Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Senin, 03/08/2009 09:29 WIB
Gelegar Nasi Bakar Halilintar -
Rabu, 22/07/2009 11:18 WIB
Bumbu Merah ala Hotel Jadi Andalan -
Kamis, 27/11/2008 11:40 WIB
Bingung Menu Makan Siang? Nimbel Yuk! -
Rabu, 09/07/2008 08:38 WIB
Racikan Rempah ala Nasi Edan -
Jumat, 04/07/2008 10:26 WIB
Bersantap Nasi Merah di Bawean
Indeks Berita
Rabu, 22/07/2009 09:57 WIB
Nasi Goreng yang Bikin Hati Enjoy
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Nasi goreng ini mudah ditemui di muka Jalan Hegarmanah sekaligus terlewati Jalan Setiabudhi. Tempatnya yang sederhana tidak mengurangi rasa penasaran mata untuk melirik rangkaian huruf-huruf hitam besar di spanduk putih bertulis 'NASI GORENG ENJOY'.
Tendanya memang sederhana dengan etalase-etalase biasa. Tempat duduk memanjang seperti layaknya warung tenda. Kapasitasnya pun tidak sampai 20 orang.
Tapi menu dan pelayanannya menjadi andalan. Pemiliknya cukup ramah menyambut pembeli. Nah, keramahan dari pelayanan inilah ternyata menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi adanya buntut kata 'enjoy'.
Agus Iskandar, lelaki warga Hegarmanah berusia 46 tahun ini memulai usaha nasi goreng di tahun 1986. Tenda yang ditempatinya kini, menurut Agus sebelumnya digunakan ayahnya berjualan sate.
"Saat itu ayah saya berjualan sate. Pas saya gabung saya jualan nasi goreng," ujar Agus.
Berbekal ilmu yang didapatnya saat bekerja di Hotel Sanirosa, Jalan Hegarmanah, Agus memulai usahanya dengan modal Rp 5 ribu. Di tahun 1986, tentu saja modal itu bisa dibilang cukup untuk membeli bahan baku seperti beras, telur, ayam, dan bahan baku lainnya.
Setelah ayahnya meninggal, Agus meneruskan menempati warung tenda ayahnya. Sejak awal, pelanggan sudah mulai banyak terutama karyawan dan mahasiswa yang kos di sekitar tendanya.
"Dulu jualannya bukan cuma nasi goreng tapi ada mie goreng juga mie instan," papar pria beranak dua ini.
Asalnya, tenda nasi gorengnya dibiarkan tanpa nama. Namun keinginan untuk menyenangkan pelanggan, menjadikan warung tendanya sebagai tempat 'bebas stress', tercetuslah nama enjoy. Dengan harapan untuk setiap konsumen yang datang bisa menikmati makanan dengan perasaan senang, tanpa beban pikiran.
"Kalau yang datang ke sini enjoy saja. Siapa yang stress kita ajak ngobrol untuk mengurangi beban," ujarnya mengulum senyum.
Nama 'enjoy' ternyata menjadi hoki tersendiri. Warung tenda Agus laris manis. Awalnya dia berjualan dari pukul 16.00-01.00 WIB. Sekarang Agus menemani konsumennya dari pukul 10.00-01.00 WIB.
Tahun 1995, adik-adiknya ikut berjualan di tenda tersebut. Ada yang berjualan ayam krispy, baso tahu juga jus.
Jika di hari biasa, Agus bisa menghabiskan 7 kilogram beras atau setara dengan 56 porsi nasi goreng. Kalau dinominalkan rata-rata di hari biasa Agus bisa mendapatkan omset Rp 400-Rp 500 ribu.
"Sedangkan kalau akhir pekan bisa mencapai 10-11 kilogram atau 80 porsi. Kalau di festival kuliner bisa mencapai 800 porsi," aku Agus yang sudah berapartisipasi sebanyak lima kali dalam Festival Jajanan Bango ini.
Satu porsi nasi goreng dari mulai Rp 10 ribu-Rp 13 ribu. Agus menambahkan, dia enggan menaikan harga karena ingin tetap menyesuaikan harga dengan isi dompet para konsumennya yang terdiri dari mahasiswa dan karyawan tersebut.(ema/bbn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Nasi Goreng yang Bikin Hati Enjoy
Ema Nur Arifah - detikBandung

Tendanya memang sederhana dengan etalase-etalase biasa. Tempat duduk memanjang seperti layaknya warung tenda. Kapasitasnya pun tidak sampai 20 orang.
Tapi menu dan pelayanannya menjadi andalan. Pemiliknya cukup ramah menyambut pembeli. Nah, keramahan dari pelayanan inilah ternyata menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi adanya buntut kata 'enjoy'.
Agus Iskandar, lelaki warga Hegarmanah berusia 46 tahun ini memulai usaha nasi goreng di tahun 1986. Tenda yang ditempatinya kini, menurut Agus sebelumnya digunakan ayahnya berjualan sate.
"Saat itu ayah saya berjualan sate. Pas saya gabung saya jualan nasi goreng," ujar Agus.
Berbekal ilmu yang didapatnya saat bekerja di Hotel Sanirosa, Jalan Hegarmanah, Agus memulai usahanya dengan modal Rp 5 ribu. Di tahun 1986, tentu saja modal itu bisa dibilang cukup untuk membeli bahan baku seperti beras, telur, ayam, dan bahan baku lainnya.
Setelah ayahnya meninggal, Agus meneruskan menempati warung tenda ayahnya. Sejak awal, pelanggan sudah mulai banyak terutama karyawan dan mahasiswa yang kos di sekitar tendanya.
"Dulu jualannya bukan cuma nasi goreng tapi ada mie goreng juga mie instan," papar pria beranak dua ini.
Asalnya, tenda nasi gorengnya dibiarkan tanpa nama. Namun keinginan untuk menyenangkan pelanggan, menjadikan warung tendanya sebagai tempat 'bebas stress', tercetuslah nama enjoy. Dengan harapan untuk setiap konsumen yang datang bisa menikmati makanan dengan perasaan senang, tanpa beban pikiran.
"Kalau yang datang ke sini enjoy saja. Siapa yang stress kita ajak ngobrol untuk mengurangi beban," ujarnya mengulum senyum.
Nama 'enjoy' ternyata menjadi hoki tersendiri. Warung tenda Agus laris manis. Awalnya dia berjualan dari pukul 16.00-01.00 WIB. Sekarang Agus menemani konsumennya dari pukul 10.00-01.00 WIB.
Tahun 1995, adik-adiknya ikut berjualan di tenda tersebut. Ada yang berjualan ayam krispy, baso tahu juga jus.
Jika di hari biasa, Agus bisa menghabiskan 7 kilogram beras atau setara dengan 56 porsi nasi goreng. Kalau dinominalkan rata-rata di hari biasa Agus bisa mendapatkan omset Rp 400-Rp 500 ribu.
"Sedangkan kalau akhir pekan bisa mencapai 10-11 kilogram atau 80 porsi. Kalau di festival kuliner bisa mencapai 800 porsi," aku Agus yang sudah berapartisipasi sebanyak lima kali dalam Festival Jajanan Bango ini.
Satu porsi nasi goreng dari mulai Rp 10 ribu-Rp 13 ribu. Agus menambahkan, dia enggan menaikan harga karena ingin tetap menyesuaikan harga dengan isi dompet para konsumennya yang terdiri dari mahasiswa dan karyawan tersebut.(ema/bbn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




