Berita Lain

Indeks Berita


Selasa, 28/07/2009 08:28 WIB
Kreatif dengan Kertas Duplex
Ema Nur Arifah - detikBandung



Bandung - Para perajin lokal kian kreatif saja. Kali ini giliran warga Manglayang Regency, Wawan Irawan (48) yang memanfaatkan kertas duplex. Lembaran-lembaran kertas duplex diubahnya jadi kerajinan seperti lampu hias, jam dinding bahkan interior seperti meja dan kursi.

Kerajinan ini dirintis Wawan setahun lalu disela-sela pekerjaannya sebagai staff di bagian kepegawaian Kanwil Jabar. "Terinspirasi dari kakak saya yang bekerja di perusahaan benang. Di sana menggunakan bahan kertas duplex untuk menggulung benang," ujar Wawan ditemui di Cooperative Fair, Lapangan Saparua, Bandung.

Wawan pun mencoba memanfaatkan kertas tersebut menjadi sesuatu yang lebih berharga. Diakui Wawan ide menkreasikan duplex adalah hasil pemikirannya sendiri.

Kertas duplex dibuat dalam bentuk gulungan panjang berbagai ukuran. Gulungan tersebut bisa dibuat melingkar, berbentuk kotak, segitiga atau belah ketupat. Gulungan tersebut kemudian didorong dari bawah, sehingga makin atas bentuknya kian mengecil. Ada yang menyerupai stupa, piramid atau kubah.

Agar permukaan dan tekstur kertas tidak terlihat, pertama Wawan merendam kertas dalam lem kemudian dikeringkan. Setelah kering dipoles kembali dengan lem biar mengkilat. Proses terakhir baru dilapisi dengan beraneka warna flitur. Setelah jadi, sama sekali tidak akan menyangka kalau kerajinan tersebut terdiri dari gulungan-gulungan kertas duplex.

Benda yang paling awal dibuatnya adalah asbak, kemudian berkembang menjadi benda-benda lain yang lebih menuntut kreatifitas. Misalnya, jam dinding, lampu, meja, tempat tissue dan lain-lain.

"Sekarang sekitar 20 macam benda kita buat paling banyak adalah kap lampu," tuturnya.

Setiap benda tersebut dibuat dengan jumlah duplex yang berbeda. Untuk ukuran yang paling kecil seperti asbak, Wawan hanya menggunakan 250 gram duplex, sedangkan yang terbanyak adalah kursi sebanyak 10 kilogram duplex. "Tapi rata-rata yang dibuat adalah kap lampu dengan 2 kilogram duplex," ujarnya.

Saat ini menurut Wawan dia masih melakukan pekerjaan sendiri kecuali kalau ada pesanan dalam jumlah besar. Wawan mengaku dirinya sama sekali tidak menghadapi kesulitan berarti ketika membuatnya.

"Saya kerja mulai pulang kantor dari jam lima sore hingga jam 10 atau 11 malam," tuturnya.

Dalam satu hari dia bisa membuat tiga karya. Dalam satu bulan bisa terjual rata-rata 20 karya. Wawan menjual dari harga terendah Rp 15 ribu hingga termahal Rp 150 ribu. Namun Wawan masih enggan untuk menyebutkan berapa omset yang sudah didapatkannya.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.(ema/bbn)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :