Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 27/10/2009 08:55 WIB
D'Durens
SBY Hingga Osama Nampang di Jalan Lengkong -
Jumat, 23/10/2009 16:32 WIB
Kriuk-kriuk Risol Koprog dan Segarnya Kopi Toraja -
Jumat, 23/10/2009 09:52 WIB
Menikmati Hangatnya Sore di Kopi Progo -
Jumat, 16/10/2009 10:23 WIB
Segarnya Es Nongnong di Siang Bolong -
Rabu, 14/10/2009 10:10 WIB
Jus Sehat ala Hotel Horison -
Rabu, 16/09/2009 08:53 WIB
Segarnya Berlebaran dengan Yoghurt Buah Yogin
Indeks Berita
Kamis, 25/06/2009 14:23 WIB
Menyeduh Kopi Jagung dari Kapal Selam
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Lokasi toko ini hanya beberapa meter ke arah barat dari toko jamu Babah Kuya. Meski usianya tidak setua toko jamu Babah Kuya tapi toko ini juga terbilang cukup kuno. Merek kopi Kapal Selam ini sudah ada sejak tahun 1930-an. Pengelolaannya pun baru sampai generasi kedua.
Aroma kopi sudah tercium saat memasuki mulut toko. Penggilingan kopi dari tahun 1970-an berwarna jingga namun agak menghitam berjejer di atas etalase. Deru mesin penggiling terdengar menggilas bijih-bijih kopi robusta dan arabika.
Di sela melayani pembeli, menurut Tjan Kwang Nyan (49) dinamakan kopi Kapal Selam karena saat itu sedang tren kapal selama di perang dunia ke-II. Kopi Kapal Selam menjadi konsumsi masyarakat umum sejak dulu.
Selain robusta dan arabika, kopi jagung adalah ciri khas tempat ini. Bijih kopinya tidak jauh beda dengan bijih kopi asli. Warnanya hitam hasil dari proses sangrai. Bijih kopi jagung menurut Tjan diambil langsung dair pabriknya.
Biasanya kopi jagung diminati oleh para pengidap penyakit jantung. "Untuk orang yang sakit dan tidak boleh minum kopi tapi masih ingin ngopi biasanya memilih kopi jagung karena tidak mengandung kafein," ujar Tjan.
Tapi rasanya tentu saja rasanya tidak seeksotis kopi biasa. Rasa kopi jagung ini pahit makanya ketika diseduh seringkali dicampur dengan kopi biasa. Harganya pun lebih murah. Jika robusta atau arabika per kilogramnya Rp 40 ribu, harga kopi jagung hanya Rp 2 ribu per kilogram.
Namun sayang, konsumen saat ini mulai sepi. Beredarnya kopi-kopi instan membuat penjualan Kopi Kapal Selam pun menuru sejak lama.
Tapi tidak berarti Kopi Kapal Selam kehilangan pelanggan. Seperti halnya Ani (47) salah seorang pelanggan yang mengatakan kopi ini istimewa karena rasanya yang khas.
"Kopinya enak. Lain dengan kopi lainnya. Aromanya khas dan kopinya kental," ujar Ani yang membeli kopi dua kali dalam seminggu ini. Ciri khas lainnya, lanjut Ani, jika diseduh bagian atas Kopi Kapal Selam akan berbusa.
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menyeduh Kopi Jagung dari Kapal Selam
Ema Nur Arifah - detikBandung
Foto Terkait
Aroma kopi sudah tercium saat memasuki mulut toko. Penggilingan kopi dari tahun 1970-an berwarna jingga namun agak menghitam berjejer di atas etalase. Deru mesin penggiling terdengar menggilas bijih-bijih kopi robusta dan arabika.
Di sela melayani pembeli, menurut Tjan Kwang Nyan (49) dinamakan kopi Kapal Selam karena saat itu sedang tren kapal selama di perang dunia ke-II. Kopi Kapal Selam menjadi konsumsi masyarakat umum sejak dulu.
Selain robusta dan arabika, kopi jagung adalah ciri khas tempat ini. Bijih kopinya tidak jauh beda dengan bijih kopi asli. Warnanya hitam hasil dari proses sangrai. Bijih kopi jagung menurut Tjan diambil langsung dair pabriknya.
Biasanya kopi jagung diminati oleh para pengidap penyakit jantung. "Untuk orang yang sakit dan tidak boleh minum kopi tapi masih ingin ngopi biasanya memilih kopi jagung karena tidak mengandung kafein," ujar Tjan.
Tapi rasanya tentu saja rasanya tidak seeksotis kopi biasa. Rasa kopi jagung ini pahit makanya ketika diseduh seringkali dicampur dengan kopi biasa. Harganya pun lebih murah. Jika robusta atau arabika per kilogramnya Rp 40 ribu, harga kopi jagung hanya Rp 2 ribu per kilogram.
Namun sayang, konsumen saat ini mulai sepi. Beredarnya kopi-kopi instan membuat penjualan Kopi Kapal Selam pun menuru sejak lama.
Tapi tidak berarti Kopi Kapal Selam kehilangan pelanggan. Seperti halnya Ani (47) salah seorang pelanggan yang mengatakan kopi ini istimewa karena rasanya yang khas.
"Kopinya enak. Lain dengan kopi lainnya. Aromanya khas dan kopinya kental," ujar Ani yang membeli kopi dua kali dalam seminggu ini. Ciri khas lainnya, lanjut Ani, jika diseduh bagian atas Kopi Kapal Selam akan berbusa.
Mari berbagi pengalaman dan cerita kuliner Kota Bandung di Forumbandung.(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




