Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Jumat, 11/05/2012 09:02 WIB
Gebrakan Baru Fesyen Pria Besutan Billy Kosta -
Rabu, 09/05/2012 08:21 WIB
Deretan Baju Muslim Karya 15 Desainer di Butik A to Z -
Rabu, 02/05/2012 09:31 WIB
Aura Kemegahan Baju Pengantin dengan Kristal Swarovsky -
Rabu, 02/05/2012 08:36 WIB
Pesona Kebaya Indonesia ala Belva -
Kamis, 26/04/2012 11:50 WIB
Praktis Menggunakan Bedong Modern -
Kamis, 26/04/2012 11:10 WIB
Abby Babyrwap, Gendongan Praktis dan Nyaman
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Kamis, 16/07/2009 08:51 WIB
Indahnya Batik Abstrak Kontemporer
Ema Nur Arifah - detikBandung
Bandung -
Batik, di tangan seorang seniman seperti Tetet C Popo Iskandar bisa menjelma dalam bentuk yang lain. Bukan lagi motif kawung, sekar jagat atau pakem-pakem batik tradisional seperti biasanya.
Batik abstrak kontemporer, itulah yang diciptakan Tetet. Putri seniman Popo Iskandar ini menggulirkan batik sebagai hasil karya turunan dari lukisannya yang memang bergaya abstrak kontemporer.
Dinamika lukisannya yang penuh warna menyala dan terkesan childis ini teraplikasi di atas kain sutera halus dan menjadi produk fesyen yang eksklusif. Melambai dalam gaun-gaun indah yang diparadekan dalam fesyen show yang digelar Selasa (14/7/2009) malam di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika.
Sebelumnya, istri Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Juniarso Ridwan ini sudah melalukan pameran dan fesyen show di beberapa tempat. Karya karyanya pun sudah mendapat dukungan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.
Wajar saja karya Tetet mendapat apresiasi tinggi karena corak batik ciptaannya adalah sebuah kebaruan. Seperti pembebasan. Mencirikan corak batik yang disesuikan dengan karakter Kota Bandung yang modern, dinamis dan aktif. Seperti halnya batik Cirebonan, Indramayuan, maka Tetet pun memiliki nama lain untuk batiknya yaitu batik Bandungan.
Dengan berpijak pada seni batik tradisional, batik-batiknya dibuat dengan proses batik tulis. Keindahannya terjaga di atas kain-kain sutera yang dibuat menjadi pasangan kebaya, gaun-gaun baby dolls, blouse atau lambaian selendang.
Semua batik memiliki keunikan tersendiri. Tidak akan ditemukan satu motif atau corak yang sama dari puluhan karya yang ada. "Bagi saya, puisi dan batik adalah dua hal yang serupa. Lewat media puisi, saya dapat menuangkan segala yang dirasakan, hal yang sama juga saya rasakan saat menorehkan puisi dan seni rupa dalam seni batik tulis," tulis Tetet dalam rilisnya.
Tentu saja, Doktor di bidang ekonomi ini tidak hanya berkarya dalam seni rupa. Karena di balik setiap penciptaan lukisannya ada kisah yang terurai dalam lirik lalu berujung pada sketsa dan berakhir menjadi batik.
Sesuai dengan harapannya. Sepertinya memang batik tulisnya ini tidak akan menjadikan lukisannya sekadar pajangan. Lebih dari itu, Indonesia patut berbangga karena batik abstrak kontemporernya bisa memperkaya dunia fesyen dan tentunya khasanah batik di Indonesia.(ema/bbn)
Indahnya Batik Abstrak Kontemporer
Ema Nur Arifah - detikBandung
Foto Terkait
Batik abstrak kontemporer, itulah yang diciptakan Tetet. Putri seniman Popo Iskandar ini menggulirkan batik sebagai hasil karya turunan dari lukisannya yang memang bergaya abstrak kontemporer.
Dinamika lukisannya yang penuh warna menyala dan terkesan childis ini teraplikasi di atas kain sutera halus dan menjadi produk fesyen yang eksklusif. Melambai dalam gaun-gaun indah yang diparadekan dalam fesyen show yang digelar Selasa (14/7/2009) malam di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika.
Sebelumnya, istri Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Juniarso Ridwan ini sudah melalukan pameran dan fesyen show di beberapa tempat. Karya karyanya pun sudah mendapat dukungan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.
Wajar saja karya Tetet mendapat apresiasi tinggi karena corak batik ciptaannya adalah sebuah kebaruan. Seperti pembebasan. Mencirikan corak batik yang disesuikan dengan karakter Kota Bandung yang modern, dinamis dan aktif. Seperti halnya batik Cirebonan, Indramayuan, maka Tetet pun memiliki nama lain untuk batiknya yaitu batik Bandungan.
Dengan berpijak pada seni batik tradisional, batik-batiknya dibuat dengan proses batik tulis. Keindahannya terjaga di atas kain-kain sutera yang dibuat menjadi pasangan kebaya, gaun-gaun baby dolls, blouse atau lambaian selendang.
Semua batik memiliki keunikan tersendiri. Tidak akan ditemukan satu motif atau corak yang sama dari puluhan karya yang ada. "Bagi saya, puisi dan batik adalah dua hal yang serupa. Lewat media puisi, saya dapat menuangkan segala yang dirasakan, hal yang sama juga saya rasakan saat menorehkan puisi dan seni rupa dalam seni batik tulis," tulis Tetet dalam rilisnya.
Tentu saja, Doktor di bidang ekonomi ini tidak hanya berkarya dalam seni rupa. Karena di balik setiap penciptaan lukisannya ada kisah yang terurai dalam lirik lalu berujung pada sketsa dan berakhir menjadi batik.
Sesuai dengan harapannya. Sepertinya memang batik tulisnya ini tidak akan menjadikan lukisannya sekadar pajangan. Lebih dari itu, Indonesia patut berbangga karena batik abstrak kontemporernya bisa memperkaya dunia fesyen dan tentunya khasanah batik di Indonesia.(ema/bbn)


Sending your message