Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 29/09/2009 14:17 WIB
Tips Mengemas Kado Jadi Bingkisan Cantik -
Selasa, 29/09/2009 10:32 WIB
Salon Kado
Kreasikan Kado Spesial Tanpa Kata Mahal -
Selasa, 29/09/2009 09:06 WIB
Salon Kado, Sentuhan Spesial untuk Kado Istimewa -
Selasa, 25/08/2009 12:54 WIB
Ajarkan Islam Sejak Dini dengan Boneka Seri Muslim -
Selasa, 25/08/2009 10:28 WIB
Mendongeng Dengan Boneka Jari, Yuk! -
Selasa, 25/08/2009 09:47 WIB
Ajarkan Kreativitas Lewat Boneka Tangan
Indeks Berita
Sabtu, 25/07/2009 08:51 WIB
Kreasi Unik dari Limbah Kaca
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Kepedulian memanfaatkan limbah atau sampah sebagai bahan baku kerajinan sepertinya kian menggugah. Tapi jika sebelumnya yang dimanfaatkan adalah sampah plastik atau kertas, kini ada lagi yang kreatif memanfaatkan limbah kaca. Ide yang tidak terduga bukan?
Adalah Wawan (53) seorang warga Kelurahan Utama Cimahi Selatan yang terinsipirasi untuk membuat kerajinan dari limbah kaca. Wawan yang sebelumnya menjabat sebagai koordinator sampah di sekitar lingkungan tempat tinggalnya ini melihat peluang itu ketika banyaknya limbah kaca di antara sampah-sampah yang terkumpul.
"Saya pun kepikiran kenapa tidak kita manfaatkan itu," ucapnya.
Maka enam bulan yang lalu, Wawan mengajak kelima saudaranya untuk mendirikan usaha kecil menengah dengan nama Pittrop. Pecahan-pecahan atau limbah kaca tadi kemudian dikreasikan menjadi interior yang indah. Bahkan mungkin tak ada yang menduga kalau benda-benda tersebut berasal dari limbah kaca.
Setiap orang di Fittrop menurut Wawan memiliki ide yang berbeda. Mereka bebas membuat benda apapun yang ingin mereka buat. Ada yang dikreasikan menjadi papan catur berikut pionnya, pot bunga, miniatur mesjid, moniatur monas, atau souvenir cantik.
"Saya menyukai seni saudara-saudara saya juga begitu jadi banyak ide yang bermunculan," papar Wawan saat ditemui di Cooperative Fair Lapangan Saparua yang berakhir Minggu (26/7/2009).
Namun seiring dengan makin banyaknya ide yang muncul. Bahan baku dari sampah rumah tangga tidak lagi mencukupi. Wawan pun akhirnya membeli limbah dari toko kaca. Tentunya masih dalam bentuk limbah bukan lempengan kaca.
"Saya tidak ingin keluar dari visi untuk memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita," ujar Wawan yang mengaku pernah menekuni seni kaligrafi ini.
Tapi tentu tetap butuh biaya. Itulah kendala yang dihadapi Fittrop, terhambat dalam modal. Dia berharap pemerintah, khususnya Pemkot Cimahi mau memberikan kucuran dana untuk mengembangkan usaha tersebut.
Untuk pemasaran pun baru dilakukan dari pameran ke pameran. Dari sisi penjualan tentu belum memuaskan. Ke depannya, Wawan berencana membuka galeri khusus di Cimahi untuk memajang karya-karya Fittrop.(ema/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kreasi Unik dari Limbah Kaca
Ema Nur Arifah - detikBandung
Adalah Wawan (53) seorang warga Kelurahan Utama Cimahi Selatan yang terinsipirasi untuk membuat kerajinan dari limbah kaca. Wawan yang sebelumnya menjabat sebagai koordinator sampah di sekitar lingkungan tempat tinggalnya ini melihat peluang itu ketika banyaknya limbah kaca di antara sampah-sampah yang terkumpul.
"Saya pun kepikiran kenapa tidak kita manfaatkan itu," ucapnya.
Maka enam bulan yang lalu, Wawan mengajak kelima saudaranya untuk mendirikan usaha kecil menengah dengan nama Pittrop. Pecahan-pecahan atau limbah kaca tadi kemudian dikreasikan menjadi interior yang indah. Bahkan mungkin tak ada yang menduga kalau benda-benda tersebut berasal dari limbah kaca.
Setiap orang di Fittrop menurut Wawan memiliki ide yang berbeda. Mereka bebas membuat benda apapun yang ingin mereka buat. Ada yang dikreasikan menjadi papan catur berikut pionnya, pot bunga, miniatur mesjid, moniatur monas, atau souvenir cantik.
"Saya menyukai seni saudara-saudara saya juga begitu jadi banyak ide yang bermunculan," papar Wawan saat ditemui di Cooperative Fair Lapangan Saparua yang berakhir Minggu (26/7/2009).
Namun seiring dengan makin banyaknya ide yang muncul. Bahan baku dari sampah rumah tangga tidak lagi mencukupi. Wawan pun akhirnya membeli limbah dari toko kaca. Tentunya masih dalam bentuk limbah bukan lempengan kaca.
"Saya tidak ingin keluar dari visi untuk memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita," ujar Wawan yang mengaku pernah menekuni seni kaligrafi ini.
Tapi tentu tetap butuh biaya. Itulah kendala yang dihadapi Fittrop, terhambat dalam modal. Dia berharap pemerintah, khususnya Pemkot Cimahi mau memberikan kucuran dana untuk mengembangkan usaha tersebut.
Untuk pemasaran pun baru dilakukan dari pameran ke pameran. Dari sisi penjualan tentu belum memuaskan. Ke depannya, Wawan berencana membuka galeri khusus di Cimahi untuk memajang karya-karya Fittrop.(ema/ema)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




