Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:48 WIB
Polisi Ditembak
Proyektil Dikirim ke Puslabfor Mabes Polri -
Selasa, 09/02/2010 17:09 WIB
'Anggaran Militer Belum Ideal' -
Selasa, 09/02/2010 16:33 WIB
Isu Plagiarisme
Unpar Temukan 4 Tulisan Prof Banyu Hasil Jiplakan -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
Sengketa Lahan Gasibu
Pantau Putusan PK, Ketua PTUN Undang Para Tergugat -
Selasa, 09/02/2010 16:02 WIB
Benteng Green Ciumbuleuit Ambrol
Lokasi Sulit, Reruntuhan Diangkut Secara Manual -
Selasa, 09/02/2010 15:51 WIB
Kebonwaru Buka Klinik Methadon Khusus Warga Binaan
Indeks Berita
Kamis, 17/09/2009 09:41 WIB
Ajarkan 'Meraih Mimpi' Lewat Film Animasi
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Banyak yang masih meragukan kualitas film Indonesia, terlebih dengan banyaknya film yang mengekor ke film-film luar. Namun dibalik kemonotonan itu, tim Kalyana
Shira Films berhasil menyajikan sebuah film anak yang berkualitas dengan judul 'Meraih Mimpi'.
Film bergenre animasi ini adalah besutan sutradara 'Arisan' Nia Dinata (Kalyana Shira Films). Nia ingin mengangkat potensi anak bangsa di bidang animasi. Sejak tiga tahun lalu, Nia mulai mengkonsep penggarapan film ini.
Para pengisi suara film berdurasi 90 menit ini pun ini pun bukan sembarangan. Sebut saja Gita Gutawa, Patton idola cilik, Surya Saputra, Indra Bekti, Cut Mini, Shanty, Tieke Priatnakusumah dan Jajang C Noer.
Selain itu, kualitas gambar dan suara film animasi pertama di Indonesia ini tidak perlu dipertanyakan.
Film ini mengisahkan kakak beradik Dana (Gita Gutawa) dan Rai (Patton-Idola Cilik) yang harus berjuang melawan ketidak adilan di Pulau Batam tempat tinggalnya.
Mulai dari dipaksanya Dana mengikuti budaya patriarkis, hingga pembebanan pajak tanah pada keluarga Dana dan Rai oleh Poirot, si tuan tanah yang membebani pajak pada warga secara semena-mena.
Dana yang memang memiliki kelebihan dibidang akademis, sempat terhambat untuk mendapatkan beasiswa karena budaya patriarkis tersebut. Sehingga sulit untuk melawan ketidakadilan yang menimpa ia dan keluarganya.
Namun dengan perjuangan keras, ditemani sahabat-sahabatnya yang merupakan binatang hutan dan adik tercintanya Rai, Dana berhasil mendapatkan beasiswa.
Tidak hanya itu berkat kekompakannya, Dana juga berhasil membongkar identitas Poirot si tuan tanah dan berhasil menyelamatkan keluarga dari belenggu Poirot.
Lebih jauh film ini mengajarkan kepada anak-anak untuk yakin bahwa apapun yang diharapkan sangat mungkin untuk menjadi kenyataan dan semuanya berawal dari sebuah impian.
Sekaligus membawa misi cinta lingkungan dan semangat anti global warming untuk disampaikan pada generasi muda sejak dini dengan tutur yang menarik dan tidak terkesan menggurui.
Film ini sangat cocok untuk dijadikan referensi tontonan pada liburan lebaran kali ini dan sudah diputar di seluruh bioskop di Indonesia.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ajarkan 'Meraih Mimpi' Lewat Film Animasi
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Shira Films berhasil menyajikan sebuah film anak yang berkualitas dengan judul 'Meraih Mimpi'.
Film bergenre animasi ini adalah besutan sutradara 'Arisan' Nia Dinata (Kalyana Shira Films). Nia ingin mengangkat potensi anak bangsa di bidang animasi. Sejak tiga tahun lalu, Nia mulai mengkonsep penggarapan film ini.
Para pengisi suara film berdurasi 90 menit ini pun ini pun bukan sembarangan. Sebut saja Gita Gutawa, Patton idola cilik, Surya Saputra, Indra Bekti, Cut Mini, Shanty, Tieke Priatnakusumah dan Jajang C Noer.
Selain itu, kualitas gambar dan suara film animasi pertama di Indonesia ini tidak perlu dipertanyakan.
Film ini mengisahkan kakak beradik Dana (Gita Gutawa) dan Rai (Patton-Idola Cilik) yang harus berjuang melawan ketidak adilan di Pulau Batam tempat tinggalnya.
Mulai dari dipaksanya Dana mengikuti budaya patriarkis, hingga pembebanan pajak tanah pada keluarga Dana dan Rai oleh Poirot, si tuan tanah yang membebani pajak pada warga secara semena-mena.
Dana yang memang memiliki kelebihan dibidang akademis, sempat terhambat untuk mendapatkan beasiswa karena budaya patriarkis tersebut. Sehingga sulit untuk melawan ketidakadilan yang menimpa ia dan keluarganya.
Namun dengan perjuangan keras, ditemani sahabat-sahabatnya yang merupakan binatang hutan dan adik tercintanya Rai, Dana berhasil mendapatkan beasiswa.
Tidak hanya itu berkat kekompakannya, Dana juga berhasil membongkar identitas Poirot si tuan tanah dan berhasil menyelamatkan keluarga dari belenggu Poirot.
Lebih jauh film ini mengajarkan kepada anak-anak untuk yakin bahwa apapun yang diharapkan sangat mungkin untuk menjadi kenyataan dan semuanya berawal dari sebuah impian.
Sekaligus membawa misi cinta lingkungan dan semangat anti global warming untuk disampaikan pada generasi muda sejak dini dengan tutur yang menarik dan tidak terkesan menggurui.
Film ini sangat cocok untuk dijadikan referensi tontonan pada liburan lebaran kali ini dan sudah diputar di seluruh bioskop di Indonesia.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)


