Berita Lain

Indeks Berita

Kamis, 27/08/2009 13:15 WIB
Ariani Darmawan
Hidup dari Buku, Film dan Musik
Pradipta Nugrahanto - detikBandung



Bandung - Buku, film dan musik adalah tiga hal yang bertautan. Bagi seorang Ariani Darmawan (32), ketiganya bisa dibaca untuk menggali pengetahuan lebih dalam.

"Selama ini kebanyakan orang selalu diset untuk membaca buku. Setelah itu lepas sudah, tidak ada kelanjutannya. Padahal dari suatu hal, bisa ditemukan tautannya di musik dan film," tutur Ariani.

Ariani mencontohkan, sebagai penggemar musik gypsy tadinya dirinya hanya mendengarkan sebanyak mungkin grup gypsy di seluruh dunia dan setelah membaca
bukunya ia baru tahu lebih banyak hal lagi setelah menonton film dokumenter musik gypsy.

Tidak berhenti disana, Ariani mulai membaca budaya dunia lewat tiga elemen tersebut.

"Tidak perlu diawali dengan membaca buku dulu. Tapi bisa dari kegemaran kita akan musik atau film. Sebenarnya konteks dari semuanya tetap membaca juga, hanya memang tidak mesti menghayati lembaran demi lembaran," ujar Ariani.

Wanita yang sempat seminggu tidak bisa lelap tertidur karena membaca buku 'Religion of Java' ini menyarankan agar generasi muda Indonesia tidak hanya
terpaku pada salah satu objek saja dalam memahami suatu budaya.

"Ini yang kurang menurut saya. Anak muda Indonesia sekarang sudah mulai banyak yang tertarik berbagai kultur budaya di dunia. Berikut movement-movementnya.
Namun sayangnya, banyak yang terkurung di satu objek, semisal musik hanya dengar musiknya, atau film hanya lihat filmnya. Meski begitu saya tidak sepenuhnya
menyalahkan, banyak juga yang ingin 'membaca' tiga elemen itu. Namun lagi-lagi keterbatasan di Indonesia jadi kendalanya," tutur Ariani.

Ariani pun menepis jika orang beranggapan minat baca orang Indonesia minim. Menurutnya, yang jadi kendala adalah sulitnya akses informasi.

"Seberapa banyak perpustakaan di Indonesia yang isinya lengkap. Sudah begitu apa isi perpustakaan hanya buku? Harusnya ya ada koleksi buku, film dan juga musik," sambungnya.

Lewat Rumah Buku yang didirikannya, Ariani berusaha memberikan kemudahan akses informasi. Ariani pun berniat menjadikan Rumah Buku dan segala elemen di
dalamnya menjadi lifetime projectnya.

"Saya akan terus menempel pada tiga elemen ini hingga nafas terakhir saya. Toh dari sini saya bisa hidup seperti sekarang," ungkapnya. Hal itu menurut Ariani sesuai dengan motto hidupnya 'kita harus bisa menghidupi hidup kita sendiri'.

"Dan dari Buku, Musik dan Film saya telah bisa meraih itu," tandasnya.

(dip/ema)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)

Foto Lain


Baca juga :