Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 24/02/2010 09:01 WIB
Saat Trotoar Jadi Arena Skateboard -
Jumat, 29/01/2010 14:27 WIB
Wuss..!! Pesawat Melayang Setinggi 50 Meter -
Kamis, 28/01/2010 15:40 WIB
Rangkul Komunitas Sepeda Tua -
Kamis, 28/01/2010 09:47 WIB
Topi Demang Antik Buatan Masa Kini -
Selasa, 19/01/2010 12:08 WIB
Tempat Asyik untuk Penggemar Komik -
Kamis, 10/12/2009 11:11 WIB
Uang Kuno Laku Saat Musim Kawin
Indeks Berita
Selasa, 14/07/2009 08:39 WIB
Motor Uap Berangka Sepeda
Andri Haryanto - detikBandung

Bandung -
Memodifikasi kuda besi bukan sesuatu yang baru lagi di kalangan pecinta otomotif. Bagaimana kalau menciptakan motor berbahan bakar uap dan menggunakan rangka sepeda?
Bermula dari hobi Yoyok mencari hal unik seputaran otomotif di dunia maya, setelah menemukannya, terbesitlah ide untuk menciptakan replika steam engine (mesin uap) pabrikan Jerman tahun 1881.
"Temuan seperti ini belum ada di kita, makanya saya coba buat," kata pria yang membuka workshop khusus BMW di Cikajang 37, Jakarta, dengan label Red Cross BMW Rescue.
Motor uap yang diciptakan Yoyok dipamerkannya kepada detikbandung saat ditemui di sela perayaan HUT Bikers Brotherhood Mother Chapter (BBMC), di Bumi Perkemahan Kiarapayung, akhir Juni lalu. Dengan rangka sepeda ontel, bahan bakar yang digunakan adalah batubara sebanyak 3 kilogram untuk menghasilkan uap air.
Dari batubara yang dipanaskan di dalam tabung kotak berukuran 30x60 centimeter tersebut, uap air yang dihasilkan akan mengalir melalui nosling injected dan kemudian menggerakan gear roda belakang sepeda.
"Normal tenaga yang dihasilkan bisa mencapai 100 psi atau kecepatan 80 Kilometer per jam. Tiga kilogram bisa digunakan untuk 5 jam non stop," jelas pria berkacamata itu, sambil menambahkan bahwa over tekanan mampu dikendalikan secara manual dengan membuang gas secara ekstrim atau otomatis melalui tuas yang ada di kotak pembakaran batubara.
"Cara kerjanya layaknya kereta uap, karena memang pertamanya sepeda motor uap ini diadopsi langsung ke lokomotif," katanya.
Dari karyanya tersebut, imbuhnya, ia sebarkan lewat situs jejaring pecinta otomotif di Eropa seperti Swedia, Jerman dan Benua Australia.
"Mereka kagum dengan buatan kita, karena ternyata masih ada yang mencoba membangkitkan kembali asal mula motor, " Yoyok membanggakan.
"Di kita belum ada yang tertarik atau memberikan apresiasi. Nggak tahu kenapa," ujarnya.
Disinggung apakah lebih membanggakan hasil memoles motor BMW pasiennya atau motor uap, Yoyok terang menjawab yang kedua.
"Jelas motor uap. Kalau memoles BMW kan sudah banyak, tapi kalau ini kita menciptakan," ujarnya menjelaskan modal yang diperlukan dalam pembuatan sebesar Rp 300 ribu.
"Semoga saja apa yang diciptakan bisa menjadi inspirasi motor selanjutnya dimana kendaraan sekarang dituntut untuk ramah lingkungan," harap Yoyok.
(ahy/lom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Motor Uap Berangka Sepeda
Andri Haryanto - detikBandung

Foto Terkait
Bermula dari hobi Yoyok mencari hal unik seputaran otomotif di dunia maya, setelah menemukannya, terbesitlah ide untuk menciptakan replika steam engine (mesin uap) pabrikan Jerman tahun 1881.
"Temuan seperti ini belum ada di kita, makanya saya coba buat," kata pria yang membuka workshop khusus BMW di Cikajang 37, Jakarta, dengan label Red Cross BMW Rescue.
Motor uap yang diciptakan Yoyok dipamerkannya kepada detikbandung saat ditemui di sela perayaan HUT Bikers Brotherhood Mother Chapter (BBMC), di Bumi Perkemahan Kiarapayung, akhir Juni lalu. Dengan rangka sepeda ontel, bahan bakar yang digunakan adalah batubara sebanyak 3 kilogram untuk menghasilkan uap air.
Dari batubara yang dipanaskan di dalam tabung kotak berukuran 30x60 centimeter tersebut, uap air yang dihasilkan akan mengalir melalui nosling injected dan kemudian menggerakan gear roda belakang sepeda.
"Normal tenaga yang dihasilkan bisa mencapai 100 psi atau kecepatan 80 Kilometer per jam. Tiga kilogram bisa digunakan untuk 5 jam non stop," jelas pria berkacamata itu, sambil menambahkan bahwa over tekanan mampu dikendalikan secara manual dengan membuang gas secara ekstrim atau otomatis melalui tuas yang ada di kotak pembakaran batubara.
"Cara kerjanya layaknya kereta uap, karena memang pertamanya sepeda motor uap ini diadopsi langsung ke lokomotif," katanya.
Dari karyanya tersebut, imbuhnya, ia sebarkan lewat situs jejaring pecinta otomotif di Eropa seperti Swedia, Jerman dan Benua Australia.
"Mereka kagum dengan buatan kita, karena ternyata masih ada yang mencoba membangkitkan kembali asal mula motor, " Yoyok membanggakan.
"Di kita belum ada yang tertarik atau memberikan apresiasi. Nggak tahu kenapa," ujarnya.
Disinggung apakah lebih membanggakan hasil memoles motor BMW pasiennya atau motor uap, Yoyok terang menjawab yang kedua.
"Jelas motor uap. Kalau memoles BMW kan sudah banyak, tapi kalau ini kita menciptakan," ujarnya menjelaskan modal yang diperlukan dalam pembuatan sebesar Rp 300 ribu.
"Semoga saja apa yang diciptakan bisa menjadi inspirasi motor selanjutnya dimana kendaraan sekarang dituntut untuk ramah lingkungan," harap Yoyok.
(ahy/lom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (4 Komentar)




