Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Kamis, 25/02/2010 11:39 WIB
Tahu Mongol
Tahu Isi Keju Disukai Anak-anak -
Kamis, 25/02/2010 11:05 WIB
Tahu Mongol
Sukses dari Setengah Kilogram Kedelai -
Kamis, 25/02/2010 09:32 WIB
Tahu Mongol, Kriuk di Luar Lembut di Dalam -
Kamis, 04/02/2010 11:33 WIB
Martabak Sarang Semut
Beda Rasa Beda Tepung -
Kamis, 04/02/2010 10:45 WIB
Burger di Atas Sarang Semut -
Selasa, 01/12/2009 08:51 WIB
Mengintai Segarnya Rujak Malaysia
Indeks Berita
Minggu, 26/07/2009 09:37 WIB
Tape Berwarna dari Sumedang
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Tape, makanan khas tanda Sunda ini oleh pelaku UKM asal Cigendel Sumedang dimodifikasi hingga memiliki penampilan baru. KAli ini tape tidak melulu berwarna putih tapi warnanya lebih bervariasi, ada merah, hijau, kuning juga oranye.
Eli Purnamasari (34) memiliki perusahaan pembuat tape di Sumedang, PD Sumber Rahayu yang sudah berjalan bertahun-tahun lamanya. Sejak dua tahun lalu, Eli terpikirkan untuk membuat kreasi baru dari tape yaitu tape aroma buah.
"Ini ide sendiri untuk membuat tape yang beda dari biasanya," tutur Eli.
Singkong sebagai bahan baku tape pertama-tama direndam dengan sari buah tapi bukan sari buah asli sehingga warnanya menjadi berubah sesuai dengan warna sari buah. Ada empat sari buah yang digunakan yaitu strawberry, melon, jeruk dan durian.
Setelah itu singkong dikukus. Namun saat pengukusan warna sari buah yang semula menyerap ke seluruh daging tape hanya tersisa di permukaan saja dan bagian dalam tape masih berwarna putih. "Kita belum punya cara agar membuat sari buah menyerap sampai ke dalam," sambung Eli.
Setelah diberi ragi dan didiamkan beberapa hari barulah tape bisa dikonsumsi. Sayangnya karena hanya menggunakan sari buah, rasa buahnya tidak terlalu terasa. Hanya penampilan tape saja yang berubah warna menjadi lebih menarik.
Dalam satu hari ELi mengaku bisa memproduksi sampai 100 bungkus tape yang dilabeli Tapela Food In ini. Penjualannya sudah menembus supermarket besar dengan harga jual per kemasan Rp 7.500.
Menurut Eli, potensi pasar tape berwarna lumayan menjanjikan. Dibandingka tape putih, omset tape berwarna 50 persen lebih tinggi. Namun Eli pun masih kesulitan untuk memasarkan tape sari buah ini lebih luas karena manajemen masih dikelola secara tradisional.
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tape Berwarna dari Sumedang
Ema Nur Arifah - detikBandung
Foto Terkait
Eli Purnamasari (34) memiliki perusahaan pembuat tape di Sumedang, PD Sumber Rahayu yang sudah berjalan bertahun-tahun lamanya. Sejak dua tahun lalu, Eli terpikirkan untuk membuat kreasi baru dari tape yaitu tape aroma buah.
"Ini ide sendiri untuk membuat tape yang beda dari biasanya," tutur Eli.
Singkong sebagai bahan baku tape pertama-tama direndam dengan sari buah tapi bukan sari buah asli sehingga warnanya menjadi berubah sesuai dengan warna sari buah. Ada empat sari buah yang digunakan yaitu strawberry, melon, jeruk dan durian.
Setelah itu singkong dikukus. Namun saat pengukusan warna sari buah yang semula menyerap ke seluruh daging tape hanya tersisa di permukaan saja dan bagian dalam tape masih berwarna putih. "Kita belum punya cara agar membuat sari buah menyerap sampai ke dalam," sambung Eli.
Setelah diberi ragi dan didiamkan beberapa hari barulah tape bisa dikonsumsi. Sayangnya karena hanya menggunakan sari buah, rasa buahnya tidak terlalu terasa. Hanya penampilan tape saja yang berubah warna menjadi lebih menarik.
Dalam satu hari ELi mengaku bisa memproduksi sampai 100 bungkus tape yang dilabeli Tapela Food In ini. Penjualannya sudah menembus supermarket besar dengan harga jual per kemasan Rp 7.500.
Menurut Eli, potensi pasar tape berwarna lumayan menjanjikan. Dibandingka tape putih, omset tape berwarna 50 persen lebih tinggi. Namun Eli pun masih kesulitan untuk memasarkan tape sari buah ini lebih luas karena manajemen masih dikelola secara tradisional.
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



