Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 20:04 WIB
Tergerus Air Sungai, 3 Rumah Ambrol -
Selasa, 09/02/2010 19:49 WIB
Sengketa Lahan Gasibu
Tujuh Tergugat Menolak Eksekusi Kawasan Gasibu -
Selasa, 09/02/2010 19:33 WIB
Polisi Ditembak
Polisi Menduga Motifnya Dendam -
Selasa, 09/02/2010 19:03 WIB
Korps Kavaleri Prioritaskan Alutsista Buatan Dalam Negeri -
Selasa, 09/02/2010 18:34 WIB
Polisi Ditembak
Istri dan Kakak Ipar Endang Diperiksa Polisi -
Selasa, 09/02/2010 18:12 WIB
Polisi Ditembak
Brigadir Endang Ditembak dari Jarak 1 Meter
Indeks Berita
Sabtu, 05/09/2009 12:14 WIB
ITB Kembangkan Teknologi Pereduksi Dampak Gempa
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan Jepang sedang mengembangkan penerapan teknologi Seismic Risk Reduction (SRR) untuk mengurangi dampak gempa. Namun kendalanya, pengembangan teknologi ini membutuhkan biaya yang besar.
Demikian disampaikan Prih Harjadi, Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Jumat (4/9/2009) malam.
Menurut Prih, sebagai strategi dalam mengeliminir dampak gempa, BMKG menerapkan micro zonasi dan SRR. "Micro zonasi sudah mulai dilakukan di Aceh. Jadi titik-titik yang terdapat patahan tidak diperkenankan untuk didirikan bangunan diatasnya," ujar Prih.
Di Bandung pun, ujar Prih, sedang dikembangkan teknologi SRR. "Dari informasi yang kita terima pihak ITB bekerjasama dengan Jepang sedang melakukan pengembangan penerapan teknologi SSR," imbuh Prih.
Dengan dikembangkannya teknologi SSR ini, titik-titik prediksi daerah rawan gempa akan semakin mudah. Namun sayangnya biaya pengembangan SRR jauh lebih besar.
"SSR kan teknologinya jauh lebih maju dari micro zonasi. Hanya saja biaya yang diperlukan jauh lebih besar. Ini yang menjadi kendala utamanya, selain SDM yang masih minim," tutur Prih.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
ITB Kembangkan Teknologi Pereduksi Dampak Gempa
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Demikian disampaikan Prih Harjadi, Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Jumat (4/9/2009) malam.
Menurut Prih, sebagai strategi dalam mengeliminir dampak gempa, BMKG menerapkan micro zonasi dan SRR. "Micro zonasi sudah mulai dilakukan di Aceh. Jadi titik-titik yang terdapat patahan tidak diperkenankan untuk didirikan bangunan diatasnya," ujar Prih.
Di Bandung pun, ujar Prih, sedang dikembangkan teknologi SRR. "Dari informasi yang kita terima pihak ITB bekerjasama dengan Jepang sedang melakukan pengembangan penerapan teknologi SSR," imbuh Prih.
Dengan dikembangkannya teknologi SSR ini, titik-titik prediksi daerah rawan gempa akan semakin mudah. Namun sayangnya biaya pengembangan SRR jauh lebih besar.
"SSR kan teknologinya jauh lebih maju dari micro zonasi. Hanya saja biaya yang diperlukan jauh lebih besar. Ini yang menjadi kendala utamanya, selain SDM yang masih minim," tutur Prih.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)


