Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 20:04 WIB
Tergerus Air Sungai, 3 Rumah Ambrol -
Selasa, 09/02/2010 19:49 WIB
Sengketa Lahan Gasibu
Tujuh Tergugat Menolak Eksekusi Kawasan Gasibu -
Selasa, 09/02/2010 19:33 WIB
Polisi Ditembak
Polisi Menduga Motifnya Dendam -
Selasa, 09/02/2010 19:03 WIB
Korps Kavaleri Prioritaskan Alutsista Buatan Dalam Negeri -
Selasa, 09/02/2010 18:34 WIB
Polisi Ditembak
Istri dan Kakak Ipar Endang Diperiksa Polisi -
Selasa, 09/02/2010 18:12 WIB
Polisi Ditembak
Brigadir Endang Ditembak dari Jarak 1 Meter
Indeks Berita
Rabu, 30/09/2009 17:22 WIB
2 Oktober, Gubernur Jabar Tidak Imbau Pakai Batik
Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung -
Meski Presiden SBY mengimbau masyarakat memakai batik pada Jumat (2/10/2009), lain halnya dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Menurut Heryawan, tanpa perlu diimbau, masyarakat Jabar selama ini sudah pro batik.
"Tanpa momentum-momentum tertentu juga sudah pakai batik. Setiap Jumat sudah pakai batik, acara Sabtu Minggu dan acara malam hari juga sudah terbiasa menggunakan batik," kata Heryawan kepada wartawan usai acara Silaturahmi Keluarga Besar Panca Mitra Pendidikan Provinsi Jabar di Gedung Dinas Pendidikan Jabar Jalan dr Radjiman, Rabu (30/9/2009).
Lebih lanjut Heryawan menuturkan, untuk mewajibkan atau mengharuskan penggunaan batik memerlukan proses. "Yang jelas, ketika UNESCO mengakui batik sebagai seni dan budaya Indonesia kita sangat menghargai. Kalau UNESCO sudah mengakui, apalagi kita. Harus dong lebih pro batik," sambungnya.
Dengan menggunakan batik, menurut Heryawan, itu berarti kita menghargai hasil industri kreatif dalam negeri.
Senada dengan Heryawan, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasyi juga mengatakan tidak akan mengimbau sekolah-sekolah untuk menggunakan batik.
"Selama ini juga sudah pakai batik kalau hari Jumat. Kalau tidak punya, terpaksa harus beli kan repot, kasihan," kata Wahyudin.
Wahyudin pun menuturkan bahwa selama ini dirinya sering menggunakan batik. "Dalam seminggu saya bisa 4 hari pakai batik. Sejak masuk setelah lebaran Kamis lalu sampai hari ini juga saya pakai batik terus," ujar Wahyudin bangga.
(tya/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
2 Oktober, Gubernur Jabar Tidak Imbau Pakai Batik
Tya Eka Yulianti - detikBandung
"Tanpa momentum-momentum tertentu juga sudah pakai batik. Setiap Jumat sudah pakai batik, acara Sabtu Minggu dan acara malam hari juga sudah terbiasa menggunakan batik," kata Heryawan kepada wartawan usai acara Silaturahmi Keluarga Besar Panca Mitra Pendidikan Provinsi Jabar di Gedung Dinas Pendidikan Jabar Jalan dr Radjiman, Rabu (30/9/2009).
Lebih lanjut Heryawan menuturkan, untuk mewajibkan atau mengharuskan penggunaan batik memerlukan proses. "Yang jelas, ketika UNESCO mengakui batik sebagai seni dan budaya Indonesia kita sangat menghargai. Kalau UNESCO sudah mengakui, apalagi kita. Harus dong lebih pro batik," sambungnya.
Dengan menggunakan batik, menurut Heryawan, itu berarti kita menghargai hasil industri kreatif dalam negeri.
Senada dengan Heryawan, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasyi juga mengatakan tidak akan mengimbau sekolah-sekolah untuk menggunakan batik.
"Selama ini juga sudah pakai batik kalau hari Jumat. Kalau tidak punya, terpaksa harus beli kan repot, kasihan," kata Wahyudin.
Wahyudin pun menuturkan bahwa selama ini dirinya sering menggunakan batik. "Dalam seminggu saya bisa 4 hari pakai batik. Sejak masuk setelah lebaran Kamis lalu sampai hari ini juga saya pakai batik terus," ujar Wahyudin bangga.
(tya/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)


