Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 11:00 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole
Koesnadi: Makin Tua Makin Takut Terbang -
Sabtu, 07/11/2009 08:56 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole -
Jumat, 30/10/2009 10:43 WIB
Iskandarsyah Berian
Tinggalkan Kick Boxing untuk Berdakwah -
Kamis, 22/10/2009 14:10 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Tidak Ada Tulisan Jelek -
Kamis, 22/10/2009 10:04 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Dokumentasikan Kehidupan di Buku Harian -
Kamis, 22/10/2009 08:52 WIB
Sundea 'Salamatahari'
'Pena dan Kertas Adalah Hidupku'
Indeks Berita
Selasa, 23/06/2009 14:36 WIB
Maju Karena Ditantang Suami
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Seorang lelaki bisa sukses karena ada perempuan di belakangnya. Tapi kesuksesan Julie Surtardjana atau Oma Julie atau Nyonya Rumah karena dukungan sang suami Satia Sutadjana yang menikahinya pada tahun 1950. Setelah menikah, dari Lasem, sang suami mengajaknya pindah ke Bandung.
Diawali dari tantangan sang suamilah diakui Oma Julie yang membuatnya maju. Sebelum tulisannya dimuat di Star Weekly, Oma Julie sempat mengkritik sebuah tulisan resep masakan orang lain. Lalu sang suami pun menantangnya untuk membuat tulisan yang lebih baik dari itu.
"Ayo buat tulisan yang lebih bagus dari itu," ujar Oma JUlie menirukan tantangan dari suaminya.
Perempuan yang dulu bercita-cita sebagai perawat itupun membuat beberapa resep masakan kemudian dikirimkan ke Star Weekly. Harap-harap cemas Oma Julie dan sang suami menunggu kabar baik dimuatnya tulisan tersebut.
Pada masa itu pendapatan Oma Julie dan suami sebagai guru tidaklah besar. Oma Julie hanya mendapat Rp 15 rupiah per bulannya sedangkan suaminya hanya Rp 17,5 rupiah per bulannya.
Seperti kejutan. Saat kabar gembira datang kalau tulisan resep masakannya di Star Weekly dimuat. Terlebih honor yang didapatkan pun cukup besar yaitu Rp 75 rupiah. "Saya kayak orang gila saat itu sambil loncat-loncat kegirangan," ujar Oma Julie. Dari situlah Oma Julie mulai getol secara berkala mengirimkan pada media massa.
Perjuangan Oma Julie memang jerih. Saat masih lajang yang hidup tanpa kekurangan tapi karena pilihan hatinya menikah dengan seorang guru dia harus rela hidup dengan segala keterbatasan. Untuk menulis pun dia harus meminjam uang terlebih dahulu untuk agar bisa memiliki mesin tik.
"saya kursus tiga hari agar bisa mengetik. Lalu saya beli mesin tik bekas dari uang hasil pinjaman. Untuk membayar honor saya setiap bulan dipotong," kisah Oma Julie.
Tak hanya dalam membuat tulisan, dalam memajukan usaha kuenya pun Oma Julie harus memeras keringat. Untuk memanggang kue pun ibaratnya harus nebeng. Sepulang mengajar, Oma Julie membawa adonan kue yang disimpannya di rumah untuk dipanggang di sebuah bakery. Dengan menggunakan sepeda kumbang Oma Julie mengantarkan makanan ini ke toko-toko kue.
Tapi tak langsung berjalan mulus. Semula kue-kuenya tidak laku di pasaran. Sampai akhirnya Oma Julie membuat kue nanas atau nastar yang dinamakannya Ananas Koekjes menjadi kue pembuka gerbang sehingga kue-kue lainnya diterima.
Kehidupan ekonomi ibu beranak empat ini pun lebih baik lagi setelah ditawari untuk menulis buku resep berjudul 'Pandai Masak' oleh penerbit PT Kinta yang ternyata mencapai best seller.
Meski bukunya ada yang membajak, dari hasil dari penjualan buku inilah Oma Julie bersama sang suami bisa mulai menyicil rumah mungil di Jalan Culan yang sampai saat ini enggan untuk digantinya. "Rumah itu adalah rumah kenangan dan saya tidak mau menggantinya dengan yang lebih besar," tuturnya.
Setelah bergabung di Kompas, buku-buku resep Oma Julie lebih banyak lagi yang diterbitkan. Tak kurang dari 30 buku resep masakannya sudah beredar di pasaran.
Tapi, meski sudah ditinggalkan sang suami berpulang, rasa terima kasihnya yang besar untuk sang suami tetap terjaga. "Saya bisa seperti sekarang ini karena tantangan dari suami," kenangnya lirih.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Maju Karena Ditantang Suami
Ema Nur Arifah - detikBandung
Diawali dari tantangan sang suamilah diakui Oma Julie yang membuatnya maju. Sebelum tulisannya dimuat di Star Weekly, Oma Julie sempat mengkritik sebuah tulisan resep masakan orang lain. Lalu sang suami pun menantangnya untuk membuat tulisan yang lebih baik dari itu.
"Ayo buat tulisan yang lebih bagus dari itu," ujar Oma JUlie menirukan tantangan dari suaminya.
Perempuan yang dulu bercita-cita sebagai perawat itupun membuat beberapa resep masakan kemudian dikirimkan ke Star Weekly. Harap-harap cemas Oma Julie dan sang suami menunggu kabar baik dimuatnya tulisan tersebut.
Pada masa itu pendapatan Oma Julie dan suami sebagai guru tidaklah besar. Oma Julie hanya mendapat Rp 15 rupiah per bulannya sedangkan suaminya hanya Rp 17,5 rupiah per bulannya.
Seperti kejutan. Saat kabar gembira datang kalau tulisan resep masakannya di Star Weekly dimuat. Terlebih honor yang didapatkan pun cukup besar yaitu Rp 75 rupiah. "Saya kayak orang gila saat itu sambil loncat-loncat kegirangan," ujar Oma Julie. Dari situlah Oma Julie mulai getol secara berkala mengirimkan pada media massa.
Perjuangan Oma Julie memang jerih. Saat masih lajang yang hidup tanpa kekurangan tapi karena pilihan hatinya menikah dengan seorang guru dia harus rela hidup dengan segala keterbatasan. Untuk menulis pun dia harus meminjam uang terlebih dahulu untuk agar bisa memiliki mesin tik.
"saya kursus tiga hari agar bisa mengetik. Lalu saya beli mesin tik bekas dari uang hasil pinjaman. Untuk membayar honor saya setiap bulan dipotong," kisah Oma Julie.
Tak hanya dalam membuat tulisan, dalam memajukan usaha kuenya pun Oma Julie harus memeras keringat. Untuk memanggang kue pun ibaratnya harus nebeng. Sepulang mengajar, Oma Julie membawa adonan kue yang disimpannya di rumah untuk dipanggang di sebuah bakery. Dengan menggunakan sepeda kumbang Oma Julie mengantarkan makanan ini ke toko-toko kue.
Tapi tak langsung berjalan mulus. Semula kue-kuenya tidak laku di pasaran. Sampai akhirnya Oma Julie membuat kue nanas atau nastar yang dinamakannya Ananas Koekjes menjadi kue pembuka gerbang sehingga kue-kue lainnya diterima.
Kehidupan ekonomi ibu beranak empat ini pun lebih baik lagi setelah ditawari untuk menulis buku resep berjudul 'Pandai Masak' oleh penerbit PT Kinta yang ternyata mencapai best seller.
Meski bukunya ada yang membajak, dari hasil dari penjualan buku inilah Oma Julie bersama sang suami bisa mulai menyicil rumah mungil di Jalan Culan yang sampai saat ini enggan untuk digantinya. "Rumah itu adalah rumah kenangan dan saya tidak mau menggantinya dengan yang lebih besar," tuturnya.
Setelah bergabung di Kompas, buku-buku resep Oma Julie lebih banyak lagi yang diterbitkan. Tak kurang dari 30 buku resep masakannya sudah beredar di pasaran.
Tapi, meski sudah ditinggalkan sang suami berpulang, rasa terima kasihnya yang besar untuk sang suami tetap terjaga. "Saya bisa seperti sekarang ini karena tantangan dari suami," kenangnya lirih.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk





