Cari Penawaran Terbaik di Sini


Berita Lain

Indeks Berita

Jumat, 02/10/2009 12:52 WIB
Bea Cukai Tak Akan Persulit Bantuan dari LN untuk Korban Gempa
Tya Eka Yulianti - detikBandung


Dok detikcom
Bandung - Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi menjamin bantuan luar negeri untuk korban bencana gempa di Sumatera tidak akan dipersulit, asalkan melalui satu pintu yaitu ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Penyaluran bantuan dari luar negeri sudah sangat sederhana, yaitu melalui satu pintu ke BNPB," katanya ditemui usai meresmikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Bandung, Jalan Rumah Sakit No 167, Gedebage, Jumat (2/10/2009).

Prosedur penyaluran bantuan ini berbeda dengan dulu, di mana bantuan harus melalui Depkes, Badan POM, dan Depdag. "Sekarang lebih sederhana, banyak proses izin yang dipotong. Sekarang ini BNPB rekomendasikan, kita langsung keluarkan izin," ujar Anwar.

Namun, kata dia, jika bantuan tersebut tak melalui BNPB, seperti bantuan dari Qatar beberapa waktu lalu untuk gempa Jabar akan sedikit terhambat. Sebab, pihak bea dan cukai harus memeriksa dulu barang bantuan yang dikirimkan. Khawatir bantuan yang diberikan misalnya obat dan makanan sudah kadaluarsa.

"Pas bantuan Qatar ke Jabar kemarin, mereka tak tak memberitahu dulu informasi pada Indonesia. Mereka inginnya langsung saja, padahal kan negeri ini punya kedaulatan. Kalau saja Qatar lewat BNPB pasti tak akan terjadi keterlambatan," ujar Anwar.

Khusus gempa Sumatera, Anwar mengaku dirinya langsung membuat surat edaran sesaat setelah gempa mengguncang Rabu sore (30/9/2009). "Malamnya langsung saya buat surat edaran yang dikirimkan ke semua kantor bea cukai agar prosedurnya semua tahu," katanya.

Beberapa kantor bea cukai yang dikirimkan adalah di Bandara Halim Perdana Kusumah, Soekarno Hatta, Tanjung Priok, Bandara Minangkabau, dan Teluk Bayur.

Menurut Anwar, kini bantuan dari luar negeri sudah mulai berdatangan. "Semalam saya dapat kabar jika di Bandara Minangkabau sudah ada bantuan dari Inggris. Itu tak ada masalah, karena melalui BNPB," ujarnya.
(ern/ern)


Share

Foto Lain

Fotolain

Baca juga :