Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 29/09/2009 14:17 WIB
Tips Mengemas Kado Jadi Bingkisan Cantik -
Selasa, 29/09/2009 10:32 WIB
Salon Kado
Kreasikan Kado Spesial Tanpa Kata Mahal -
Selasa, 29/09/2009 09:06 WIB
Salon Kado, Sentuhan Spesial untuk Kado Istimewa -
Selasa, 25/08/2009 12:54 WIB
Ajarkan Islam Sejak Dini dengan Boneka Seri Muslim -
Selasa, 25/08/2009 10:28 WIB
Mendongeng Dengan Boneka Jari, Yuk! -
Selasa, 25/08/2009 09:47 WIB
Ajarkan Kreativitas Lewat Boneka Tangan
Indeks Berita
Selasa, 28/07/2009 09:29 WIB
Bahan Baku Kertas Murah, Pemasaran Susah
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Meski bahan baku berupa kertas duplex harganya murah, tapi bukan berarti dalam menjalankan usaha kerajinan tangan karya Wawan Irawan (48) ini tidak menghadapi kendala. Segi modal dan pemasaran pun menjadi salah satu faktor yang membuat usahanya belum begitu berkembang.
"Kalau kertas duplex harganya murah, satu kilogram hanya Rp 1.000," ujar Wawan saat ditemui pada acara Cooperative Fair di Lapangan Saparua, Bandung.
Tapi, lanjut Wawan, benda-benda penunjangnya seperti lem dan flitur harganya lebih mahal dari kertas duplex.
Karena keterbatasan modal, diakuinya belum bisa mempekerjakan pegawai. Saat ini dia hanya dibantu oleh istrinya, Sumiyati (41). "Tapi kalau lagi banyak pesanan baru saya ajak beberapa orang," ujarnya.
Selain modal, umumnya dirasakan para pegiat UKM, soal pemasaran adalah kendala lainnya. Untuk awal, Wawan menjual karyanya di pasar-pasar kaget, seperti di pasar kaget Gasibu. Di sanalah karyanya mulai banyak yang mengenal. Keunikannya membuat para pengunjung kemudian melirik.
Dari pasar kaget, Wawan beranjak dari pameran ke pameran. Meski baru dua kali mengikuti pameran, kata Wawan, karyanya sudah mendapat penghargaan sebagai karya kreatif dalam pandangan panitia pameran. "Pameran juga jarang, baru dua kali dengan sekarang," ujar Wawan.
Tentu saja Wawan pun mengharapkan bantuan modal dan pemasaran dari berbagai pihak. Meski diakuinya dia sudah mendapat bantuan modal dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Sebuah ormas Islam pun kini diakuinya sedang berupaya menjadikan usahanya sebagai usaha binaan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.(ema/bbn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bahan Baku Kertas Murah, Pemasaran Susah
Ema Nur Arifah - detikBandung

"Kalau kertas duplex harganya murah, satu kilogram hanya Rp 1.000," ujar Wawan saat ditemui pada acara Cooperative Fair di Lapangan Saparua, Bandung.
Tapi, lanjut Wawan, benda-benda penunjangnya seperti lem dan flitur harganya lebih mahal dari kertas duplex.
Karena keterbatasan modal, diakuinya belum bisa mempekerjakan pegawai. Saat ini dia hanya dibantu oleh istrinya, Sumiyati (41). "Tapi kalau lagi banyak pesanan baru saya ajak beberapa orang," ujarnya.
Selain modal, umumnya dirasakan para pegiat UKM, soal pemasaran adalah kendala lainnya. Untuk awal, Wawan menjual karyanya di pasar-pasar kaget, seperti di pasar kaget Gasibu. Di sanalah karyanya mulai banyak yang mengenal. Keunikannya membuat para pengunjung kemudian melirik.
Dari pasar kaget, Wawan beranjak dari pameran ke pameran. Meski baru dua kali mengikuti pameran, kata Wawan, karyanya sudah mendapat penghargaan sebagai karya kreatif dalam pandangan panitia pameran. "Pameran juga jarang, baru dua kali dengan sekarang," ujar Wawan.
Tentu saja Wawan pun mengharapkan bantuan modal dan pemasaran dari berbagai pihak. Meski diakuinya dia sudah mendapat bantuan modal dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Sebuah ormas Islam pun kini diakuinya sedang berupaya menjadikan usahanya sebagai usaha binaan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.(ema/bbn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)




