Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Minggu, 22/11/2009 16:22 WIB
Jadi Jawara PSM Tingkat Nasional, Unpad Berpeluang ke Cina -
Minggu, 22/11/2009 16:02 WIB
3 Siswa Ditampar Guru
Guru dan Orangtua Murid Sudah Berdamai -
Minggu, 22/11/2009 14:39 WIB
Kabarkan Banjir Melalui SMS Berantai -
Minggu, 22/11/2009 14:14 WIB
Banjir Sergap Bandung
Ketinggian Air di Majalaya Capai Selutut -
Minggu, 22/11/2009 13:42 WIB
Sungai Citarum Meluap, Warga Majalaya Siaga 1 -
Minggu, 22/11/2009 13:07 WIB
Pemilihan Rektor Senin Malam
Mahasiswa ITB Belum Tentukan Calon yang Akan Dipilih
Indeks Berita
Sabtu, 05/09/2009 12:14 WIB
ITB Kembangkan Teknologi Pereduksi Dampak Gempa
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan Jepang sedang mengembangkan penerapan teknologi Seismic Risk Reduction (SRR) untuk mengurangi dampak gempa. Namun kendalanya, pengembangan teknologi ini membutuhkan biaya yang besar.
Demikian disampaikan Prih Harjadi, Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Jumat (4/9/2009) malam.
Menurut Prih, sebagai strategi dalam mengeliminir dampak gempa, BMKG menerapkan micro zonasi dan SRR. "Micro zonasi sudah mulai dilakukan di Aceh. Jadi titik-titik yang terdapat patahan tidak diperkenankan untuk didirikan bangunan diatasnya," ujar Prih.
Di Bandung pun, ujar Prih, sedang dikembangkan teknologi SRR. "Dari informasi yang kita terima pihak ITB bekerjasama dengan Jepang sedang melakukan pengembangan penerapan teknologi SSR," imbuh Prih.
Dengan dikembangkannya teknologi SSR ini, titik-titik prediksi daerah rawan gempa akan semakin mudah. Namun sayangnya biaya pengembangan SRR jauh lebih besar.
"SSR kan teknologinya jauh lebih maju dari micro zonasi. Hanya saja biaya yang diperlukan jauh lebih besar. Ini yang menjadi kendala utamanya, selain SDM yang masih minim," tutur Prih.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
ITB Kembangkan Teknologi Pereduksi Dampak Gempa
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Demikian disampaikan Prih Harjadi, Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Jumat (4/9/2009) malam.
Menurut Prih, sebagai strategi dalam mengeliminir dampak gempa, BMKG menerapkan micro zonasi dan SRR. "Micro zonasi sudah mulai dilakukan di Aceh. Jadi titik-titik yang terdapat patahan tidak diperkenankan untuk didirikan bangunan diatasnya," ujar Prih.
Di Bandung pun, ujar Prih, sedang dikembangkan teknologi SRR. "Dari informasi yang kita terima pihak ITB bekerjasama dengan Jepang sedang melakukan pengembangan penerapan teknologi SSR," imbuh Prih.
Dengan dikembangkannya teknologi SSR ini, titik-titik prediksi daerah rawan gempa akan semakin mudah. Namun sayangnya biaya pengembangan SRR jauh lebih besar.
"SSR kan teknologinya jauh lebih maju dari micro zonasi. Hanya saja biaya yang diperlukan jauh lebih besar. Ini yang menjadi kendala utamanya, selain SDM yang masih minim," tutur Prih.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)





