Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Minggu, 14/03/2010 22:33 WIB
Kebakaran di Sadang Sari
Api Diduga Berasal dari Arus Pendek -
Minggu, 14/03/2010 22:15 WIB
Kebakaran di Sadang Sari
Api Padam, Kios Bakso dan Mebel Ludes -
Minggu, 14/03/2010 21:56 WIB
Update
Kebakaran di Sadang Sari, 7 Unit Mobil Pemadam Diturunkan -
Minggu, 14/03/2010 17:57 WIB
Ultah ke-77 Persib, Heryawan Nonton Langsung Persib Vs Arema -
Minggu, 14/03/2010 16:53 WIB
Biro Iklan Pangkas 51 Pohon
CV SSP Ganti Kulit Reklame Iklan Komersil dengan HUT Bandung -
Minggu, 14/03/2010 16:40 WIB
Biro Iklan Pangkas 51 Pohon
SSP Siap Pelihara Pohon yang Ditanamnya
Indeks Berita
Sabtu, 05/09/2009 12:14 WIB
ITB Kembangkan Teknologi Pereduksi Dampak Gempa
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan Jepang sedang mengembangkan penerapan teknologi Seismic Risk Reduction (SRR) untuk mengurangi dampak gempa. Namun kendalanya, pengembangan teknologi ini membutuhkan biaya yang besar.
Demikian disampaikan Prih Harjadi, Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Jumat (4/9/2009) malam.
Menurut Prih, sebagai strategi dalam mengeliminir dampak gempa, BMKG menerapkan micro zonasi dan SRR. "Micro zonasi sudah mulai dilakukan di Aceh. Jadi titik-titik yang terdapat patahan tidak diperkenankan untuk didirikan bangunan diatasnya," ujar Prih.
Di Bandung pun, ujar Prih, sedang dikembangkan teknologi SRR. "Dari informasi yang kita terima pihak ITB bekerjasama dengan Jepang sedang melakukan pengembangan penerapan teknologi SSR," imbuh Prih.
Dengan dikembangkannya teknologi SSR ini, titik-titik prediksi daerah rawan gempa akan semakin mudah. Namun sayangnya biaya pengembangan SRR jauh lebih besar.
"SSR kan teknologinya jauh lebih maju dari micro zonasi. Hanya saja biaya yang diperlukan jauh lebih besar. Ini yang menjadi kendala utamanya, selain SDM yang masih minim," tutur Prih.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
ITB Kembangkan Teknologi Pereduksi Dampak Gempa
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Demikian disampaikan Prih Harjadi, Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Jumat (4/9/2009) malam.
Menurut Prih, sebagai strategi dalam mengeliminir dampak gempa, BMKG menerapkan micro zonasi dan SRR. "Micro zonasi sudah mulai dilakukan di Aceh. Jadi titik-titik yang terdapat patahan tidak diperkenankan untuk didirikan bangunan diatasnya," ujar Prih.
Di Bandung pun, ujar Prih, sedang dikembangkan teknologi SRR. "Dari informasi yang kita terima pihak ITB bekerjasama dengan Jepang sedang melakukan pengembangan penerapan teknologi SSR," imbuh Prih.
Dengan dikembangkannya teknologi SSR ini, titik-titik prediksi daerah rawan gempa akan semakin mudah. Namun sayangnya biaya pengembangan SRR jauh lebih besar.
"SSR kan teknologinya jauh lebih maju dari micro zonasi. Hanya saja biaya yang diperlukan jauh lebih besar. Ini yang menjadi kendala utamanya, selain SDM yang masih minim," tutur Prih.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)




