Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 11:00 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole
Koesnadi: Makin Tua Makin Takut Terbang -
Sabtu, 07/11/2009 08:56 WIB
20 Tahun Terbang dengan Gantole -
Jumat, 30/10/2009 10:43 WIB
Iskandarsyah Berian
Tinggalkan Kick Boxing untuk Berdakwah -
Kamis, 22/10/2009 14:10 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Tidak Ada Tulisan Jelek -
Kamis, 22/10/2009 10:04 WIB
Sundea 'Salam Matahari'
Dokumentasikan Kehidupan di Buku Harian -
Kamis, 22/10/2009 08:52 WIB
Sundea 'Salamatahari'
'Pena dan Kertas Adalah Hidupku'
Indeks Berita
Selasa, 23/06/2009 12:16 WIB
Giat Menulis Hingga Usia 87 Tahun
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Saat perempuan seusianya sudah mengendorkan saraf dari aktifitas, tapi Julie Sutardjana, di usinya ke-87 masih giat menulis di media massa. Dikenal dengan nama pena Nyonya Rumah, Julie menulis ribuan resep masakan sejak tahun 1951.
Para pecinta masak-memasak pasti tak asing dengan nama Nyonya Rumah. Meski nama asli perempuan yang akrab disapa Oma Julie ini tidak banyak yang tahu. Tapi seiring prestasi yang ditorehnya dari waktu ke waktu, mau tak mau Oma Julie membiarkan publik mengenalnya.
Padahal awalnya profesi Oma Julie adalah guru. Profesi yang sama dengan almarhum suaminya Satia Sutardjana. Namun kecintaan Oma Julie terhadap dunia masakan menggerakan langkahnya untuk terus menulis.
"Saya hobi masak sejak usia 10 tahun," terang perempuan kelahiran Lasem Jawa Tengah ini. Saat kecil Oma Julie belajar memasak dengan mengamati dan memperhatikan ibunya yang sering menyiapkan berbagai jenis makanan untuk perayaan agama Kong Hu Chu.
Oma Julie mengumpulkan berbagai macam resep dari majalah-majalah lalu dipraktekannya. Beberapa kali Oma Julie pun mengikuti les-les masak makanan tertentu. Padahal diakui Oma Julie pada masa itu bahan baku masih terbatas dan peralatan yang dipakainya pun masih minim.
Kesempatan menulis pertama didapatkannya saat tulisan resepnya diterbitkan Mingguan Star Weekly tahun 1951. Sejak saat itu dia dipercaya menjadi pengasuh rubrik 'Ruangan Dapur' di mingguan tersebut sampai tahun 1961.
Namun hanya sepuluh tahun saja, pembredelan Star Weekly membuat Oma Julie beralih ke Mingguan Jaya. Menjadi Pengasuh Ruangan Dapur Mingguan Jaya pun dilakoninya selama 10 tahun dari tahun 1961-1971. Mingguan Jaya dibredel dan akhirnya Oma Julie menjadikan pengasuh Dapur Kita di Harian Kompas sebagai media terakhirnya untuk berkarya sampai sekarang.
Di samping kegiatan menulisnya, dalam rentang 1986-1988, Oma Julie kerap mengikuti berbagai lomba memasak yang diadakan majalah-majalah. Bahkan sebelumnya prestasinya sudah tertoreh saat mengikuti Biggest International Recipe Award yang diikuti 65 cookery corespondensy dari 30 negara. Dan resep 'Gado-gado'yang dikirimkannya dimuat di Dallas Times Herald Texas pada tahun 1957.
Nama Nyonya Rumah sampai saat ini tetap menjadi nama pena Oma Julie. Nama pena ini digunakan karena tidak ingin identitasnya diketahui publik. Tapi pertemuannya dengan seorang wartawan Kompas dalam sebuah lomba masak membuatnya mau tak mau harus mau dipublikasikan.
Sebutan Nyonya Rumah diambilnya dari bahasa Belanda 'huisvrow' atau house wife dalam bahasa Inggris. Kemudian dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia dengan nama Nyonya Rumah.
Entah sampai kapan sang Nyonya Rumah akan terus menulis. Oma Julie mengaku belum mau berhenti. "Selama saya bisa saya akan terus menulis. Sekuat saya," ujarnya bijak.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Giat Menulis Hingga Usia 87 Tahun
Ema Nur Arifah - detikBandung
Para pecinta masak-memasak pasti tak asing dengan nama Nyonya Rumah. Meski nama asli perempuan yang akrab disapa Oma Julie ini tidak banyak yang tahu. Tapi seiring prestasi yang ditorehnya dari waktu ke waktu, mau tak mau Oma Julie membiarkan publik mengenalnya.
Padahal awalnya profesi Oma Julie adalah guru. Profesi yang sama dengan almarhum suaminya Satia Sutardjana. Namun kecintaan Oma Julie terhadap dunia masakan menggerakan langkahnya untuk terus menulis.
"Saya hobi masak sejak usia 10 tahun," terang perempuan kelahiran Lasem Jawa Tengah ini. Saat kecil Oma Julie belajar memasak dengan mengamati dan memperhatikan ibunya yang sering menyiapkan berbagai jenis makanan untuk perayaan agama Kong Hu Chu.
Oma Julie mengumpulkan berbagai macam resep dari majalah-majalah lalu dipraktekannya. Beberapa kali Oma Julie pun mengikuti les-les masak makanan tertentu. Padahal diakui Oma Julie pada masa itu bahan baku masih terbatas dan peralatan yang dipakainya pun masih minim.
Kesempatan menulis pertama didapatkannya saat tulisan resepnya diterbitkan Mingguan Star Weekly tahun 1951. Sejak saat itu dia dipercaya menjadi pengasuh rubrik 'Ruangan Dapur' di mingguan tersebut sampai tahun 1961.
Namun hanya sepuluh tahun saja, pembredelan Star Weekly membuat Oma Julie beralih ke Mingguan Jaya. Menjadi Pengasuh Ruangan Dapur Mingguan Jaya pun dilakoninya selama 10 tahun dari tahun 1961-1971. Mingguan Jaya dibredel dan akhirnya Oma Julie menjadikan pengasuh Dapur Kita di Harian Kompas sebagai media terakhirnya untuk berkarya sampai sekarang.
Di samping kegiatan menulisnya, dalam rentang 1986-1988, Oma Julie kerap mengikuti berbagai lomba memasak yang diadakan majalah-majalah. Bahkan sebelumnya prestasinya sudah tertoreh saat mengikuti Biggest International Recipe Award yang diikuti 65 cookery corespondensy dari 30 negara. Dan resep 'Gado-gado'yang dikirimkannya dimuat di Dallas Times Herald Texas pada tahun 1957.
Nama Nyonya Rumah sampai saat ini tetap menjadi nama pena Oma Julie. Nama pena ini digunakan karena tidak ingin identitasnya diketahui publik. Tapi pertemuannya dengan seorang wartawan Kompas dalam sebuah lomba masak membuatnya mau tak mau harus mau dipublikasikan.
Sebutan Nyonya Rumah diambilnya dari bahasa Belanda 'huisvrow' atau house wife dalam bahasa Inggris. Kemudian dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia dengan nama Nyonya Rumah.
Entah sampai kapan sang Nyonya Rumah akan terus menulis. Oma Julie mengaku belum mau berhenti. "Selama saya bisa saya akan terus menulis. Sekuat saya," ujarnya bijak.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/tya)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk





