Berita Lain

Indeks Berita

Kamis, 10/09/2009 09:14 WIB
Ebo Guest House
Hadirkan Nuansa Hotel Klasik Dalam Rumah
Pradipta Nugrahanto - detikBandung



Bandung - Bagi anda yang kerap travelling atau wisata, tentu penginapan yang layak menjadi hal yang anda perhitungkan sebelum melakukan perjalanan. Jika anda termasuk orang yang enggan beristirahat di hotel, maka guest house bisa menjadi pilihan anda. Salah satunya adalah Ebo Guest House di Jl Imam Bonjol No 27.

Semua berawal dari ide keluarga Hadi Hoesni Mantjanegara yang telah menempati rumah tersebut secara turun temurun, dari tahun 1975 hingga telah memiliki lima orang keturunan, yang secara kebetulan membeli rumah ex-patriat Jerman yang dulunya bekerja untuk Goethe Institut Bandung.

"Tadinya rumah ini sempat ditempati oleh orang Belanda dan Jerman di tahun 1800-an sebelum dijual dan dibeli oleh Hadi Hoesni Mantjanegara. Setelah diwariskan kepada lima anaknya. Hadi Hoesni berpesan agar rumah yang ditinggalinya tidak dijual namun dijadikan lahan usaha yang tidak merusak originalitas dan lingkungan sekitar," tutur Kiki, Manager Operasional Ebo Guest House kepada detikbandung.

Setelah sempat terpikir untuk membuat kos-kosan, anak-anak keluarga Hadi Hoesni yang telah disibukan dengan karir masing-masing, menggandeng Kiki yang dahulunya adalah tetangga keluarga Hadi untuk turut membantu mengelola rumah warisan tersebut.

"Di tahun 2006, diperoleh kesepakatan untuk menjadikan rumah ini sebagai hotel. Namun karena sang empunya tidak ingin merubah ornamen ornamen asli rumah dan lahan yang terbatas, kami sepakat membuat guest house yang menghadirkan suasana rumah dengan fasilitas hotel," ujar Kiki.

Dari pintu masuk rumah, nuansa klasik sudah sangat terasa. Dari bentuk bangunan hingga interior semua bernuansa klasik. Dominasi ornamen kayu, semakin memperkuat kesan tersebut.

Uniknya, sebagian besar perabotan yang dipakai di Ebo guest house masih asli. "80 persen perabotannya masih asli yang digunakan keluarga Hadi Hoesni jaman dahulu. Selain mempertahankan kesan klasik, barang lama daya tahannya lebih kuat," imbuh Kiki.

Hingga saat ini, Ebo Guest House memiliki 9 kamar yang terdiri dari 2 kamar tipe family, 3 kamar single dan 4 kamar standar.

"Yang membedakan masing-masing kamar tersebut adalah ukuran dan fasilitas kamarnya. Untuk tipe family, setiap kamar memiliki dua ruang
yaitu ruang keluarga dan kamar tidur utama. Sedangkan kamar standar dan kamar single tidak memiliki ruang keluarga," seloroh Kiki.

Peminat Ebo Guest House, rata-rata didominasi oleh wisatawan mancanegara. "Rata-rata orang Malaysia, Singapura dan Thailand. Itu untuk yang liburan keluarga. Wisatawan backpackers juga banyak yang datang ke sini, rata-rata dari Eropa dan menempati kamar single," tutur Kiki.

Kiki menambahkan, wisatawan domestik yang datang persentasinya lebih sedikit ketimbang mancanegara. "Kalau turis lokal, yang kesini biasanya adalah mereka-mereka yang mencari tempat yang tenang dan cocok untuk beristirahat. Beda dengan di hotel yang masih terasa nuansa urbannya," ujarnya.

Tertarik menjajal? Harga yang ditawarkan terbilang kompetitif. Untuk Family Room, harga sewa per harinya Rp 730 ribu, untuk kamar standar Rp 500 ribu, sedangkan kamar single dibanderol Rp 200 ribu.
(dip/ern)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :