Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 10/03/2010 10:46 WIB
Sepatu Seba
Buatan Lokal Disangka Impor -
Selasa, 23/02/2010 09:25 WIB
Ambulans Jadi Media Promo -
Selasa, 23/02/2010 08:57 WIB
Brader Hut yang Laki Banget! -
Rabu, 10/02/2010 11:14 WIB
Baby Bone
Ditaksir Orang Dewasa -
Rabu, 10/02/2010 09:56 WIB
Baby Bones
Sindir Orang Tua Lewat Desain -
Rabu, 10/02/2010 09:15 WIB
Baby Bones
Niat untuk Anak Sendiri, Malah Jadi Clothing Beneran
Indeks Berita
Jumat, 24/07/2009 13:36 WIB
Mahanagari Libatkan 40 Desainer
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Mahanagari melibatkan sejumlah desainer dalam membuat desain-desain kaosnya. Menurut pengelola Mahanagari, Ben Wirawan S (33), ada 40 desainer yang memberikan kontribusi desain untuk Mahanagari.
Semuanya berstatus freelance. Separuhnya adalah mahasiswa, sisanya dosen dan desainer profesional. Mahanagari memberikan peluang pada siapapun yang berminat membuatkan desain. Bahkan, konsumen sekalipun diperbolehkan.
Di antara para desainer, salah satu komikus asal Belanda yang membuat komik tentang Indonesia termasuk di dalamnya tentang Bandung. "Saat kita meminta izin untuk menggunakan komiknya sebagai desain dia menyambut baik," ujar Ben.
Tentunya setiap desain melalui proses asistensi oleh desainer Mahanagari, agar desain-desain tersebut tetap berada dalam visi Mahanagari dengan kampanye budayanya. Terlebih untuk desain yang melibatkan data dan fakta sejarah harus terjaga akurasinya.
"Setiap desainer akan mendapatkan royalti 1 persen per desain," ujar Ben. Untuk itu, perlu desain yang matang agar bisa bertahan lama di pasaran sehingga cukup memberi keuntungan bagi para desainer," jelasnya.
Ben yang pada awalnya menjadi desainer Mahanagari pun sekarang sudah menyerahkan sepenuhnya desain pada desainer Mahanagari dan para desainer freelance. Namun dalam proses eksekusi Ben tetap berperan.
Selain 40 desainer freelance, Mahanagari hanya mempekerjakan 7 karyawan dan 20 wiga, sebutan khas Mahanagari untuk wiraniaga. Para wiga yang dipekerjakan masih berstatus mahasiswa.
Mereka bekerja paruh waktu dan disesuikan dengan jadwal kuliah. Mengambil mahasiswa sebagai wiga, kata Ben, salah satu alasannya untuk mengajarkan mereka tentang Bandung. Secara tidak langsung, para mahasiswa ditransfer product knowledge yang akan memperluas wawasan mereka tentang Bandung.
"Harapannya, mahasiswa dapat lebih mudah menyampaikan kembali visi Mahanagari kepada konsumen. Bahasa Inggrisnya jago-jago lho!" ujar Ben.
Dalam proses produksi pun Mahanagari melibatkan berbagai vendor baik untuk kaos ataupun sablon. "Saya tidak ingin menjadi segala bisa. Saya serahkan yang tidak saya kuasai pada ahlinya," tutur Ben.
(ema/bbn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Mahanagari Libatkan 40 Desainer
Ema Nur Arifah - detikBandung

Semuanya berstatus freelance. Separuhnya adalah mahasiswa, sisanya dosen dan desainer profesional. Mahanagari memberikan peluang pada siapapun yang berminat membuatkan desain. Bahkan, konsumen sekalipun diperbolehkan.
Di antara para desainer, salah satu komikus asal Belanda yang membuat komik tentang Indonesia termasuk di dalamnya tentang Bandung. "Saat kita meminta izin untuk menggunakan komiknya sebagai desain dia menyambut baik," ujar Ben.
Tentunya setiap desain melalui proses asistensi oleh desainer Mahanagari, agar desain-desain tersebut tetap berada dalam visi Mahanagari dengan kampanye budayanya. Terlebih untuk desain yang melibatkan data dan fakta sejarah harus terjaga akurasinya.
"Setiap desainer akan mendapatkan royalti 1 persen per desain," ujar Ben. Untuk itu, perlu desain yang matang agar bisa bertahan lama di pasaran sehingga cukup memberi keuntungan bagi para desainer," jelasnya.
Ben yang pada awalnya menjadi desainer Mahanagari pun sekarang sudah menyerahkan sepenuhnya desain pada desainer Mahanagari dan para desainer freelance. Namun dalam proses eksekusi Ben tetap berperan.
Selain 40 desainer freelance, Mahanagari hanya mempekerjakan 7 karyawan dan 20 wiga, sebutan khas Mahanagari untuk wiraniaga. Para wiga yang dipekerjakan masih berstatus mahasiswa.
Mereka bekerja paruh waktu dan disesuikan dengan jadwal kuliah. Mengambil mahasiswa sebagai wiga, kata Ben, salah satu alasannya untuk mengajarkan mereka tentang Bandung. Secara tidak langsung, para mahasiswa ditransfer product knowledge yang akan memperluas wawasan mereka tentang Bandung.
"Harapannya, mahasiswa dapat lebih mudah menyampaikan kembali visi Mahanagari kepada konsumen. Bahasa Inggrisnya jago-jago lho!" ujar Ben.
Dalam proses produksi pun Mahanagari melibatkan berbagai vendor baik untuk kaos ataupun sablon. "Saya tidak ingin menjadi segala bisa. Saya serahkan yang tidak saya kuasai pada ahlinya," tutur Ben.
(ema/bbn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



