Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 11:00 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole
Koesnadi: Makin Tua Makin Takut Terbang -
Sabtu, 07/11/2009 08:56 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole -
Jumat, 30/10/2009 10:43 WIB
Iskandarsyah Berian
Tinggalkan Kick Boxing untuk Berdakwah -
Kamis, 22/10/2009 14:10 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Tidak Ada Tulisan Jelek -
Kamis, 22/10/2009 10:04 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Dokumentasikan Kehidupan di Buku Harian -
Kamis, 22/10/2009 08:52 WIB
Sundea 'Salamatahari'
'Pena dan Kertas Adalah Hidupku'
Indeks Berita
Selasa, 06/10/2009 13:23 WIB
Berkat Wisata Kuliner, Bisa Dirikan Restoran
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Siapa sangka, dari sekedar hobi icip-icip makanan dari resto mewah hingga kaki lima. Seseorang bisa menjadi juru masak handal. Seperti yang terjadi pada Lia Natalia (29), berkat hobinya berwisata kuliner sejak duduk di sekolah menengah, Lia kini berhasil mendirikan Pondok Steak BBC.
"Saya mulai suka dengan kuliner sejak SMP. Dari yang tadinya sering berburu makanan bersama keluarga jadi sering mencari makanan-makanan unik di Bandung dan
Jawa," tutur Lia.
Wanita kelahiran Bandung 29 tahun yang lalu ini mengaku tidak membayangkan suatu saat bisa pintar memasak dan mengelola rumah makan seperti yang dilakukannya sekarang.
"Dulu yang saya tahu hanyalah mencicipi sebanyak mungkin makanan yang unik dan jarang dijumpai," sambung Lia.
Namun semenjak menikah delapan tahun lalu, Lia mulai mempelajari ilmu masak-memasak. Semuanya dilakukan dengan otodidak dan panduan dari sang ibu.
"Kebetulan ibu saya begitu hobi masak, jadinya saya sering diberi wejangan-wejangan soal masak memasak. Tapi prakteknya saya lakukan sendiri," imbuh Lia.
Bersamaan dengan itu, Lia mencoba membuat steak, dari sana ia berhasil membuat steak yang menurut keluarganya sangat enak.
"Entah darimana, saya kalau makan sesuatu bisa tahu komposisinya. Sebelum-sebelumnya saya kerap makan steak yang saya coba dan hasilnya sama, malah katanya lebih enak," tutur Lia.
Semenjak berkeluarga, Lia tidak melupakan hobi kulinernya. Bahkan menjelajah lebih jauh lagi.
"Semenjak menikah malah bisa lebih jauh cari tempat makannya. Kadang saya mengajak suami untuk pergi ke suatu tempat hanya untuk makan dan pulang lagi. Puas sudah," ucapnya.
Berbekal kepiawaiannya, Lia mulai mengelola usaha Pondok Steak di kawasan Bojong Soang Kabupaten Bandung. Ia juga yang meramu tahu menjadi steak yang rasanya tidak kalah dengan steak daging.
Namun uniknya, makanan favorit Lia sedari kecil bukanlah steak. Melainkan bakso. Menurutnya, penganan yang satu itu tidak pernah ada bosannya untuk dimakan.
"Beda dengan nasi atau yang lain, bakso selalu nikmat di lidah," tutur Lia.
Meski begitu, Lia tidak berencana membuat resto atau rumah makan bertemakan bakso. Menurutnya pengolahan bakso tidak semudah makanan-makanan lain.
"Bulan depan rencananya saya akan membuka cabang baru Pondok Steak. Bukan Pondok Bakso, soalnya membuat bakso itu tidak bisa sembarangan, harus yang benar-benar
enak. Yah, itung-itungan mengumpulkan rupiah demi rupiah dari wajan dan panci lah," tutup Lia.(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Berkat Wisata Kuliner, Bisa Dirikan Restoran
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
"Saya mulai suka dengan kuliner sejak SMP. Dari yang tadinya sering berburu makanan bersama keluarga jadi sering mencari makanan-makanan unik di Bandung dan
Jawa," tutur Lia.
Wanita kelahiran Bandung 29 tahun yang lalu ini mengaku tidak membayangkan suatu saat bisa pintar memasak dan mengelola rumah makan seperti yang dilakukannya sekarang.
"Dulu yang saya tahu hanyalah mencicipi sebanyak mungkin makanan yang unik dan jarang dijumpai," sambung Lia.
Namun semenjak menikah delapan tahun lalu, Lia mulai mempelajari ilmu masak-memasak. Semuanya dilakukan dengan otodidak dan panduan dari sang ibu.
"Kebetulan ibu saya begitu hobi masak, jadinya saya sering diberi wejangan-wejangan soal masak memasak. Tapi prakteknya saya lakukan sendiri," imbuh Lia.
Bersamaan dengan itu, Lia mencoba membuat steak, dari sana ia berhasil membuat steak yang menurut keluarganya sangat enak.
"Entah darimana, saya kalau makan sesuatu bisa tahu komposisinya. Sebelum-sebelumnya saya kerap makan steak yang saya coba dan hasilnya sama, malah katanya lebih enak," tutur Lia.
Semenjak berkeluarga, Lia tidak melupakan hobi kulinernya. Bahkan menjelajah lebih jauh lagi.
"Semenjak menikah malah bisa lebih jauh cari tempat makannya. Kadang saya mengajak suami untuk pergi ke suatu tempat hanya untuk makan dan pulang lagi. Puas sudah," ucapnya.
Berbekal kepiawaiannya, Lia mulai mengelola usaha Pondok Steak di kawasan Bojong Soang Kabupaten Bandung. Ia juga yang meramu tahu menjadi steak yang rasanya tidak kalah dengan steak daging.
Namun uniknya, makanan favorit Lia sedari kecil bukanlah steak. Melainkan bakso. Menurutnya, penganan yang satu itu tidak pernah ada bosannya untuk dimakan.
"Beda dengan nasi atau yang lain, bakso selalu nikmat di lidah," tutur Lia.
Meski begitu, Lia tidak berencana membuat resto atau rumah makan bertemakan bakso. Menurutnya pengolahan bakso tidak semudah makanan-makanan lain.
"Bulan depan rencananya saya akan membuka cabang baru Pondok Steak. Bukan Pondok Bakso, soalnya membuat bakso itu tidak bisa sembarangan, harus yang benar-benar
enak. Yah, itung-itungan mengumpulkan rupiah demi rupiah dari wajan dan panci lah," tutup Lia.(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




