Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 10/03/2010 09:33 WIB
Bandung Blues Society
Dekatkan Musik Blues ke Anak Muda -
Selasa, 09/03/2010 09:43 WIB
Angklung Toel
Tak Perlu Digoyang, Cukup Disentuh -
Sabtu, 06/03/2010 16:32 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Bunga Antorium untuk Gubernur -
Sabtu, 06/03/2010 15:46 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Adu Harga di Gedung Bekas Pengadilan -
Sabtu, 06/03/2010 14:33 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Suara Lantang di Antara Lukisan -
Sabtu, 06/03/2010 12:14 WIB
Sehati Oentoek Sesama
Kala Lukisan Jadi Sarana Bantu Saudara
Indeks Berita
Kamis, 27/08/2009 11:35 WIB
Virgin Oi
Lebih Matang Karena Ejekan dan Sindiran
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Sebagai grup musik wanita yang mengusung musik cadas, Virgin Oi memang terbilang langka. Tapi mereka menolak jika dikatakan hanya mengejar tren karena skill musik mereka juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Salah kalau orang berpadangan, wanita bemusik itu hanya mengejar tren semata. Harusnya lihat dulu esensi bermusiknya. Baru mengkritisi," tutur Rhilie, basis Virgin Oi kepada detikbandung.
Sebagai band yang terbilang jarang karena seluruh personelnya adalah wanita, langkah Virgin Oi dalam meniti karir bermusik sering mendapat sandungan.
"Sempat ada yang mencemooh kami, karena merasa wanita tidak mungkin untuk membawakan komposisi tempo tinggi," tutur Desi, sang vokalis.
Namun berbagai ejekan dan sindiran itu membuat Virgin Oi semakin mengasah skill dan membuat komposisi yang bagus.
"Kalau kami terpukul dengan ejekan-ejekan itu mungkin kami tidak akan terus bertahan hingga sekarang," ujar sang gitaris, Sarah.
Uniknya, meski sering mendapatkan kritik, Virgin Oi juga sering dianggap sebagai 'pemberi kesegaran' di konser-konser musik cadas.
"Karena yang main dan yang nonton kebanyakan laki-laki, kita jadi sering mendapat apresiasi yang meriah karena beda gender. Tapi kita tidak mau lengah dengan hanya menjual grup yang berpersonelkan wanita semua," tutur Sarah.
Grup yang banyak terpengaruh The Business, Kittie dan Rancid ini mengaku memiliki visi ke depan dalam bermusik punk.
"Kita tidak ingin punk dipandang sebelah mata, dengan kesan urakan dan ugal-ugalannya. Kita menyuarakan movement dalam bermusik, salah satunya adalah
kebebasan berekspresi," ujar Rhillie.
Apa yang mereka coba suarakan, tentu patut diacungi jempol. Tidak banyak wanita-wanita Indonesia yang berani berekspresi lewat jalur musik cadas. Dengan
eksistensinya, Virgin Oi telah membuktikan bila wanita juga bisa.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Virgin Oi
Lebih Matang Karena Ejekan dan Sindiran
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

"Salah kalau orang berpadangan, wanita bemusik itu hanya mengejar tren semata. Harusnya lihat dulu esensi bermusiknya. Baru mengkritisi," tutur Rhilie, basis Virgin Oi kepada detikbandung.
Sebagai band yang terbilang jarang karena seluruh personelnya adalah wanita, langkah Virgin Oi dalam meniti karir bermusik sering mendapat sandungan.
"Sempat ada yang mencemooh kami, karena merasa wanita tidak mungkin untuk membawakan komposisi tempo tinggi," tutur Desi, sang vokalis.
Namun berbagai ejekan dan sindiran itu membuat Virgin Oi semakin mengasah skill dan membuat komposisi yang bagus.
"Kalau kami terpukul dengan ejekan-ejekan itu mungkin kami tidak akan terus bertahan hingga sekarang," ujar sang gitaris, Sarah.
Uniknya, meski sering mendapatkan kritik, Virgin Oi juga sering dianggap sebagai 'pemberi kesegaran' di konser-konser musik cadas.
"Karena yang main dan yang nonton kebanyakan laki-laki, kita jadi sering mendapat apresiasi yang meriah karena beda gender. Tapi kita tidak mau lengah dengan hanya menjual grup yang berpersonelkan wanita semua," tutur Sarah.
Grup yang banyak terpengaruh The Business, Kittie dan Rancid ini mengaku memiliki visi ke depan dalam bermusik punk.
"Kita tidak ingin punk dipandang sebelah mata, dengan kesan urakan dan ugal-ugalannya. Kita menyuarakan movement dalam bermusik, salah satunya adalah
kebebasan berekspresi," ujar Rhillie.
Apa yang mereka coba suarakan, tentu patut diacungi jempol. Tidak banyak wanita-wanita Indonesia yang berani berekspresi lewat jalur musik cadas. Dengan
eksistensinya, Virgin Oi telah membuktikan bila wanita juga bisa.
(dip/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



