Berita Lain

Indeks Berita


Sabtu, 27/06/2009 09:47 WIB
Rekomendasi Konferensi TIK Untuk Indonesia
Andrian Fauzi - detikBandung



Bandung - Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam konferensi TIK untuk Indonesia, e-Indonesia Initiatives Forum ke V yang berlangsung 24-25 Juni 2009 di ITB, menghasilkan sebuah rekomendasi kepada para pemangku kepentingan.

"Ini adalah rekomendasi dari konferensi yang kemarin kita selenggarakan. Ini bukan hanya untuk pemerintah semata, tapi semua stake holder," ujar Suhono Harso Supangkat, Ketua Pelaksana Konferensi TIK untuk Indonesia kepada detikbandung, Jumat (26/6/2009).

Menurut pria yang juga menjabat sebagai staf ahli kementrian kominfo ini, sudah saatnya TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan hanya menjadi sebuah alat. "TIK bukan hanya alat. Tapi harus menjadi enabler (jembatan-red) bagi kehidupan," katanya.

Dalam rekomendasi e-II Forum 2009 yang diberi judul 'C Generation Untuk Indonesia Yang Lebih Baik', Suhono menitik beratkan pada pemanfaatan TIK yang bukan hanya sebagai alat semata. Melainkan menjadi transformer dan enabler bagi kehidupan masyarakat.

"Dalam era knowledge economy, knowledge worker, dan knowledge society, peran TIK tidak dapat dinaifkan merupakan motor utama penggerak peradaban baru tersebut.
TIK harus bisa berperan sebagai suatu mesin transformasi yang menghantarkan, mengubah dan memberi panduan bagi masyarakat," jelasnya.

Tak hanya itu, knowledge society memiliki beberapa ciri yang dapat dinyatakan sebagai suatu generasi baru yang disebut C-Generation yang kehidupan dan tatanan masyarakatnya  berorientasi pada Connectivity, Convergence, Collaboration, Content Creative, dan Contextual.

Suhono menambahkan, beberapa elemen penting pencapaian generasi masa depan tersebut adalah Broadband economy, Konvergensi TIK, Industri TIK Dalam Negeri, Nomor Identitas Tunggal, Next e-Government, Next IT Governance, Pendidikan era C-Generation.

"Generasi berikutnya adalah C Generation. Serta layanan TIK menjadi tulang punggung pencapaian sasaran tersebut," tegas Suhono.

Pencapaian C Generation tersebut diproyeksikan terwujud dalam sepuluh tahun ke depan dengan melihat perkembangan saat ini, serta melihat peluang yang mungkin dimanfaatkan oleh bangsa Indoensia.

"Dalam broadband economy, kami merekomendasikan pengembangan infrastruktur pita lebar dan kelengkapannya seperti konten dan terminal. Regulasi pemerintah harus antisipatif, tidak bisa reaktif dan harus terpadu dengan melihat konvergensi TIK," ujarnya.

Tak ketinggalan, tambah Suhono, perangkat hukum yang terkait dengan konvergensi dengan mengacu pada karakteristik C-Generation juga perlu dibentuk. Untuk industri dalam negeri, konferensi merekomendasikan dukungan kuat terhadap Industri TIK Dalam Negeri, baik dari sisi regulasi, pendanaan, serta pemihakan.




Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.

(afz/tya)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :