Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 18:43 WIB
Kasus Korupsi PT KA
Dua Tersangka Dijebloskan ke Rutan Kebon Waru -
Senin, 15/03/2010 18:10 WIB
Belum Fokus, UKM Mahasiswa Berbasis Teknologi Sulit Berkembang -
Senin, 15/03/2010 16:57 WIB
Sekolah Standar Internasional Tidak Perlu UN -
Senin, 15/03/2010 16:31 WIB
Kasus Human Trafficking di Belanda
15 Pekerja Indonesia Digaji Tak Laik -
Senin, 15/03/2010 16:26 WIB
Kasus Korupsi PT KA
Berkas Kasus Dilimpahkan ke Kejari -
Senin, 15/03/2010 15:57 WIB
ITB Gencarkan Antiperjokian
Tak Berniat Menjebak, Lebih untuk Mencegah
Indeks Berita
Rabu, 01/07/2009 16:36 WIB
Cacat Tak Halangi Niat Masuk PTN
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung -
Meski memiliki keterbatasan, hal itu tidak menyurutkan para penyandang cacat untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Hal itu membuktikan, semangat dan keinginan mereka tak kalah dibanding peserta lainnya.
Dalam setiap penyelenggaraan SNMPTN selalu saja ada peserta dari penyandang cacat. Dalam SNMPTN 2009 Panlok Bandung, terdaftar 11 orang penyandang cacat dari 25.378 peserta.
Seperti Yohannes Paulus Chris Santos (20), penyandang tuna netra ini adalah peserta SNMPTN penyandang cacat yang datang paling awal di hari pertama SNMPTN 2009. Ketika ditemui detikbandung Rabu (1/7/2009) sebelum melakukan ujian, Santos mengaku bersemangat mengikuti SNMPTN dengan segala keterbatasannya.
"Walaupun tidak mudah, saya tetap semangat belajar. Belajarnya ya kalo nggak dibacain denger berita, dari radio," ujar Santos.
Santos memilih jurusan Seni Musik (UPI) dan Pendidikan Luar Biasa (UPI). "Background saya sudah musik, saya sudah main piano sejak umur 8 tahun," ujar Santos yang merupakan lulusan SMK Padjajaran.
Namun ketika ditemui usai ujian, Santos mengaku kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris dan Matematika. "Backgroundnya sekolah musik, jadi yang namanya Bahasa Inggris nggak begitu diperdalam. Kalau untuk matematika saya cuman bisa ngerjain 2 soal," tutur Santos.
Anita Mustika (19), lulusan SLB Wiyata Guna ini juga mengaku kesulitan saat mengerjakan soal Bahasa Inggris. "Soalnya kebanyakan reading text, waktunya pendek banget. Udah gitu untuk kita yang tuna netra kan harus dibacain, ya makan waktu lah," ujar Anita.
Meski begitu Anita pun tetap semangat belajar untuk ujian hari kedua demi meraih impiannya menjadi guru Bahasa Indonesia. "Pasti tetap semangat belajar, dirumah nanti pasti saya minta dibacakan buku soal-soal SNMPTN," tuturnya.
Begitu pula dengan Andanari Eristiana (20), penyandang tuna rungu lulusan SLBN Cicendo ini menuturkan mendapat kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris. "Wah
kita orang Indonesia kok suruh ngerjain Bahasa Inggris, diajarinya pun masih terbatas," tuturnya lewat tulisan.
Namun begitu Andanari yang ingin masuk Tata Boga UPI ini tetap bersemangat menjalani tes hari kedua esok hari. "Pasti, tetap harus semangat," ujarnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(dip/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Cacat Tak Halangi Niat Masuk PTN
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Dalam setiap penyelenggaraan SNMPTN selalu saja ada peserta dari penyandang cacat. Dalam SNMPTN 2009 Panlok Bandung, terdaftar 11 orang penyandang cacat dari 25.378 peserta.
Seperti Yohannes Paulus Chris Santos (20), penyandang tuna netra ini adalah peserta SNMPTN penyandang cacat yang datang paling awal di hari pertama SNMPTN 2009. Ketika ditemui detikbandung Rabu (1/7/2009) sebelum melakukan ujian, Santos mengaku bersemangat mengikuti SNMPTN dengan segala keterbatasannya.
"Walaupun tidak mudah, saya tetap semangat belajar. Belajarnya ya kalo nggak dibacain denger berita, dari radio," ujar Santos.
Santos memilih jurusan Seni Musik (UPI) dan Pendidikan Luar Biasa (UPI). "Background saya sudah musik, saya sudah main piano sejak umur 8 tahun," ujar Santos yang merupakan lulusan SMK Padjajaran.
Namun ketika ditemui usai ujian, Santos mengaku kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris dan Matematika. "Backgroundnya sekolah musik, jadi yang namanya Bahasa Inggris nggak begitu diperdalam. Kalau untuk matematika saya cuman bisa ngerjain 2 soal," tutur Santos.
Anita Mustika (19), lulusan SLB Wiyata Guna ini juga mengaku kesulitan saat mengerjakan soal Bahasa Inggris. "Soalnya kebanyakan reading text, waktunya pendek banget. Udah gitu untuk kita yang tuna netra kan harus dibacain, ya makan waktu lah," ujar Anita.
Meski begitu Anita pun tetap semangat belajar untuk ujian hari kedua demi meraih impiannya menjadi guru Bahasa Indonesia. "Pasti tetap semangat belajar, dirumah nanti pasti saya minta dibacakan buku soal-soal SNMPTN," tuturnya.
Begitu pula dengan Andanari Eristiana (20), penyandang tuna rungu lulusan SLBN Cicendo ini menuturkan mendapat kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris. "Wah
kita orang Indonesia kok suruh ngerjain Bahasa Inggris, diajarinya pun masih terbatas," tuturnya lewat tulisan.
Namun begitu Andanari yang ingin masuk Tata Boga UPI ini tetap bersemangat menjalani tes hari kedua esok hari. "Pasti, tetap harus semangat," ujarnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(dip/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




