ardo, Head of S.C.A.N.D.A.L ketika ditemui detikbandung.
Sebelum menggelar eksibisi ini, tim S.C.A.N.D.A.L yang
bekerjasama dengan Starbright, organisasi pendidikan asal Bandung, mendatangi 6 sekolah TK dan SD serta mengajak anak-anak untuk reka ulang font-font dengan imajinasi anak-anak.
"Kita hanya memberikan alat-alat untuk mereka ulang font-font yang kita kumpulkan dan membiarkan anak-anak itu berkreasi. Prosesnya sendiri berjalan selama tiga bulan," imbuh Ardo.
Ardo menambahkan, font-font yang digunakan dan dipajang hasil rekaanya pada eksibisi ini adalah font-font asli Indonesia.
"Kita patut bangga, Indonesia memiliki banyak font yang selama ini mungkin hanya segelintir orang yang tahu. Selain itu tidak sedikit seniman-seniman yang mulai menciptakan font mereka sendiri," tutur Ardo.
Dalam eksibisi ini, tak kurang dari 29 font hasil rekaan anak-anak itu dipamerkan. Terpampang rapi, lengkap dengan alat-alat yang digunakan saat melakukan reka ulang.
Selain eksibisi, ada juga seminar mengenai tipografi 'Kreatifitas Dalam Mengolah Huruf' bersama sejumlah seniman dan kreator huruf seperti, Riama Maslam, Peneliti Vernacular Street Typography, Ritchie Ned Hansel, Creative Director website DailyWhatNot.com.
Pryanto Sunarto, kartunis Tempo dan Heri Sutresna a.k.a Ucok Homicide dari Rumah Grafis TYPO.
"Nantinya gelaran-gelaran seperti ini akan menjadi agenda rutin S.C.A.N.D.A.L. Jadi tunggu saja event kami berikutnya," tutup Ardo.(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menerawang Aksara dari Kacamata Anak-anak
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Foto Terkait
Isu-isu ini diangkat oleh S.C.A.N.D.A.L, sebuah studio project dibawah UNKL 347 lewat eksibisi 'Types Are Fun' di Gedung Indonesia Menggugat, Minggu (11/10/2009).
"Kita memiliki beberapa misi dari eksibisi ini. Pertama mengajak anak-anak untuk senang menulis dan membuat karya kreatif lewat font (jenis huruf). Kedua, memperkenalkan font-font asli Indonesia kepada publik. Selain itu juga mengajak masyarakat untuk bisa memahami apa makna yang ada dibalik font-font itu. Selain itu acara ini juga menjadi seremoni peluncuran Still Lo ving Youth Volume 2 yang merupakan semibuku S.C.A.N.D.A.L," tutur Ardo, Head of S.C.A.N.D.A.L ketika ditemui detikbandung.
Sebelum menggelar eksibisi ini, tim S.C.A.N.D.A.L yang
bekerjasama dengan Starbright, organisasi pendidikan asal Bandung, mendatangi 6 sekolah TK dan SD serta mengajak anak-anak untuk reka ulang font-font dengan imajinasi anak-anak.
"Kita hanya memberikan alat-alat untuk mereka ulang font-font yang kita kumpulkan dan membiarkan anak-anak itu berkreasi. Prosesnya sendiri berjalan selama tiga bulan," imbuh Ardo.
Ardo menambahkan, font-font yang digunakan dan dipajang hasil rekaanya pada eksibisi ini adalah font-font asli Indonesia.
"Kita patut bangga, Indonesia memiliki banyak font yang selama ini mungkin hanya segelintir orang yang tahu. Selain itu tidak sedikit seniman-seniman yang mulai menciptakan font mereka sendiri," tutur Ardo.
Dalam eksibisi ini, tak kurang dari 29 font hasil rekaan anak-anak itu dipamerkan. Terpampang rapi, lengkap dengan alat-alat yang digunakan saat melakukan reka ulang.
Selain eksibisi, ada juga seminar mengenai tipografi 'Kreatifitas Dalam Mengolah Huruf' bersama sejumlah seniman dan kreator huruf seperti, Riama Maslam, Peneliti Vernacular Street Typography, Ritchie Ned Hansel, Creative Director website DailyWhatNot.com.
Pryanto Sunarto, kartunis Tempo dan Heri Sutresna a.k.a Ucok Homicide dari Rumah Grafis TYPO.
"Nantinya gelaran-gelaran seperti ini akan menjadi agenda rutin S.C.A.N.D.A.L. Jadi tunggu saja event kami berikutnya," tutup Ardo.(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




